Menpar Berpantun di Festival Bahari Kepri 2016

Fabiola Febrinastri | Suara.com

Senin, 31 Oktober 2016 | 15:19 WIB
Menpar Berpantun di Festival Bahari Kepri 2016
Menteri Pariwisata, Arief Yahya (dok: Kemenpar)

Suara.com - “Burung jelatik, si burung nuri. Hinggap berteduh di pohon meranti. Jalan-jalan singgah di Kepri. Pintu gerbangnya wisata bahari”.

Itulah sebait pantun Menteri Pariwisata, Arief Yahya, yang membuka puncak Festival Bahari Kepulauan Riau, 29 Oktober 2016.

“Festival ini dimaksudkan untuk menyemarakkan Sail Karimata 2016, yang sudah diresmikan oleh Presiden Joko Widodo di Kabupaten Kayong Utara, Provinsi Kalimantan Barat. Di Kepri, ini adalah versi pariwisata, sehingga lebih banyak yachts atau perahu pesiar yang diekspose,” kata Arief, Kepri, Sabtu (29/10/2016).

Selain menjadi bagian dari rangkaian Sail Indonesia ke-8, Festival Bahari Kepri juga dimaksudkan sebagai titik dimulainya pembangunan pariwisata yang menjadikan Kepri sebagai pintu gerbang wisata bahari Indonesia.

“Sebagai cross border, Kepri dianggap strategis untuk memberikan kontribusi yang signifikan dalam mencapai target kunjungan wisman,” kata menpar lagi.

Saat ini, kontribusi Kepri berada di tiga terbaik Indonesia, yaitu sebesar 20 persen, setelah Bali 40 persen, dan Jakarta 30 persen. Pada 2015, wisman yang datang ke Kepri mencapai 2.136.112 orang, sedangkan wisnus mencapai 1.453.809 orang. Hingga Agustus 2016, capaian Kepri sudah 1.319.449 orang dan wisnus sudah melampaui target, yaitu 1.482.000 orang.

Festival Bahari Kepri dinilai bisa digunakan untuk mengoptimalkan peran Nongsa Point Marina dan Bandar Bintan Telani (BBT) sebagai pintu masuk dan pintu keluar yacht. Parade 90 yachts, yang terjadi baru-baru ini terjadi merupakan yang terbesar di Indonesia. Info ini sekaligus meralat berita sebelumnya, yang sempat ditulis 113 yachts.

Adapun kegiatan lain dalam Festival Bahari Kepri 2016 antara lain, Eco Heroes, Tanjungpinang Dragon Boat Race, Pesta Kuliner 10 Kampung, Panggung Gurindam, Fashion Show Busana Melayu dan Drumband Pelajar, Wonderful Indonesia Sailing, Wonderful Kepri Expo, Panggung Penyair, Parade Mobil Hias, Pawai Budaya dan Drumband Taruna AAU (120 orang), Sound from Motherland of Malay, Seminar Wisata Bahari dan Forum Investasi Pariwisata Bahari, Kepri Carnival, gala dinner Festival Bahari Kepri, dan puncak Festival Bahari Kepri.

Kepri Dinilai Perlu Memiliki Marina
Ke-90 yachts yang sedang mengikuti Wonderful Indonesia Sailling (WIS) ini merupakan bagian dari Festival Bahari Kepri, yang terus dipantau Ketua Tim Percepatan Wisata Bahari Kemenpar, Indroyono Soesilo. Tim ini melakukan pemantauan sejak pengurusan bea cukai, imigrasi, karantina, hingga menuju lokasi parkir yacht di Tanjungpinang.  

“Hari ini, saya meninjau kedatangan yachts di Tanjungpinang. Saya ingin melihat langsung pelaksanaan Festival Bahari Kepri yang menjadi rangkaian Sail Karimata di Tanjungpinang,” tutur Indroyono.

