Pulau Eksotis Berbentuk Biola Ini Ada di Indonesia

Ririn Indriani | Suara.com

Minggu, 28 Agustus 2016 | 08:03 WIB
Pulau Eksotis Berbentuk Biola Ini Ada di Indonesia
Ilustrasi pulau dengan airnya yang jernih sehingga bisa melihat terumbu karang dengan jelas. (Shutterstock)

Suara.com - Kabupaten Lingga, Provinsi Kepulauan Riau, memiliki ratusan pulau yang menyimpan keindahan alam yang belum diketahui banyak orang.

Di daerah yang dipimpin oleh Alias Wello itu tidak akan sulit menemukan pulau dengan pantai yang indah, perairan yang jernih dan pasir putih yang terbentang luas dengan ekosistem yang masih terpelihara.

Pulau Berjuala menjadi salah satu dari 531 pulau yang menyorot perhatian orang-orang yang melewatinya. Air yang bersih seolah memamerkan terumbu karang di atas pasir putih.

Pesona Berjuala semakin menjadi-jadi manakala ikan-ikan kecil yang beraneka warga tampak bermain di antara terumbu karang yang masih "perawan".

Di daratan pulau itu juga dapat ditemui pohon santigi. Puluhan pohon bonsai itu tumbuh subur di bibir pantai.

Keindahan Pulau Berjuala di Desa Cempa, Kecamatan Senayan, itu menarik perhatian 15 mahasiswa peserta Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kebangsaan 2016, yang berasal 12 perguruan tinggi negeri di Indonesia.

Seakan tak pernah puas, mereka berulang kali mengelilingi pulau itu. Peserta KKN Kebangsaan 2016 yang diketuai Nur Arisda itu juga melakukan penyelaman untuk meneliti sekaligus menikmati keindahan yang tersimpan di bawah laut. Mereka juga mengelilingi daratan Pulau Berjuala, bermain di atas pasir putih yang terbentang luas.

Selama sebulan tinggal di daratan Desa Cempa, peserta KKN Kebangsaan berbaur dengan warga setempat untuk melaksanakan dua misi yakni meningkatkan rasa nasionalisme warga dan mengembangkan ekowisata.

Tiga pulau di Desa Cempa memiliki keunggulan. Namun untuk mengembangkan ekowisata, mahasiswa lebih memilih Pulau Berjuala yang unik.

"Pulau ini berbentuk biola, sangat indah, dan menarik," ujar Aris, sapaan akrab Nur Arisda.

Mahasiswa Universitas Maritim Raja Ali Haji itu bersama rekan-rekannya sepakat untuk memberi nama baru pada pulau itu sebagai ikon objek pariwisata yang mudah dikenal wisatawan domestik dan mancanegara.

Selama sekitar dua pekan mereka mengukir kayu bulat panjang, seperti tiang, untuk membentuk kata "biola". Kayu dengan panjang sekitar 3 meter bertuliskan biola itu dipancang di lokasi yang paling strategi di Pulau Berjuala.

Setiap orang yang melintasi pulau itu dengan menggunakan kapal cepat itu akan dapat melihat biola sebagai daya tarik.

Pulau ini masih kosong, tetapi dapat dikelola sebagai objek wisata bagi wisatawan yang berkunjung ke Pulau Cempa.

Dosen pembimbing lapangan KKN Kebangsaan di Desa Cempa, Ahada Wahyusari, mengatakan untuk menjadikan objek wisata di Pulau Berjuala berkembang pesat bukan pekerjaan mudah. Butuh keseriusan, serta komitmen pemerintah dan warga untuk mengembangkannya.

Pulau Berjuala, yang dapat ditempuh selama 30 menit dengan menggunakan perahu pompong.Sementara Cempa merupakan pulau yang pertama kali disinggahi kapal cepat dari Tanjungpinang menuju Kabupaten Lingga. Kondisi ini akan lebih mudah bagi Cempa untuk berkembang.

Pulau Berjuala yang berbentuk biola adalah potensi pariwisata bahari. Ini modal sebagai dasar untuk mengembangkan sektor pariwisata yang dihrapkan berdampak positif pada sektor kehidupan lainnya.

Warga Desa Cempa yang ramah, baik dan terbuka juga bagian yang tidak terlepas dari keinginan mereka agar desa ini berkembang pesat.

Kreativitas mahasiswa itu disambut baik oleh warga Pulau Cempa, termasuk anggota AL yang bertugas di pulau itu. Bahkan warga dan TNI AL bersedia mengantar mahasiswa ke Pulau Berjuala.

Keberanian untuk mencoba hal-hal positif adalah jawaban untuk meningkatkan ekonomi keluarga, pendapatan desa harus terus ditingkatkan sebagai "tiket" untuk meraih kesejahteraan.

Mata pencarian sebagai nelayan merupakan anugerah, tetapi perlu ditingkatkan sehingga hasil tangkapan ikan lebih memiliki nilai tinggi.

"Sentuhan tulus dari warga Cempa menyemangati kami untuk berbagi pengetahuan, bercerita pengalaman, dan mendorong warga agar mampu mengelola potensi yang ada untuk meningkatkan perekonomian dan pendapatan keluarga," ujar Ahada Wahyusari.

