Array

Alasan WWF Indonesia Kampanye Imlek Bebas Hiu

Rabu, 25 Januari 2017 | 16:49 WIB
Alasan WWF Indonesia Kampanye Imlek Bebas Hiu
Ilustrasi sup sirip hiu. (Shutterstock)

Suara.com - Ikan hiu kerap diburu karena dianggap kaya akan manfaat. Hampir semua bagian tubuh bisa gunakan untuk keperluan manusia.

Bagian siripnya menjadi santapan istimewa kaum berkocek tebal. Ada pula yang beranggapan bahwa minyak ikan hiu bisa mencerahkan wajah dan melindungi kulit dari risiko penuaan. Sayangnya belum ada penelitian yang mendukung anggapan ini.

Menurut Dharmadi, perwakilan dari Pusat Penelitian dan Pengembangan Kementerian Kelautan dan Perikanan, daging hiu justru memiliki kandungan merkuri yang cukup tinggi.

Padahal, merkuri merupakan salah satu zat yang berbahaya bagi kesehatan. Dampak negatifnya, kata Dharmadi, dapat menyebabkan gangguan dan kerusakan pada otak.

"Menurut penelitian, paparan merkuri jangka panjang bisa merugikan kesehatan. Bisa berakibat kelumpuhan," ujar dia pada diskusi yang diselenggarakan WWF Indonesia bertema #ImlekBebasHiu di Jakarta, Rabu (25/1/2017).

Ia menambahkan, dalam satu mangkok daging hiu atau setara dengan 40 gram, memiliki kandungan merkuri di ambang batas. Padahal WHO menetapkan kandungan merkuri yang aman dibawah kadar 0.5 ppm.

"Selain itu, daging hiu juga memiliki kandungan urea yang cukup tinggi. Dan bisa dibayangkan bagaimana efeknya jika mengonsumsi ikan hiu," tambah dia.

WWF Indonesia terus mengampanyekan #SOSharks atau kependekan dari Save Our Sharks dalam upaya menghentikan penjualan hiu di pasar swalayan, toko online dan restoran.

Hal ini dilatarbelakangi fakta bahwa hiu adalah salah satu spesies yang tergolong dalam kategori terancam hingga mendekati kepunahan berdasarkan daftar Convention on International Trade in Endangered Species of Wild Fauna and Flora (CITES).

Baca Juga: Ini Mengapa Sirip Ikan Hiu Jadi Menu Istimewa Saat Imlek

Menjelang perayaan Imlek yang menjadikan sirip hiu sebagai salah satu menu yang paling sering dihidangkan. WWF mengajak agar masyarakat tidak mengonsumsi sirip hiu dan produk olahan hiu lainnya melalui tagar #ImlekTanpaHiu.

"Lebih menjurus kepada aksi untuk menahan tingkat konsumsi. Jadi puasa makan hiu dulu sampai populasi hiu tinggi," ungkap Imam Musthofa selaku Sunda Banda Seascapes and Fisheries Leader WWF Indonesia.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Tahu Kalian Tentang Game of Thrones? Ada Karakter Kejutan dari Prekuelnya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kalau Masalah Hidupmu Diangkat Jadi Film Indonesia, Judul Apa Paling Cocok?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Satu Frekuensi Selera Musikmu dengan Pasangan?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA Kelas 12 SMA Soal Matematika dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Inggris Kelas 9 SMP dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Beneran Orang Solo Apa Bukan?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pemula atau Suhu, Seberapa Tahu Kamu soal Skincare?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA: Soal Matematika Kelas 6 SD dengan Jawaban dan Pembahasan Lengkap
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Tahu Kamu Soal Transfer Mauro Zijlstra ke Persija Jakarta? Yuk Uji Pengetahuanmu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Fun Fact Nicholas Mjosund, Satu-satunya Pemain Abroad Timnas Indonesia U-17 vs China
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 10 Soal Matematika Materi Aljabar Kelas 9 SMP dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI