Pengakuan Nazma Soal Penggunaan Jilbab di Amerika

Dythia Novianty, Dinda Rachmawati

Rabu, 22 Februari 2017 | 19:08 WIB
Pengakuan Nazma Soal Penggunaan Jilbab di Amerika
Ilustrasi menggunakan jilbab. [Shutterstock]

Suara.com - Mereka yang tidak memiliki pengetahuan, mungkin akan menganggap penutup kepala yang sering digunakan perempuan muslim adalah simbol dari penindasan. Namun, jika Anda memahaminya, anggapan tersebut adalah sebua kesalahan.

Kata jilbab berarti 'batasan' atau 'penghalang' bagi mereka yang melihat dan tidak mengenakannya, namun, dalam Islam, jilbab memegang arti yang lebih luas. Memakai jilbab merupakan bagian dari prinsip kesederhanaan dan privasi, yang mencakup perilaku serta pakaian, baik untuk perempuan maupun lelaki.

Nazma Khan, pendiri Hari Jilbab Dunia atau World Hijab Day mengatakan bahwa dirinya mulai mengenakan jilbab ketika dia berusia 11 tahun.

"Tidak ada yang benar-benar mengatakan kepada saya untuk mengenakan jilbab. Saya membuat keputusan itu secara sadar pada usia dini, ketika aku melihat betapa cantik dan anggunnya ibuku, kakakku, dan nenekku dengan jilbab mereka," ungkap dia.

Mungkin banyak yang berpikir, mereka yang mengenakan jilbab karena mereka memang harus memakainya atau banyak pula yang tidak ingin penutup kepala sebagai bagian dari kehidupan mereka. Namun, Nazma tidak pernah melawan memakainya.

Setelah peristiwa 9/11, tingkat diskriminasi semakin tinggi. Perempuan Muslim merasa sangat takut untuk pergi keluar mengenakan jilbab.

"Saya pernah berhenti memggunakan jilbab selama satu hari setelah peristiwa 9/11. Tapi saya merasa ada sesuatu yabg berbeda ketika keluar tanpa jilbab. Saya merasa ada yang tidak lengkap dan hati saya seakan mati. Jadi, saya memutuskan untuk memakai jilbab kembali. Pada hari berikutnya dan tidak pernah meninggalkannya lagi," kata dia.

Kebiasaan mengenakan jilbab setiap hari berarti banyak hal untuk Nazma. Jilbab membuat dirinya merasa diberdayakan, dengan menempatkan iman dalam dirinya dan menjadikan identitas sebagai perempuan Muslim.

Jilbab juga memberikan pedoman bagaimana Nazma ingin berperilaku. Setiap hari, kata dia, jilbab mengingatkan dia untuk menjadi pribadi yang sederhana, baik, dan jujur ​​dalam hubungannya dengan dunia.

baca juga

"Jilbab juga membuat saya sadar bahwa ada tujuan yang lebih besar dalam hidup yang saya butuhkan, seperti bekerja setiap hari untuk membuat dunia ini menjadi tempat yang lebih baik. Jilbab adalah pengingat memuaskan," ujarnya.

Bagaimana orang percaya jilbab adalah salah satu simbol penindasan? Jilbab, kata dia, sangat jauh dari hal tersebut.

"Saya melihat jilbab sebagai simbol kebebasan karena dengan itu, saya tidak lagi harus mematuhi standar yang diharapkan masyarakat, sesuai dengan apa yang dipamerkan oleh majalah, TV atau gaya hidup selebriti," ungkap dia.

Selain itu, Nazma menambahkan, jilbab juga memberinya kebebasan menetapkan standar sendiri, untuk hidup tanpa khawatir tentang apa yang dunia katakan, yang baginya itu sangat membebaskan.

Mereka yang bingung tentang apa itu jilbab, kata Nazma, jangan ragu untuk bertanya pada perempuan Muslim yang memakainya.

