Riset: Angkutan Umum Lebih Diminati Perempuan Ketimbang Lelaki

Ririn Indriani | Suara.com

Minggu, 26 Maret 2017 | 23:13 WIB
Riset: Angkutan Umum Lebih Diminati Perempuan Ketimbang Lelaki
Bus Transjakarta melintas di kawasan Harmoni, Jakarta, Sabtu (7/1).

Suara.com - Ternyata pengguna kendaraan umum di Jabodetabek lebih banyak dua kali lipat dibanding dengan daerah lain di Indonesia.

Berdasarkan hasil riset yang didapat dari Inside.ID, sebuah platform riset di bawah naungan NonFiction Market Research Agency, sebanyak 33 persen warga Jabodetabek memilih menggunakan kendaraan umum sebagai moda transportasi ke kantor, dan hanya 14 persen warga di luar Jabodetabek yang lebih memilih kendaraan umum.

“Sebagai kawasan megapolitan, Jabodetabek menghadapi masalah kemacetan yang luar biasa. Kemacetan ini yang membuat waktu tempuh menggunakan kendaraan umum lebih lama dibandingkan dengan kendaraan pribadi," ucap Andres Christian, Head of Creative Research Inside.ID. dalam siaran persnya.

Uniknya, lanjut dia, masyarakat Jabodetabek tetap banyak yang menggunakan kendaraan umum dibanding daerah lain. Alasannya, banyak responden merasa kelelahan jika menyetir sendiri dan menggunakan kendaraan umum dirasa lebih ekonomis.

Andres juga mengatakan bahwa hasil riset mengenai pilihan moda transportasi ke kantor yang diadakan pada Semester kedua tahun 2016 menunjukan bahwa persentase perempuan menggunakan kendaraan umum lebih banyak dibandingkan dengan lelaki.

“Sebanyak 33 persen responden wanita memilih menggunakan kendaraan umum, hanya 14 persen responden pria yang menggunakan kendaraan umum menuju kantor. Faktor kenyamanan adalah salah satu alasan kenapa lebih banyak wanita memilih kendaraan umum dibanding pria,” tambahnya.

Pertimbangan Beralih Menggunakan Kendaraan Umum
Berdasarkan riset yang sama, dari responden di seluruh Indonesia, peringkat pertama kendaraan yang paling sering digunakan untuk bekerja adalah motor sebanyak 62 persen, lalu kendaraan umum sebanyak 26 persen, dan terakhir mobil sebesar 12 persen.

“Berdasarkan hasil survei kami, kendaraan umum yang paling diminati untuk digunakan ke kantor adalah bus atau angkot 62 persen, kereta commuter line (KRL) 16 persen, dan ojek 12 persen,” ujar Andres.

Sejak 2004 pemerintah mulai membenahi sistem transportasi massal seperti membuat Transjakarta dan inovasi pembayaran elektronik untuk kereta commuter line pada 2013, agar memudahkan masyarakat. Melihat banyaknya inovasi dan perbaikan yang dilakukan pemerintah, apakah pengguna mobil dan motor tertarik untuk beralih menggunakan kendaraan umum?

Ternyata sebanyak 81 persen pengguna mobil pribadi pernah mempertimbangkan untuk menggunakan kendaraan umum. Alasannya cukup bervariasi, tetapi mayoritas beralasan bahwa  dengan menggunakan kendaraan umum mereka bisa menghemat uang dan waktu.

Selain itu juga terkadang kendaraan umum dipilih ketika mereka malas membawa mobil pribadi. Di sisi lain, ternyata antusias pengguna motor tidak sebesar mereka yang menggunakan mobil.

Hanya sekitar 54 persen yang pernah mempertimbangkan untuk beralih ke kendaraan umum. Mengejutkannya, sebagian besar mereka yang mempertimbangkan kendaraan umum memiliki alasan untuk mengurangi kemacetan.

Namun, mereka masih belum beralih menggunakan kendaraan umum. Menurut Andres, salah faktor penyebab keengganan pengguna kendaraan pribadi untuk beralih menggunakan kendaraan umum adalah belum terintegrasinya feeder (angkot/mikrolet) ke halte Transjakarta ataupun stasiun.

