Dela Dewi Sayangkan Warga AS Tahunya Batik dari Afrika

Tomi Tresnady

Minggu, 02 April 2017 | 16:46 WIB
Dela Dewi Sayangkan Warga AS Tahunya Batik dari Afrika
Dela Dewi. [Instagram @deladewi]

Suara.com - Dela Dewi, seorang fashion stylist yang tinggal di Los Angeles, Amerika Serikat, kini sedang sibuk melakukan pemotretan di Los Angeles dan mempersiapkan pemotretan fashion di beberapa negara Eropa pada bulan depan untuk kebutuhan fashion blog miliknya bernama FashionFrequency.com.

Berbicara soal corak busana yang sedang tren di AS, Dela mengungkapkan motif tribals, bohemian dan jumputan (orang Indonesia menyebutnya Batik) masih cukup digemari di Amerika. Namun, tentu desain dan gayanya sudah beradaptasi dengan selera orang Amerika.

“Contohnya ada local brand terkenal di Amerika seperti Antroplogie, Urban Fitters, Free People, mereka senang memakai motif batik,” ujarnya dalam sebuah kesempatan berbincang melalui aplikasi pesan WhatsApp. 

Dia menambahkan, “Tidak hanya terbatas dengan lingkupan fashion saja, mereka juga terkadang memasukan design batik ke dalam home decor produk mereka.”

Menurutnya, batik cukup terkenal di Amerika. Mungkin karena orang Amerika mengetahui juga jika orang Afrika memakai batik dengan sebutan batik Afrika.

Dia sangat menyayangkan karena sebenarnya batik berasal dari Indonesia. Orang Amerika lebih mengenal dengan sebutan batik dari Afrika ketimbang batik dari Indonesia.

“Ada juga American fashion designer terkenal, Michael Kors memasukan motif batik untuk rancangan cover baju berenang dan Diane von Furstenberg juga pernah mengeluarkan baju model kaftan silk dan chiffon dengan modifikasi print batik,” katanya.

Dia menyebut beberapa artis Hollywood yang keranjingan mengenakan busana motif batik. “Setahu saya beberapa artis Hollywood yang menyukai batik diantaranya Heidi Klum, Jessica Alba, Reese Witherspoon hingga Gwen Stefani.”

baca juga

Dela mengungkapkan, Indonesia Indonesia sangat kaya akan desain batik dan tribal karena negara kita mempunyai kultur budaya beragam yang tidak dimiliki oleh negara lain.

Dia sering melihat fashion designer Indonesia, Biyan, mempromosikan baju karyanya di shopping online dari Milan dengan harga ribuan dollar Amerika Serikat.

“Saya melihat begitu banyak fashion designer Indonesia muda muda yang sungguh berbakat dengan karya rancangan busana mereka, sangat disayangkan jika mereka tidak mencoba merambah pasarnya ke benua lainnya,” katanya.

Jika memungkinkan, Dela bersedia membantu memberikan informasi yang diperlukan mengenai penjualan dan segala sesuatunya mengenai fashion di Amerika khususnya di Los Angeles.

Selama berkarier di LA, Dela tak melulu fokus untuk urusan duniawi, dia pun menjadi salah satu filantropi dengan mengumpulkan dana hasil penjualan baju bekas.

“Uangnya diberikan kepada warga yang tak memiliki rumah di kawasan LA. Sebagian juga diserahkan ke yayasan yatim piatu di Indonesia,” ujar Dela yang telah tinggal bersama suami bulenya di LA.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Terkini

Menyoal PHK 178 Buruh Garmen di Cimahi, Dedi Mulyadi Minta Pekerja Fleksibel Ikuti Peta Industri

Menyoal PHK 178 Buruh Garmen di Cimahi, Dedi Mulyadi Minta Pekerja Fleksibel Ikuti Peta Industri

Jabar | Rabu, 05 Agustus 2026 | 23:28 WIB

Kronologi Misteri Jasad Mutilasi dalam Karung di Pancoran Mas Depok

Kronologi Misteri Jasad Mutilasi dalam Karung di Pancoran Mas Depok

Jabar | Rabu, 05 Agustus 2026 | 23:12 WIB

Final Piala Presiden 2026 Antara Persib vs Persebaya Digelar Tanpa Penonton, Ini Alasannya

Final Piala Presiden 2026 Antara Persib vs Persebaya Digelar Tanpa Penonton, Ini Alasannya

Bola | Rabu, 05 Agustus 2026 | 23:10 WIB

Potongan Kaki Masih Dicari, Polisi Buru Motif Pelaku Mutilasi Pria Tanpa Identitas di Depok

Potongan Kaki Masih Dicari, Polisi Buru Motif Pelaku Mutilasi Pria Tanpa Identitas di Depok

Bogor | Rabu, 05 Agustus 2026 | 23:05 WIB

Lawan Kejagung dan Polri, Sidang Perdana Praperadilan Febrie Digelar Usai HUT RI

Lawan Kejagung dan Polri, Sidang Perdana Praperadilan Febrie Digelar Usai HUT RI

News | Rabu, 05 Agustus 2026 | 23:03 WIB

Waktu Istirahat Minim Jelang Final, Pelatih Persib: Mari Kita Lihat Siapa yang Bisa Bertahan

Waktu Istirahat Minim Jelang Final, Pelatih Persib: Mari Kita Lihat Siapa yang Bisa Bertahan

Jabar | Rabu, 05 Agustus 2026 | 23:00 WIB

Gubernur Andra Soni Sebut Gedung Baru DPD RI Rp4,1 M Kebutuhan Daerah, Bukan Senator

Gubernur Andra Soni Sebut Gedung Baru DPD RI Rp4,1 M Kebutuhan Daerah, Bukan Senator

Banten | Rabu, 05 Agustus 2026 | 22:55 WIB

Pelaku Mutilasi Depok Semula Korban? Polisi Diminta Uji Klaim Percobaan Pelecehan

Pelaku Mutilasi Depok Semula Korban? Polisi Diminta Uji Klaim Percobaan Pelecehan

News | Rabu, 05 Agustus 2026 | 22:49 WIB

Soroti Kasus 46 Juta Obat Ilegal di Tangsel, DPR: Bongkar Mata Rantai Distribusi Sampai ke Akar!

Soroti Kasus 46 Juta Obat Ilegal di Tangsel, DPR: Bongkar Mata Rantai Distribusi Sampai ke Akar!

News | Rabu, 05 Agustus 2026 | 22:37 WIB

BRI Perkuat Sinergi dengan Ditjenpas DIY Melalui Optimalisasi Layanan Pemasyarakatan

BRI Perkuat Sinergi dengan Ditjenpas DIY Melalui Optimalisasi Layanan Pemasyarakatan

Bri | Rabu, 05 Agustus 2026 | 22:28 WIB

×