Sri Sultan: Yogyakarta Layak Diusulkan Jadi Kota Warisan Dunia

Arsito Hidayatullah

Senin, 31 Oktober 2016 | 01:32 WIB
Sri Sultan: Yogyakarta Layak Diusulkan Jadi Kota Warisan Dunia
Sri Sultan Hamengkubuwono X saat menyampaikan titah Sabdatama di Bangsal Kencana, Keraton Yogyakarta, Jumat (6/3). [Antara/Agus Nugroho]

Suara.com - Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta Sri Sultan Hamengkubuwono X mengatakan Kota Yogyakarta layak menjadi "Kota Warisan Dunia" karena kekayaan budayanya serta konsep filosofi tinggi yang mendasari terbentuknya kota itu.

"Dengan konsep filosofinya yang tinggi, Yogyakarta kiranya memiliki potensi untuk diakui sebagai Kota Warisan Dunia," kata Sultan dalam sambutan yang dibacakan Wakil Gubernur DIY Paku Alam X dalam "Sosialisasi Yogyakarta sebagai "City of Philosopy dan Rencana Nominasi Yogyakarta Sebagai Kota Warisan Budaya Dunia" di Monumen Serangan Oemoem 1 Maret Yogyakarta, Minggu.

Menurut Sultan, untuk diusulkan menjadi Kota Warisan Dunia, Yogyakarta memenuhi kriteria yang ditetapkan The United Nations Educational, Scientific and Cultural Organization (UNESCO) karena Yogyakarta memiliki kekhasan dan keistimewaan dalam penataan kota yang didasari konsep sumbu filosofi Keraton Yogyakarta meliputi Tugu Golong Gilig/Pal Putih-Kraton-Panggung Krapyak.

Nilai Filosofis dari Panggung Krapyak ke Utara, kata dia, melambangkan perjalanan manusia sejak dilahirkanhingga dewasa, menikah sampai melahirkan anak. Sementara itu, dari Tugu Golong Gilik ke Selatan melambangkan perjalanan manusia untuk menghadap kepada Tuhan Yang Maha Esa.

"Filosofi ini menjadi dasar atau fondasi yang kuat berlandaskan pada sistem religi, sistem kebudayaan, dan sistem sosial, serta interaksi antara ketiganya," kata Raja Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat itu.

Sultan mengatakan bahwa DIY memiliki aspek keunggulan yang khas dari sisi kebudayaan yang telah diakui secara nasional dan dituangkan dalam Undang-Undang Keistimewaan DIY.

Secara internasional, kata dia, tersirat dalam Liga Kota Bersejarah serta banyaknya kunjungan wisatawan mancanegara ke DIY.

Tata ruang Kota Yogyakarta, menurut dia, terbentuk pada pusat keraton dengan poros utama mulai Alun-Alun Utara sampai dengan Tugu Pal Putih, dilanjutkan dengan komunitas-komunitas sosial secara berlapis-lapis ke arah pinggiran kota, membentuk "Inti Kota Lama".

Dengan tumbuhnya pusat pendidikan, pusat perdagangan, pusat transportasi, pusat rekreasi, pusat produksi jasa, serta pusat permukiman, menurut dia, memicu perkembangan tata ruang kota baru dengan beberapa pusat kegiatan.

Sebagai kota pariwisata terbesar kedua setelah Bali, Sultan berharap kota Yogyakarta dapat terus meningkatkan potensinya melalui upaya sinergis antara pemerintah terkait, pelaku wisata, serta masyarakat.

"Kami berharap bisa bersinergi dalam perencanaan terhadap perubahan kota Yogyakarta dalam upaya menjawab berbagai perkembangan zaman dan kondisi lingkungan yang terjadi," kata Sultan. [Antara]

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Hanya di Yogya, Pasangan Menikah di Stasiun Kereta

Hanya di Yogya, Pasangan Menikah di Stasiun Kereta

Lifestyle | Selasa, 06 September 2016 | 13:04 WIB

Rasakan Istimewanya Yogya di Kampung-kampung Wisatanya

Rasakan Istimewanya Yogya di Kampung-kampung Wisatanya

Lifestyle | Selasa, 30 Agustus 2016 | 19:10 WIB

Mencicipi Hidangan Favorit Keraton Yogyakarta

Mencicipi Hidangan Favorit Keraton Yogyakarta

Lifestyle | Selasa, 16 Agustus 2016 | 11:52 WIB

Kulon Progo Gelar Kesenian Tradisional di 6 Objek Wisata

Kulon Progo Gelar Kesenian Tradisional di 6 Objek Wisata

Lifestyle | Selasa, 05 Juli 2016 | 08:09 WIB

Terkini

Dry Ice Diuji untuk Atasi Kabut Asap, Mengapa Sumsel Masih Diselimuti Asap Pekat Berbahaya?

Dry Ice Diuji untuk Atasi Kabut Asap, Mengapa Sumsel Masih Diselimuti Asap Pekat Berbahaya?

Sumsel | Kamis, 15 Oktober 2026 | 23:55 WIB

Terjaring OTT, KPK Periksa Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo di Mapolresta Klaten

Terjaring OTT, KPK Periksa Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo di Mapolresta Klaten

Jawa Tengah | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:59 WIB

Daftar 16 Perusahaan Perkebunan dan HTI Diusut Soal Karhutla Sumsel, Baru PT RAS Punya Tersangka

Daftar 16 Perusahaan Perkebunan dan HTI Diusut Soal Karhutla Sumsel, Baru PT RAS Punya Tersangka

Sumsel | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:50 WIB

Nestle Indonesia Gandeng Kemendag, Perkuat Daya Saing Produk Lokal di Pasar Global

Nestle Indonesia Gandeng Kemendag, Perkuat Daya Saing Produk Lokal di Pasar Global

Bisnis | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:49 WIB

Koalisi Pers Sumsel Desak Evaluasi Pengamanan Demo Usai Tiga Wartawan Dikeroyok

Koalisi Pers Sumsel Desak Evaluasi Pengamanan Demo Usai Tiga Wartawan Dikeroyok

Sumsel | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:46 WIB

Kasus Karhutla Sumsel: 16 Perusahaan Diusut, Mengapa Baru PT RAS Ditetapkan Tersangka?

Kasus Karhutla Sumsel: 16 Perusahaan Diusut, Mengapa Baru PT RAS Ditetapkan Tersangka?

Sumsel | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:21 WIB

Dirut Jadi Tersangka Korupsi Nikel, PT CNI Hormati Proses Hukum

Dirut Jadi Tersangka Korupsi Nikel, PT CNI Hormati Proses Hukum

News | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:11 WIB

Kejagung Ungkap Alasan Jabatan Kajati Diusulkan Setara Bintang Tiga

Kejagung Ungkap Alasan Jabatan Kajati Diusulkan Setara Bintang Tiga

News | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:04 WIB

Setahun Kepergian Kartini Muljadi, Nilai Kebaikannya Dihidupkan Lewat Tiga Program Sosial

Setahun Kepergian Kartini Muljadi, Nilai Kebaikannya Dihidupkan Lewat Tiga Program Sosial

Lifestyle | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:02 WIB

Penyebab Banjir Nepal Bisa Setinggi 25 Meter Terkuak, Dunia Diambang Kiamat?

Penyebab Banjir Nepal Bisa Setinggi 25 Meter Terkuak, Dunia Diambang Kiamat?

News | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:02 WIB

×