Di Suku Ini Lelaki Hanya Jadi Pejantan, Perempuan yang Berkuasa

Liberty Jemadu

Minggu, 02 April 2017 | 19:38 WIB
Di Suku Ini Lelaki Hanya Jadi Pejantan, Perempuan yang Berkuasa
Seorang perempuan Mosuo sedang menenun di Lijiang, Yunan, Cina (Shutterstock).

Suara.com - Di sebuah lembah di Yunan, Cina, tepatnya di bawah kaki pegunungan Himalaya, hidup sebuah suku purba bernama Mosuo. Meski kolot, suku ini hidup dalam apa yang oleh masyarakat modern disebut cara hidup progresif.

Masyarakaat Mosuo hidup dalam tradisi matriarki yang sangat ekstrem. Anak-anak di suku ini tak mengenal konsep tentang ayah atau kakek. Tak ada pernikahan. Tak ada konsep keluarga inti - ayah, ibu, dan anak - seperti yang kita kenal.

Bagi masyarakat Mosuo perempuan adalah yang paling berkuasa. Saat santap malam, nenek atau perempuan tertua dalam satu rumah akan duduk di kepala meja, dikelilingi oleh putri dan putra yang tinggal bersamanya, demikian juga cucu-cucu, anak dari puteri-puterinya.

"Pernikahan berjalan"

Di suku yang mayoritas menganut agama Budha Tibet ini  lelaki tak lebih dari pejantan; pendonor sperma, yang bertugas membuahi perempuan. Lelaki tak terlibat dalam membesarkan anak.

Perempuan dalam masyarakat Mosuo setara derajatnya dengan lelaki. Perempuan, demikian juga lelaki, bisa memiliki lebih dari satu pasangan seksual. Tetapi anak-anak dibesarkan dalam rumah yang dipimpin oleh perempuan.

Perempuan dan lelaki di suku yang hidup di sekitar Danau Lugu mempraktekkan apa yang dinamakan "pernikahan berjalan", sebuah konsep hubungan antara kekasih yang dikenal sebagai "axia".

Saat akan berhubungan seks, seorang lelaki akan menggantungkan topinya di depan kamar atau kediaman seorang perempuan. Itu tandanya, tak ada lelaki lain yang diizinkan masuk. Hubungan ini bisa berlangsung lama: mulai dari satu malam hingga ke hubungan seumur hidup.

Tetapi yang perlu diingat, pasangan tidak tinggal dalam satu rumah dan tak ada ritual resmi. Begitu saja.

"Bagi perempuan Mosuo, axia hanyalah cara untuk mencari kesenangan dari kerasnya kehidupan setiap hari, sekaligus juga untuk mencari pendonor sperma," kata Choo Waihong, penulis buku "The Kingdom of Women" (2017), yang berkisah tentang kehidupan komunitas Mosuo.

Bahkan perempuan Mosuo tak mau berepot-repot mencari tahu siapa ayah dari anak-anak mereka. Tak ada stigma negatif dibebankan kepada mereka akan hal ini.

Selain itu dalam suku Mosuo, perempuan berhak atas harta dan pemilik hak waris. Tak hanya itu, mereka juga menanam benih di sawah atau kebun, mengurus rumah, memasak, membersihkan, dan memelihara anak.

Lelaki feminis

Lelaki membantu dalam pekerjaan-pekerjaan berat, seperti membajak, membangun dan memperbaiki rumah, dan membunuh hewan. Lelaki juga dilibatkan dalam musyawarah keluarga, tetapi keputusan terakhir tetap di tangan nenek atau perempuan tertua di rumah.

Meski tak punya tanggung jawab sebagai ayah, lelaki Mosuo punya tanggung jawab sebagai paman bagi anak saudari-saudari mereka. Saudara lelaki perempuan tertua di rumah bahkan memainkan peran sebagai orang paling berkuasa kedua di dalam rumah.

"Dari segala sisi, lelaki Mosuo adalah feminis," kata Waihong, "Anak-anak lelaki merawat saudara-saudara mereka yang masih bayi. Seorang lelaki tua Mosuo pernah menyuruh saya menunggu, untuk melakukan pembicaraan bisnis, sampai dia selesai memandikan dan mengganti popok bayi kembar dalam keluarganya," kenang Waihong.

Tak adanya pernikahan dan konsep ayah, hubungan antara lelaki dan perempuan hanya didasarkan cinta atau kesenangan semata.

"Semua perempuan Mosuo pada dasarnya lajang," kata Waihong.

Meski demikian, karena hidup berpusat pada ibu, maka memiliki anak bagi perempuan Mosuo sangat penting. Para gadis remaja Mosuo sangat ingin memiliki anak.

"Ketika menjadi ibu, hidup seperti sudah sempurna," imbuh Waihong.

Lalu apa yang terjadi ketika seorang perempuan tak memiliki anak? Bagaimana jika mereka cuma memiliki anak lelaki?

"Mereka akan secara resmi mengadopsi anak. Lebih sering mengadopsi anak sepupu dari garis keturunan ibu," beber Waihong.

Tetapi kini perubahan mulai terasa. Sejak aliran turis dari kota mulai masuk di awal era 1990an, diiringi dengan pembangunan infrastruktur seperti jalan dan bandara, cara hidup suku Mosuo mulai ditinggalkan oleh generasi mudanya.

Separuh perempuan Mosuo berusia 30an tahun sudah tinggal dan menikah bersama lelaki pasangan mereka. Mereka memiliki anak dan tinggal bersama. Sebagian kecil lelaki dan perempuan dalam komunitas itu juga menikah dengan orang dari luar komunitas Mosuo dan pergi ke kota lain. (The Guardian)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Membongkar Ketimpangan Patriarki Tanpa Harus Membenci Laki-Laki, Bisakah?

Membongkar Ketimpangan Patriarki Tanpa Harus Membenci Laki-Laki, Bisakah?

Your Say | Rabu, 16 September 2026 | 19:25 WIB

Keberuntungan dan Karakter Shio Kelinci, Lembut tapi Punya Kekuatan Tersembunyi

Keberuntungan dan Karakter Shio Kelinci, Lembut tapi Punya Kekuatan Tersembunyi

Lifestyle | Kamis, 27 Agustus 2026 | 14:39 WIB

Gerbang Gaib Terbuka! Ini 10 Pantangan Selama Bulan Hantu Tionghoa yang Harus Kamu Tahu

Gerbang Gaib Terbuka! Ini 10 Pantangan Selama Bulan Hantu Tionghoa yang Harus Kamu Tahu

Lifestyle | Rabu, 26 Agustus 2026 | 15:58 WIB

Rahasia Bisnis Orang Cina, Arab, dan India: Dagang itu Gak Mudah Lho!

Rahasia Bisnis Orang Cina, Arab, dan India: Dagang itu Gak Mudah Lho!

Your Say | Minggu, 23 Agustus 2026 | 17:15 WIB

Lawan Patriarki! 5 Novel Populer Ini Berisi tentang Kritik Feminisme

Lawan Patriarki! 5 Novel Populer Ini Berisi tentang Kritik Feminisme

Your Say | Rabu, 12 Agustus 2026 | 16:05 WIB

Mengapa The Yellow Wallpaper Dianggap Karya Sastra dengan Kritik Feminisme?

Mengapa The Yellow Wallpaper Dianggap Karya Sastra dengan Kritik Feminisme?