Mantan Menko Maritim itu menyaksikan sekitar 90-an yachts tiba di Tanjungpinang dan berlabuh sekitar 300 meter dari pelabuhan. Saat ini, Tanjungpinang belum memiliki marina yang bisa dijadikan tempat sandar  yacht.

Di Kepri, baru BBT dan Nongsa Point Marina yang menyediakan tempat parkir yachts. Dermaganya sudah memiliki berth (tempat tambah), yang dilengkapi listrik, air bersih, saluran air limbah selular, bahan bakar sentral diesel, dan bensin.

“Hari ini saya lihat ada 90-an yachts yang hadir di Tanjungpinang. Ini sudah memecahkan rekor Sail Bunaken 2009,” ujar laki-laki kelahiran Bandung, 27 Maret 1955 itu.

Puluhan yacht tersebut disambut dengan pengurusan dokumentasi yang ringkas. Clearance and Approval for Indonesian Territory (CAIT), izin masuk bagi yacht ke perairan Indonesia langsung dipraktikkan di Tanjungpinang.

Pemilik yacht hanya tinggal klik https://yachters-indonesia.id dan mengisi formulir yang tersedia. “Mereka langsung diproses  bea cukai, imigrasi dan karantina.  Kepengurusan hanya membutuhkan waktu 1-2 jam dan di ruang penyambutan sudah disiapkan para petugas, berikut minuman dan makanan kecil. Saya kira ini perkembangan yang sangat bagus,” tambah lulusan University of Iowa itu lagi.

Menurutnya, festival berbasis sea zone itu menjadi penanda bangkitnya bahari Indonesia dari Kepri. Beragam bendera dari Australia, Selandia Baru, Amerika Serikat, Prancis, Finlandia, dan Singapura berkibar dari atas yachts yang parkir di tengah laut Tanjungpinang.

“Pemandangan seperti inilah yang kita impikan di Tanjungpinang sejak dulu,” ujarnya.

Indroyono, menilai, pembangunan marina harus segera dilakukan, mengingat kedekatan kawasan Tanjungpinang dengan Singapura. Perjalanan dari Singapura ke Tanjungpinang hanya membutuhkan waktu sekitar satu setengah jam, dan kebetulan, Singapura merupakan Surga para yachters dunia. Negeri Singa Putih itu menjadi tempat bersandar 4.000 yachts setiap harinya.

Selain wisata bahari, ada juga pusat budaya Melayu di sana. "Ini yang harus ditonjolkan. Festival bahari harus menjadi kegiatan tahunan yang digelar setiap minggu ke-4 Oktober," ujarnya.

Hal lain yang patut menjadi bahan pertimbangan adalah faktor cuaca.  "Hari ini cuaca agak kurang bersahabat dan angin cukup kencang. Para yachter harus ekstra waspada, agar kapal-kapal mereka tidak saling tabrakan. Tanjungpinang perlu membangun marina. Mudah-mudahan sudah hadir pada 2017,” harapnya.

Kira-kira berapa jumlah investasi yang harus disiapkan?

“Biaya membangun marina diperkirakan sekitar Rp 15 miliar, untuk bersandar 30 yacht. Dengan sewa sandar Rp 300 ribu per hari, maka sudah Rp 9 juta yang bisa diambil per hari. Kalau dikalikan setahun, mencapai Rp 3,285 milar. Kita harapkan hanya dari biaya sandar, dalam lima tahun biaya sudah bisa kembali,” kata  Indroyono.

Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata Kepri, Guntur Sakti menyatakan optimismenya.  Meskipun Tanjungpinang tidak ada dalam peta yachter dunia dan belum punya marina, namun para yachter dunia tetap datang. Bahkan lebih banyak daripada jumlah peserta Sail Bunaken 2009.

