Suara.com - Raja Durian, penjual buah durian di daerah Godean, Kabupaten Sleman, Yogyakarta, yang belakangan ramai diperbincangkan di media sosial (medsos), mengalami peningkatan pengunjung baik dari konsumen lokal maupun luar daerah, dalam masa libur panjang pekan ini.
Pengelola pusat penjualan durian grosir maupun eceran yang berlokasi di Kamal Wetan, Margomulyo, Seyegan, Kabupaten Sleman tersebut, mengaku peningkatan omzet dan penjualan yang terjadi jauh melebihi dari hari biasa.
"Hari-hari liburan ini sampai 500 buah yang terjual, (sedangkan) hari biasa cuma 100 atau 200 buah. Untuk omzetnya bisa mencapai Rp18 juta. Kalau hari biasa sekitar dua sampai tiga juta," ujar salah satu pengelola Raja Durian, Dalinem, di Yogyakarta, Senin (12/12/2016) siang.
Raja Durian menjadi perbincangan di media sosial, khususnya bagi warga Yogyakarta dan sekitarnya, karena dikenal selalu menyediakan stok buah durian sepanjang waktu dan dijual dengan harga yang terjangkau.
Menurut Dalinem, penjualan buah kupas atau daging buah durian memang tidak mengenal musim dan selalu menyediakan stok bagi konsumen yang berminat. Namun untuk buah segar atau yang utuh, harus menunggu musim panen dari daerah tertentu, sehingga terkadang Raja Durian tak menyediakan buah durian yang masih utuh.
"Tapi kita usahakan agar stoknya tidak kosong. Kan kita ambilnya tidak hanya dari satu wilayah. Kalau yang sekarang ini durian dari Bengkulu. Nanti sekitar empat bulan kemudian, kita ambil dari sini (Yogyakarta)," papar Dalinem menjelaskan.
Ia menjelaskan, selain mendatangkan buah durian dari Provinsi Bengkulu dan Yogyakarta, Raja Durian juga mendatangkan buah berbau khas tersebut dari Kabupaten Purworejo dan Magelang (Jawa Tengah), dari Medan (Sumatera Utara), dan terkadang dari Jawa Timur.
"Untuk sekarang, paling banyak dari Bengkulu. Soalnya lagi musim hujan, jadi banyak wilayah yang belum panen. Bunga duriannya mudah gugur karena hujan," ujarnya lagi.
Selain menjual buah durian utuh, Raja Durian juga menyediakan daging durian baik lokal maupun varietas Monthong dengan harga Rp60.000-70.000 per kilogram, pancake durian, serta es krim durian yang dijual hanya Rp5.000 per cup.
Salah seorang pengunjung, William, mengatakan sengaja datang ke Raja Durian pada masa liburan Maulid Nabi ini untuk mencicipi kekhasan produk buah dari toko tersebut, karena melihat besarnya perbincangan di media sosial.
Menurut dia, meskipun lokasinya agak sulit ditemukan karena berada di tengah perkampungan warga, namun dirinya cukup puas. William mengaku puas karena bisa menikmati buah durian dengan harga yang cukup murah, namun dengan kualitas yang baik.
"Tadi cuma Rp40.000 satu buah, isinya juga enak. Tempatnya walaupun masuknya agak jauh (dari jalan raya), tapi nyaman, bisa untuk bersantai," tutur William yang mengaku berasal dari Bekasi dan datang bersama rombongan touring moge bersama kawan-kawannya.
Sementara itu, salah seorang pengunjung lokal, juga mengaku tertarik mendatangi lokasi tersebut karena sedang banyak diperbincangkan di media sosial.
"Awalnya penasaran, karena belum pernah dengar ada tempat ini sebelumnya. Akhirnya ke sini ajak suami, mumpung sedang liburan," tutur Octavia, pengunjung asal Tempel, lokasi yang hanya berjarak sekitar 10 kilometer dari Raja Durian. [Antara]