77 Persen Perusahaan Sulit Cari Talenta, Mengapa Pendidikan Belum Selaras dengan Dunia Kerja?

Bimo Aria Fundrika

Rabu, 06 Mei 2026 | 07:05 WIB
77 Persen Perusahaan Sulit Cari Talenta, Mengapa Pendidikan Belum Selaras dengan Dunia Kerja?
Ilustrasi antrean Para Pencari Kerja di Depok [Suara.com/Alfian Winanto]
baca 10 detik
  • Survei Manpower Group mengungkapkan 77 persen perusahaan global kesulitan merekrut talenta yang memiliki keterampilan relevan dengan kebutuhan industri.
  • Rektor BINUS University menekankan pentingnya mahasiswa memperoleh pengalaman kerja praktis dan kemampuan adaptasi nyata selama masa studi.
  • Integrasi kurikulum dengan mitra industri terbukti membantu 82 persen lulusan BINUS University langsung bekerja, berwirausaha, atau melanjutkan studi.

Suara.com - Kesenjangan antara dunia pendidikan dan kebutuhan industri kian terlihat. Survei global Manpower Group mencatat 77 persen perusahaan masih kesulitan menemukan talenta dengan keterampilan yang sesuai.

Situasi ini menandakan bahwa persoalan utama bukan lagi sekadar ketersediaan lapangan kerja, melainkan kesiapan lulusan untuk langsung terjun ke dunia profesional.

Perubahan teknologi yang berlangsung cepat turut menggeser ekspektasi industri. Perusahaan kini tidak hanya mencari lulusan dengan gelar akademik, tetapi juga individu yang memiliki pengalaman kerja, keterampilan praktis, serta kemampuan beradaptasi sejak hari pertama.

Tanpa bekal tersebut, lulusan berisiko menghadapi masa transisi yang lebih panjang sebelum benar-benar terserap di dunia kerja.

Kondisi ini menjadi perhatian, terutama bagi orang tua yang ingin memastikan anak mereka tidak hanya lulus, tetapi juga siap bekerja. Rektor BINUS University, Dr. Nelly, S.Kom., M.M., menyebut kekhawatiran tersebut semakin relevan di tengah dinamika industri saat ini.

Ilustrasi mahasiswa. (Dok. Istimewa)
Ilustrasi mahasiswa. (Dok. Istimewa)

“**Saat ini yang menjadi kekhawatiran orang tua bukan hanya apakah anak bisa lulus, tetapi apakah setelah lulus anak mereka bisa langsung terjun seutuhnya dalam dunia kerja. Anak mereka bisa berkarya seutuhnya, baik sebagai profesional maupun menciptakan lapangan kerja atau menjadi entrepreneur**,” ujarnya.

Dalam beberapa tahun terakhir, transformasi pendidikan tinggi yang didorong pemerintah mendorong kampus untuk memperkuat keterhubungan dengan industri. Pendekatan pembelajaran berbasis pengalaman pun semakin ditekankan, dengan tujuan agar kesiapan kerja tidak lagi menjadi hasil akhir, melainkan proses yang dibangun sejak masa studi.

Perguruan tinggi dituntut menghadirkan pengalaman belajar yang relevan dengan kebutuhan dunia kerja. Hal ini mencakup integrasi praktik industri, pengembangan keterampilan lintas disiplin, hingga paparan terhadap dinamika global.

BINUS University menjadi salah satu kampus yang mengadopsi pendekatan tersebut melalui integrasi pengalaman industri ke dalam kurikulum. Mahasiswa tidak hanya mendapatkan pembelajaran akademik, tetapi juga kesempatan terlibat langsung dalam proyek industri, magang, hingga pengembangan bisnis.

baca juga

“Yang ingin kami bangun adalah kesiapan yang nyata sejak masa studi, bukan setelah lulus. Melalui integrasi pengalaman industri, percepatan pembelajaran, dan penguatan keterampilan masa depan, mahasiswa memiliki bekal yang lebih relevan untuk langsung beradaptasi dengan kebutuhan dunia kerja,” kata Dr. Nelly dalam keterangannya. 

Pendekatan ini juga didukung kolaborasi dengan berbagai mitra industri dan penguatan jejaring profesional. Data internal BINUS mencatat sekitar 82 persen mahasiswa telah bekerja, berwirausaha, atau melanjutkan studi saat wisuda.

