Studi: Anak Pilih Pasangan Mirip Orangtuanya

Ririn Indriani
Studi: Anak Pilih Pasangan Mirip Orangtuanya
Ilustrasi keluarga bahagia, keluarga muslim. (Shutterstock)

Perilaku yang sama juga terjadi pada anak angkat.

Suara.com - Banyak dari kita pernah mengalami peristiwa ini. Ketika kencan kali pertama dengan seseorang, Anda merasa sudah pernah kenal dengannya.

Anda merasa sangat nyaman ketika ngobrol beberapa kali pertemuan dengannya, makan dan minum bersamanya, seakan sudah pernah mengenal dia jauh sebelum pertemuan ini.

Atau, Anda merasa si Dia mengingatkan pada orangtua Anda, sehingga Anda merasa sangat nyaman dengannya.

Jangan merasa aneh dengan perasaan ini, sebab ada sebuah penelitian yang menyebutkan, seseorang akan cenderung memilih pasangan yang mirip dengan orangtuanya.

Berikut beberapa fakta memilih pasangan yang mirip dengan orangtua:

1. Pilih pasangan seperti orangtua
Ada semacam aturan tak tertulis, seorang perempuan akan memilih laki-laki yang mirip ayahnya untuk dinikahi. Demikian juga laki-laki, akan memilih perempuan seperti ibunya. Psikolog di Envision Wellness di Miami, Florida, Erika Martinez, mengatakan, orangtua menentukan konsep maskulinitas dan feminitas sejak awal kehidupan seseorang.

"Saya menemukan bahwa seseorang cenderung mencari kemiripan pasangan dengan orangtuanya,” katanya kepada Medical Daily.

Berdasarkan penelitian Personality and Individual Differences 2002, disebutkan bahwa orang yang memiliki hubungan positif dengan orangtua di masa kanak-kanak, akan lebih mungkin tertarik kepada lawan jenis yang menyerupai orangtua itu.

Keinginan bawah sadar untuk bersama seseorang yang mirip dengan orangtua juga terjadi pada hewan, termasuk burung, mamalia, dan ikan.

Penelitian lain, dalam Proceedings of the Royal Society B Biological Sciences 2004 juga mencatat fenomena ini pada orang yang diadopsi. Para peneliti menemukan, perempuan yang diadopsi cenderung memilih suami yang mirip seperti ayah angkat mereka.

Anak perempuan yang mendapat dukungan emosional lebih baik dari ayah angkat mereka, akan memilih laki-laki yang mirip dengan ayah mereka, daripada yang ayah angkatnya kurang peduli.

Seorang ibu dinilai memiliki kekuatan untuk mempengaruhi anak laki-laki dan anak-anak perempuan dalam melihat sebuah hubungan.  Pada laki-laki, ibu mempengaruhi pemikiran tentang jenis perempuan yang kelak akan dipilihnya, baik secara fisik maupun kepribadian.

“Pada perempuan, sikap ibu terhadap suaminya akan berdampak pada kehidupan mereka di kemudian hari. Jika seorang ibu dalam hubungan yang kasar dengan suaminya, anak-anaknya pun akan belajar tentang sikap itu pula. Sebaliknya, jika ibu dan ayah bersikap saling menghargai dan kasih sayang satu sama lain, maka perilaku seperti itu pula yang akan dicontohnya kelak,” kata Fran Walfish, psikoterapis Beverly Hills, sekaligus penulis The Self-Aware Parent dan bintang WE TV, Sex Box to Medical Daily.

Hubungan antara mencari pasangan yang mirip dengan orangtua juga menjelaskan, mengapa banyak orang yang tahan berada dalam situasi rumah tangga penuh kekerasan dengan pasangannya. Salah satu hal yang menjelaskan hal tersebut adalah karena saat kecil, orang tersebut telah terbiasa dengan suasana kemarahan dan cekcok antara ayah dan ibu mereka.

2. Cari kemiripan fisik
Sebuah studi dalam Journal of Social and Personal Relationships 2006, menyebutkan, seseorang akan memilih pasangan yang memiliki kemiripan fisik yang sama dengan orangtua.

Hal ini menunjukkan, jika Anda menghabiskan banyak waktu dengan wajah laki-laki atau perempuan tertentu, itu akan tertanam ke dalam jiwa dan membuat Anda cenderung menyukainya. Misalnya, Anda menyukai sosok yang tinggi, berkulit gelap, dan berotot, seperti halnya ayah.

Hal ini wajar, bahwa seseorang cenderung tertarik pada mereka yang menyerupai orangtua, karena wajah merekalah yang hadir sejak Anda bayi. Wajah yang mirip dengan orangtua diklasifikasikan dalam pikiran sebagai orang yang  akrab dan tak asing dalam hal pengasuhan.

Laki-laki lebih cenderung memilih perempuan yang menyerupai ibu mereka. Perempuan lebih mungkin mencari kemiripan dengan ayah mereka pada pusat-pusat wajah laki-laki, sedangkan laki-laki mencari kemiripan dengan ibu mereka di bagian bibir dan rahang calon pasangan.

3. Memperbaiki keturunan
Pada Proceedings of the Royal Society B: Biological Sciences 2009 disebutkan, menikah dengan lawan jenis yang mirip dengan orangtua bisa membantu mempromosikan gen kita sendiri tanpa melakukan incest.

Sebuah penelitian di Jepang menyebutkan, perempuan yang memiliki pasangan tinggi, yang sama dengan ayah mereka, akan memperoleh anak-anak yang juga tinggi. Artinya, keluarga ini akan tetap memiliki sifat ini (tinggi), namun bisa jadi dengan kualitas yang lebih baik.

4. Orangtua harus jadi contoh yang baik
Apakah hasil penelitian ini mutlak, bahwa perempuan akan menikah dengan laki-laki seperti ayah mereka dan laki-laki akan menikah dengan perempuan seperti ibu mereka?

Tidak selalu. Namun jika orangtua ingin agar anak-anak mereka memiliki kehidupan pernikahan yang bahagia, sebaiknya mereka menjadi contoh yang baik, dengan memperlakukan pasangan dengan baik.

Sebaliknya, jika perlakukan ayah atau ibu mereka buruk satu sama lain, maka anak mereka akan akrab dengan situasi itu dan cenderung akan memperlakukan hal yang sama pada pasangan mereka kelak. (Nessy Febrinastri)

Suara.Com

Suara.com adalah portal berita yang
menyajikan informasi terhangat, baik peristiwa politik, bisnis, hukum, entertainment...

QUOTES OF THE DAY

INFOGRAFIS