“Persiapan selanjutnya adalah membangun marina di Tanjungpinang. Apabila dirancang elegan, Tanjungpinang bisa menjadi water front city di Kepri. Semua harus ditebus dengan kerja keras dalam sebuah platform dan roadmap yang jelas,” ujarnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Tour de Linggarjati Sajikan Keunggulan Lokal Kuningan

Tour de Linggarjati Sajikan Keunggulan Lokal Kuningan

Lifestyle | Minggu, 30 Oktober 2016 | 16:00 WIB

Kepri Carnival, Pukau 2 Ribu Wisman dan "Yachters"

Kepri Carnival, Pukau 2 Ribu Wisman dan "Yachters"

Lifestyle | Minggu, 30 Oktober 2016 | 15:00 WIB

Kehadiran 113 "Yacht" di Kepri Pecahkan Rekor

Kehadiran 113 "Yacht" di Kepri Pecahkan Rekor

Lifestyle | Sabtu, 29 Oktober 2016 | 16:00 WIB

Terkini

Apakah Istri Selingkuh Wajib Diceraikan? Begini Hukumnya Menurut Islam

Apakah Istri Selingkuh Wajib Diceraikan? Begini Hukumnya Menurut Islam

Lifestyle | Jum'at, 08 Mei 2026 | 11:04 WIB

Promo JSM Alfamart 8-10 Mei 2026: Diskon Deterjen, Skincare, hingga Popok Mulai Rp6 Ribuan

Promo JSM Alfamart 8-10 Mei 2026: Diskon Deterjen, Skincare, hingga Popok Mulai Rp6 Ribuan

Lifestyle | Jum'at, 08 Mei 2026 | 10:36 WIB

Urutan Skincare Pagi Wardah untuk Hempas Flek Hitam, Bikin Wajah Cerah dan Awet Muda

Urutan Skincare Pagi Wardah untuk Hempas Flek Hitam, Bikin Wajah Cerah dan Awet Muda

Lifestyle | Jum'at, 08 Mei 2026 | 10:34 WIB

Panduan Memilih Serum Pencerah Wardah Sesuai Masalah Kulit Spesifik, Ini 5 Rekomendasinya

Panduan Memilih Serum Pencerah Wardah Sesuai Masalah Kulit Spesifik, Ini 5 Rekomendasinya

Lifestyle | Jum'at, 08 Mei 2026 | 10:33 WIB

Apa Itu Pewarna Merah K10? Bahan yang Bikin Eyeshadow Madame Gie Ditarik BPOM

Apa Itu Pewarna Merah K10? Bahan yang Bikin Eyeshadow Madame Gie Ditarik BPOM

Lifestyle | Jum'at, 08 Mei 2026 | 10:26 WIB

Jangan Salah Beli, Ini Ciri-ciri Hewan yang Tidak Boleh untuk Kurban

Jangan Salah Beli, Ini Ciri-ciri Hewan yang Tidak Boleh untuk Kurban

Lifestyle | Jum'at, 08 Mei 2026 | 09:47 WIB

6 Bidang Profesi Terbaik untuk Zodiak Cancer, Sesuai dengan Intuisi dan Hati

6 Bidang Profesi Terbaik untuk Zodiak Cancer, Sesuai dengan Intuisi dan Hati

Lifestyle | Jum'at, 08 Mei 2026 | 09:21 WIB

Parfum Scarlett Jolly Wanginya Seperti Apa? Diklam Bisa Tahan hingga 16 Jam

Parfum Scarlett Jolly Wanginya Seperti Apa? Diklam Bisa Tahan hingga 16 Jam

Lifestyle | Jum'at, 08 Mei 2026 | 09:15 WIB

7 Bedak Tabur Terbaik untuk Kerutan dan Garis Halus Usia 50 Tahun ke Atas

7 Bedak Tabur Terbaik untuk Kerutan dan Garis Halus Usia 50 Tahun ke Atas

Lifestyle | Jum'at, 08 Mei 2026 | 09:13 WIB

5 Shade Wardah Glasting Liquid Lip agar Bibir Terlihat Plumpy dan Glossy Tahan Lama

5 Shade Wardah Glasting Liquid Lip agar Bibir Terlihat Plumpy dan Glossy Tahan Lama

Lifestyle | Jum'at, 08 Mei 2026 | 09:06 WIB