Angka tersebut menunjukkan bahwa kesiapan kerja yang dibangun selama kuliah berpotensi memperpendek masa transisi dari pendidikan ke dunia profesional.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Achmad Zaky Dorong Pertukaran Pelajar Indonesia - Malaysia: Pendidikan adalah Investasi Terbesar

Achmad Zaky Dorong Pertukaran Pelajar Indonesia - Malaysia: Pendidikan adalah Investasi Terbesar

Lifestyle | Selasa, 05 Mei 2026 | 18:48 WIB

Perawatan Tidak Ribet, Harga Mirip: Mending Suzuki Nex, Nex Cross atau Address untuk Mahasiswa?

Perawatan Tidak Ribet, Harga Mirip: Mending Suzuki Nex, Nex Cross atau Address untuk Mahasiswa?

Otomotif | Selasa, 05 Mei 2026 | 13:38 WIB

Tragedi Sepatu Kekecilan di Samarinda: Tamparan Keras untuk Sistem Pendidikan Kita

Tragedi Sepatu Kekecilan di Samarinda: Tamparan Keras untuk Sistem Pendidikan Kita

Your Say | Selasa, 05 Mei 2026 | 12:55 WIB

Terkini

Bank BSN Perluas Solusi Keuangan Syariah Berbasis Emas

Bank BSN Perluas Solusi Keuangan Syariah Berbasis Emas

Foto | Minggu, 20 September 2026 | 05:00 WIB

Surya Paloh Desak RUU Pemilu Dikebut: Jangan Tunggu Sampai Tahun Depan

Surya Paloh Desak RUU Pemilu Dikebut: Jangan Tunggu Sampai Tahun Depan

News | Sabtu, 19 September 2026 | 23:45 WIB

Emil Audero Jadi Penyelamat Rayo Vallecano, 2 Kali Gagalkan Peluang Emas Osasuna

Emil Audero Jadi Penyelamat Rayo Vallecano, 2 Kali Gagalkan Peluang Emas Osasuna

Bola | Sabtu, 19 September 2026 | 23:10 WIB

Korban Keracunan MBG Jadi Bahan Candaan, Pegawai SPPG Bantul Dipanggil BGN

Korban Keracunan MBG Jadi Bahan Candaan, Pegawai SPPG Bantul Dipanggil BGN

News | Sabtu, 19 September 2026 | 23:00 WIB

Jateng Tembus 3 Besar Era Luthfi, Dubai Siapkan Rp5 T untuk Kilang Jepara, GSI: Ramah Investasi

Jateng Tembus 3 Besar Era Luthfi, Dubai Siapkan Rp5 T untuk Kilang Jepara, GSI: Ramah Investasi

Jawa Tengah | Sabtu, 19 September 2026 | 22:38 WIB

Penipu Catut Nama Orderkuota, Sebar CS Palsu Lewat Google

Penipu Catut Nama Orderkuota, Sebar CS Palsu Lewat Google

Bisnis | Sabtu, 19 September 2026 | 22:38 WIB

Kronologis WNI Terancam Hukuman Mati di Malaysia: Negatif Narkoba, Tidak Punya Riwayat Kejahatan

Kronologis WNI Terancam Hukuman Mati di Malaysia: Negatif Narkoba, Tidak Punya Riwayat Kejahatan

News | Sabtu, 19 September 2026 | 22:35 WIB

Buntut Presidential Threshold Dihapus, Surya Paloh Cium Wacana Syarat Capres Minimal Dukungan 2 Frak

Buntut Presidential Threshold Dihapus, Surya Paloh Cium Wacana Syarat Capres Minimal Dukungan 2 Frak

News | Sabtu, 19 September 2026 | 22:29 WIB

RUU Perampasan Aset Didesak Publik, Surya Paloh Ingatkan Jangan Dipaksakan

RUU Perampasan Aset Didesak Publik, Surya Paloh Ingatkan Jangan Dipaksakan

News | Sabtu, 19 September 2026 | 22:15 WIB

Harga Cabai Naik, Kemarau Panjang dan Jeda Panen Jadi Biang Kerok

Harga Cabai Naik, Kemarau Panjang dan Jeda Panen Jadi Biang Kerok

Bisnis | Sabtu, 19 September 2026 | 22:05 WIB

×