Ekowisata berhubungan dengan lingkungan. Lingkungan yang bersih akan menarik perhatian pengunjung desa itu.

Mahasiswa pun mendorong warga untuk menjaga kebersihan, tidak membuang sampah di laut.

Selain itu, mereka juga mengajak agar warga mengelola ikan menjadi produk yang layak dijual, seperti kerupuk.Kerupuk ikan khas Desa Cempa dirasa memang enak, tetapi perlu dikemas dengan baik agar memiliki nilai yang tinggi ketika dijual ke berbagai daerah.

Seminar Keterbatasan informasi di Cempa mendorong Ahada menggelar seminar di desa tersebut, meskipun warganya tidak mengenal istilah seminar. Pertemuan dalam seminar yang digelar mahasiswa peserta KKN Kebangsaan 2016 itu dinamai sebagai rapat.

Komandan Pos AL, Serma Hadi, Kades Cempa Herman Atan dan pewarta LKBN Antara, Nikolas Panama, menjadi narasumber acara tersebut.

Seminar yang digelar pertengahan Agustus 2016 itu baru pertama kali diselenggarakan di Pulau Cempa.

Seminar itu dalam rangka menyosialisasikan wawasan kebangsaan dan mendorong pengembangan ekowisata di Desa Cempa, Kecamatan Senayan, Kabupaten Lingga.

Ahada Wahyusari mengatakan wawasan kebangsaan perlu disosialisasikan untuk membangun rasa nasionalisme di daerah terdepan, tertinggal dan terisolir.

Seminar tidak sekadar menambah wawasan warga dan mahasiswa, melainkan mencari solusi terhadap permasalahan yang dihadapi warga selama ini.

Berbagai permasalahan juga berhasil digali dalam seminar itu, dan diharapkan warga dapat mencari solusinya.

Keterbatasan informasi di Cempa selama ini menghambat pengembangan berbagai sektor kehidupan, dan berpotensi mengikis rasa nasionalisme warga.

Selain itu, warga juga perlu diberi motivasi dan pengetahuan agar mengembangkan ekonomi kerakyatan dengan memanfaatkan potensi yang ada, seperti pengelolaan ikan menjadi kerupuk yang dikemas dengan baik, pengembangan objek wisata baru, dan usaha perkebunan.

Sebanyak 182 kepala keluarga membutuhkan informasi, motivasi dan pengetahuan tambahan untuk mengembangkan ekonomi kerakyatan.

"Mahasiswa bertugas memberi pemahaman tentang nilai-nilai Pancasila, hak dan kewajiban warga, dan mendorong warga Cempa lebih kreatif dan berinovasi," katanya.

Desa Cempa terdiri dari dua dusun, dua RW dan empat RT. Jumlah warga yang tinggal di pulau itu sebanyak 655 orang.

Sebanyak 120 dari 182 kepala keluarga bekerja sebagai nelayan. Pemerintah diharapkan menyiapkan tenaga ahli untuk membangun ekonomi kerakyatan di Cempa.

Sarana dan tenaga pendidikan, kesehatan perlu mendapat perhatian serius dari pemerintah.

Kades Cempa Herman Atan mengatakan tidak setiap hari nelayan dapat melaut, karena cuaca tidak selalu bersahabat, seperti sekarang ini. Dalam setiap tahun, selama tiga bulan nelayan tidak dapat melaut karena cuaca buruk.

Pemerintah Lingga mulai tahun ini akan mengembangkan perkebunan ubi gajah yang dapat diolah menjadi tepung. Lahan perkebunan menggunakan lahan warga.

Selain itu, pemerintah juga berupaya mengembangkan tanaman kaliandra yang pada tahun ini telah dilakukan uji coba penanaman di atas lahan 1 hektare.

Sementara barang kebutuhan masyarakat selama ini didistribusikan dari Tanjungpinang. Sejauh ini, distribusi berjalan lancar, namun masih sulit ditemukan sayur-sayuran. Warga setempat tentu mengharapkan perubahan kondisi ekonomi mereka agar menjadi lebih baik, seiring dengan perhatian pemerintah terhadap keindahan pulau yang pantas menjadi objek wisata daerah itu. (Antara)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Pantai Jadi Destinasi: Siapa yang Mendapat Untung, Siapa yang Tersisih?

Pantai Jadi Destinasi: Siapa yang Mendapat Untung, Siapa yang Tersisih?