"Anda bisa mendapatkan kebenaran dari sumbernya secara langsung," ujar dia.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Dilarang Pakai Jilbab, Guru Ini Dapat Rp123 Juta

Dilarang Pakai Jilbab, Guru Ini Dapat Rp123 Juta

News | Jum'at, 10 Februari 2017 | 12:48 WIB

300 Polwan Berhijab Dikerahkan Amankan Demo 4 November

300 Polwan Berhijab Dikerahkan Amankan Demo 4 November

News | Kamis, 03 November 2016 | 06:19 WIB

Skotlandia Bikin Kebijakan Baru Buat Polwan Muslimah

Skotlandia Bikin Kebijakan Baru Buat Polwan Muslimah

News | Kamis, 25 Agustus 2016 | 20:04 WIB

Politisi PKS: Alhamdulillah, Aturan Polwan Berjilbab Sudah Keluar

Politisi PKS: Alhamdulillah, Aturan Polwan Berjilbab Sudah Keluar

News | Kamis, 26 Maret 2015 | 10:31 WIB

MK Jerman: Guru Boleh Pakai Jilbab saat Mengajar

MK Jerman: Guru Boleh Pakai Jilbab saat Mengajar

News | Sabtu, 14 Maret 2015 | 15:42 WIB

Terkini

Rombongan Jurnalis Hilang di Perairan Anak Krakatau, PFI Siaga Penuh Bantu Pencarian

Rombongan Jurnalis Hilang di Perairan Anak Krakatau, PFI Siaga Penuh Bantu Pencarian

Jabar | Selasa, 08 September 2026 | 23:51 WIB

Terima Suap 148 Juta Mantan Gubernur di China Divonis Mati Plus Dimiskinkan

Terima Suap 148 Juta Mantan Gubernur di China Divonis Mati Plus Dimiskinkan

News | Selasa, 08 September 2026 | 23:30 WIB

Bawa 5 Jurnalis ke Gunung Anak Krakatau, Tour Guide Hilang Usai Sempat Kabari Sang Istri

Bawa 5 Jurnalis ke Gunung Anak Krakatau, Tour Guide Hilang Usai Sempat Kabari Sang Istri

Banten | Selasa, 08 September 2026 | 23:23 WIB

Langkah Pemkab Badung Ajukan Kasasi Atas Gugatan BTS Dinilai Tepat

Langkah Pemkab Badung Ajukan Kasasi Atas Gugatan BTS Dinilai Tepat

Bali | Selasa, 08 September 2026 | 23:12 WIB

Bank Jateng Sukoharjo Beri Tips untuk Anak Muda : Jangan Mudah Tergoda Judol dan Pinjol demi Fomo

Bank Jateng Sukoharjo Beri Tips untuk Anak Muda : Jangan Mudah Tergoda Judol dan Pinjol demi Fomo

Surakarta | Selasa, 08 September 2026 | 23:07 WIB

Heboh Air Keran Berbusa di Surabaya, Gempar Jatim Tantang PDAM: Tak Cukup Hanya Minta Maaf!

Heboh Air Keran Berbusa di Surabaya, Gempar Jatim Tantang PDAM: Tak Cukup Hanya Minta Maaf!

Jatim | Selasa, 08 September 2026 | 22:54 WIB

Purbaya Ikut Bingung Data Desil BPS, Pilih Pakai Versi Lama Jika Tetap Ngaco

Purbaya Ikut Bingung Data Desil BPS, Pilih Pakai Versi Lama Jika Tetap Ngaco

Bisnis | Selasa, 08 September 2026 | 22:26 WIB

Kampus Ini Dorong Mahasiswa Siap Kerja Sejak Hari Pertama Kuliah

Kampus Ini Dorong Mahasiswa Siap Kerja Sejak Hari Pertama Kuliah

Lifestyle | Selasa, 08 September 2026 | 22:24 WIB

Jumlah Pengguna Capcut Tembus 660 Juta, Tersebar di 170 Negara

Jumlah Pengguna Capcut Tembus 660 Juta, Tersebar di 170 Negara

Tekno | Selasa, 08 September 2026 | 22:20 WIB

43 Ribu Anak Jadi Korban, Amnesty Internasional Desak Polisi Usut Pidana Keracunan MBG

43 Ribu Anak Jadi Korban, Amnesty Internasional Desak Polisi Usut Pidana Keracunan MBG

News | Selasa, 08 September 2026 | 22:15 WIB

×