“Salah satu problem untuk menggunakan kendaraan umum adalah belum terintegrasinya feeder dari rumah menuju halte atau stasiun. Memang sudah banyak warga Jabodetabek yang menggunakan kendaraan umum, tetapi angka ini masih kurang banyak untuk bisa menyelesaikan kemacetan lalu lintas,” tutup Andres.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Keren, Bogor Pelopori Peraturan Ojek 'Online'

Keren, Bogor Pelopori Peraturan Ojek 'Online'

News | Jum'at, 24 Maret 2017 | 23:11 WIB

21 Orang Diduga Terlibat Bentrok Angkot dengan Ojek

21 Orang Diduga Terlibat Bentrok Angkot dengan Ojek

News | Jum'at, 10 Maret 2017 | 04:23 WIB

Perkuat Sektor Transportasi, Indonesia Gandeng Swedia

Perkuat Sektor Transportasi, Indonesia Gandeng Swedia

Bisnis | Rabu, 05 Oktober 2016 | 17:37 WIB

Langgar Aturan, Belasan Sopir Angkot Ini Dihukum Menyanyi

Langgar Aturan, Belasan Sopir Angkot Ini Dihukum Menyanyi

News | Jum'at, 19 Agustus 2016 | 22:06 WIB

Terkini

Pilih yang Sesuai Kebutuhan, Ini Perbandingan Manfaat Asuransi All Risk vs TLO

Pilih yang Sesuai Kebutuhan, Ini Perbandingan Manfaat Asuransi All Risk vs TLO

Lifestyle | Rabu, 15 April 2026 | 14:30 WIB

Parfum HMNS Apa yang Wangi Tahan Lama? Cek 6 Rekomendasi Terbaiknya

Parfum HMNS Apa yang Wangi Tahan Lama? Cek 6 Rekomendasi Terbaiknya

Lifestyle | Rabu, 15 April 2026 | 14:15 WIB

5 Rekomendasi Moisturizer dari Brand Lokal untuk Mencerahkan Kulit

5 Rekomendasi Moisturizer dari Brand Lokal untuk Mencerahkan Kulit

Lifestyle | Rabu, 15 April 2026 | 13:15 WIB

Physical vs Chemical Sunscreen, Mana yang Lebih Aman untuk Bumil? Cek 5 Rekomendasinya

Physical vs Chemical Sunscreen, Mana yang Lebih Aman untuk Bumil? Cek 5 Rekomendasinya

Lifestyle | Rabu, 15 April 2026 | 12:35 WIB

Alasan Pelecehan Digital Mahasiswa FH UI Disebut Kekerasan Seksual

Alasan Pelecehan Digital Mahasiswa FH UI Disebut Kekerasan Seksual

Lifestyle | Rabu, 15 April 2026 | 12:27 WIB

Kemenkes Rilis Aturan Label Gizi, Minuman Kekinian Kini Punya Rapor dari A Hingga D

Kemenkes Rilis Aturan Label Gizi, Minuman Kekinian Kini Punya Rapor dari A Hingga D

Lifestyle | Rabu, 15 April 2026 | 12:16 WIB

Mengenal Rape Culture Pyramid, Jangan seperti 16 Mahasiswa FH UI Pelaku Pelecehan Seksual

Mengenal Rape Culture Pyramid, Jangan seperti 16 Mahasiswa FH UI Pelaku Pelecehan Seksual

Lifestyle | Rabu, 15 April 2026 | 12:15 WIB

6 Tips Parfum Tahan Lama di Baju, Wangi Tidak Mudah Hilang dan Lebih Awet

6 Tips Parfum Tahan Lama di Baju, Wangi Tidak Mudah Hilang dan Lebih Awet

Lifestyle | Rabu, 15 April 2026 | 11:56 WIB

Menularkan Kepedulian dari Pinggiran Ciliwung: Cara River Ranger Ubah Cara Pandang Terhadap Sungai

Menularkan Kepedulian dari Pinggiran Ciliwung: Cara River Ranger Ubah Cara Pandang Terhadap Sungai

Lifestyle | Rabu, 15 April 2026 | 11:30 WIB

4 Rekomendasi Sabun Cuci Muka dari Brand Lokal untuk Pudarkan Flek Hitam

4 Rekomendasi Sabun Cuci Muka dari Brand Lokal untuk Pudarkan Flek Hitam

Lifestyle | Rabu, 15 April 2026 | 11:27 WIB