Your Say | Rabu, 03 Desember 2025 | 12:17 WIB

Pantai Tanjung Aan: Pesona Pantai Berpasir Putih di Lombok

Pantai Tanjung Aan: Pesona Pantai Berpasir Putih di Lombok

Your Say | Rabu, 22 Januari 2025 | 16:55 WIB

Menikmati Liburan di Pantai Senggigi yang Kaya Akan Pesona Alam Bawah Laut

Menikmati Liburan di Pantai Senggigi yang Kaya Akan Pesona Alam Bawah Laut

Your Say | Selasa, 14 Januari 2025 | 16:03 WIB

Pantai Carolina, Eksotisme Pasir Putih yang Bersanding dengan Air Laut Biru

Pantai Carolina, Eksotisme Pasir Putih yang Bersanding dengan Air Laut Biru

Your Say | Kamis, 02 Januari 2025 | 20:16 WIB

Pantai Teluk Awur, Pesona Wisata Bahari dengan Pasir Putih Halus di Jepara

Pantai Teluk Awur, Pesona Wisata Bahari dengan Pasir Putih Halus di Jepara

Your Say | Jum'at, 09 Februari 2024 | 17:35 WIB

Gili Ketapang, Spot Snorkeling Terbaik untuk Mencari Ikan Nemo di Jawa Timur

Gili Ketapang, Spot Snorkeling Terbaik untuk Mencari Ikan Nemo di Jawa Timur

Your Say | Selasa, 21 November 2023 | 13:10 WIB

Pulau Benan, Wisata Bahari di Riau yang Menawarkan Keindahan Alam Memesona

Pulau Benan, Wisata Bahari di Riau yang Menawarkan Keindahan Alam Memesona

Your Say | Kamis, 02 November 2023 | 11:53 WIB

Wisata Bahari Lamongan, Ajak Keluarga ke Sini Dijamin Bikin Pengin Balik Lagi

Wisata Bahari Lamongan, Ajak Keluarga ke Sini Dijamin Bikin Pengin Balik Lagi

Your Say | Minggu, 14 Mei 2023 | 11:05 WIB

Keindahan Objek Wisata Pulau Bugisa di Gorontalo

Keindahan Objek Wisata Pulau Bugisa di Gorontalo

Foto | Minggu, 14 Agustus 2022 | 11:00 WIB

Destinasi Wisata Bulan Madu ala Maldives di Kota Padang, Pulau Sirandah

Destinasi Wisata Bulan Madu ala Maldives di Kota Padang, Pulau Sirandah

Your Say | Rabu, 10 Agustus 2022 | 15:23 WIB

Terkini

Apa Itu Syawalan? Tradisi setelah Lebaran yang Sarat Makna

Apa Itu Syawalan? Tradisi setelah Lebaran yang Sarat Makna

Lifestyle | Sabtu, 21 Maret 2026 | 21:05 WIB

Puncak Arus Balik Mudik Sebentar Lagi, Mending Berangkat Pagi atau Malam?

Puncak Arus Balik Mudik Sebentar Lagi, Mending Berangkat Pagi atau Malam?

Lifestyle | Sabtu, 21 Maret 2026 | 21:00 WIB

Bacaan Niat Puasa Syawal Digabung Puasa Senin Kamis, Bolehkah?

Bacaan Niat Puasa Syawal Digabung Puasa Senin Kamis, Bolehkah?

Lifestyle | Sabtu, 21 Maret 2026 | 20:15 WIB

10 Cara Menyimpan Kue Lebaran Tetap Renyah dan Tahan Lama, Anti Melempem!

10 Cara Menyimpan Kue Lebaran Tetap Renyah dan Tahan Lama, Anti Melempem!

Lifestyle | Sabtu, 21 Maret 2026 | 20:05 WIB

5 Cara Alami Usir Kolesterol usai Santap Sajian Lebaran, Simvastatin Minggir Dulu

5 Cara Alami Usir Kolesterol usai Santap Sajian Lebaran, Simvastatin Minggir Dulu

Lifestyle | Sabtu, 21 Maret 2026 | 20:00 WIB

Promo Indomaret Lebaran 2026 Lengkap: Diskon Biskuit Kaleng, Sirop, hingga Sembako

Promo Indomaret Lebaran 2026 Lengkap: Diskon Biskuit Kaleng, Sirop, hingga Sembako

Lifestyle | Sabtu, 21 Maret 2026 | 19:40 WIB

Hukum Menikah di Bulan Syawal, Benarkah Sunah? Begini Penjelasannya

Hukum Menikah di Bulan Syawal, Benarkah Sunah? Begini Penjelasannya

Lifestyle | Sabtu, 21 Maret 2026 | 19:35 WIB

Baju Lebaran Warna Putih Kena Noda Santan? Begini Cara Menghilangkannya

Baju Lebaran Warna Putih Kena Noda Santan? Begini Cara Menghilangkannya

Lifestyle | Sabtu, 21 Maret 2026 | 19:10 WIB

Staycation Lebaran Makin Seru! Intip Kemewahan Baru Mercure Jakarta Grogol yang Penuh Sentuhan Lokal

Staycation Lebaran Makin Seru! Intip Kemewahan Baru Mercure Jakarta Grogol yang Penuh Sentuhan Lokal

Lifestyle | Sabtu, 21 Maret 2026 | 18:47 WIB

Anti-Mainstream! Coba Resep Puding Susu Karamel Ini untuk Maniskan Momen Lebaran Keluarga

Anti-Mainstream! Coba Resep Puding Susu Karamel Ini untuk Maniskan Momen Lebaran Keluarga

Lifestyle | Sabtu, 21 Maret 2026 | 18:25 WIB