Your Say | Rabu, 05 Agustus 2026 | 18:45 WIB

Tampang Saepul Penjual Piscok Pelaku Mutilasi di Depok

Tampang Saepul Penjual Piscok Pelaku Mutilasi di Depok

News | Rabu, 05 Agustus 2026 | 16:20 WIB

Sembunyi di Bawah Meja Demi Nyawa: Tragedi Mei 1998 Lewat Mata Bocah Cina

Sembunyi di Bawah Meja Demi Nyawa: Tragedi Mei 1998 Lewat Mata Bocah Cina

Your Say | Sabtu, 01 Agustus 2026 | 12:25 WIB

Laut China Selatan Jadi Rebutan, RI Diminta Tak Lupakan Potensi Ekonomi Natuna

Laut China Selatan Jadi Rebutan, RI Diminta Tak Lupakan Potensi Ekonomi Natuna

Bisnis | Sabtu, 25 Juli 2026 | 20:00 WIB

Review The Nine Moons of Han Yu and Luli: Perjalanan 2 Anak Melintasi Waktu

Review The Nine Moons of Han Yu and Luli: Perjalanan 2 Anak Melintasi Waktu

Your Say | Minggu, 19 Juli 2026 | 11:14 WIB

Terkini

Resmi di Indonesia! Redmi Note 17 Pro Max Bawa Baterai Jumbo 10.000 mAh

Resmi di Indonesia! Redmi Note 17 Pro Max Bawa Baterai Jumbo 10.000 mAh

Your Say | Sabtu, 26 September 2026 | 20:00 WIB

4 Pore Tightening Toner Atasi Tekstur Kasar dan Bruntusan Kulit Berminyak

4 Pore Tightening Toner Atasi Tekstur Kasar dan Bruntusan Kulit Berminyak

Your Say | Sabtu, 26 September 2026 | 19:35 WIB

Demi Penuhi Standar, Kendal Tornado FC Bantu Lampu Stadion Sriwedari Rp 1 Miliar

Demi Penuhi Standar, Kendal Tornado FC Bantu Lampu Stadion Sriwedari Rp 1 Miliar

Surakarta | Sabtu, 26 September 2026 | 19:34 WIB

Dari Kuliner hingga Hiburan, Travel Agent Bandung Mulai Lirik Kawasan Wisata Ini di Ibu Kota

Dari Kuliner hingga Hiburan, Travel Agent Bandung Mulai Lirik Kawasan Wisata Ini di Ibu Kota

Lifestyle | Sabtu, 26 September 2026 | 19:13 WIB

Akademisi Diajak Kontribusikan Gagasan untuk Jakarta Vision

Akademisi Diajak Kontribusikan Gagasan untuk Jakarta Vision

Bisnis | Sabtu, 26 September 2026 | 19:06 WIB

Ada Perbaikan Jalan, Akses Jalan Kunir Kota Tua Ditutup Mulai Minggu Malam! Ini Rute Alternatifnya

Ada Perbaikan Jalan, Akses Jalan Kunir Kota Tua Ditutup Mulai Minggu Malam! Ini Rute Alternatifnya

News | Sabtu, 26 September 2026 | 19:05 WIB

Buku All The Bright Places, Meruntuhkan Stigma Negatif Isu Mental Health

Buku All The Bright Places, Meruntuhkan Stigma Negatif Isu Mental Health

Your Say | Sabtu, 26 September 2026 | 19:00 WIB

Bebas Bersyarat Bechi Dinilai Janggal, Komnas Perempuan Desak Transparansi Data

Bebas Bersyarat Bechi Dinilai Janggal, Komnas Perempuan Desak Transparansi Data

Video | Sabtu, 26 September 2026 | 19:00 WIB

Buntut 198 Siswa dan Guru Tumbang Usai Santap MBG, SPPG di Tulungagung Disetop 20 Hari

Buntut 198 Siswa dan Guru Tumbang Usai Santap MBG, SPPG di Tulungagung Disetop 20 Hari

Jatim | Sabtu, 26 September 2026 | 18:59 WIB

Ketika Data PISA Berbicara, Narasi Keberhasilan Pendidikan Dipertanyakan

Ketika Data PISA Berbicara, Narasi Keberhasilan Pendidikan Dipertanyakan

Your Say | Sabtu, 26 September 2026 | 18:55 WIB

×