Ini Mengapa Anda Sering Merasa Ingin Kentut di Pesawat

Ririn Indriani, Dinda Rachmawati

Selasa, 11 April 2017 | 19:36 WIB
Ini Mengapa Anda Sering Merasa Ingin Kentut di Pesawat
Ilustrasi. (Shutterstock)

Suara.com - Banyak wisatawan mengeluh tentang peningkatan rasa ingin kentut saat berada dalam pesawat, atau merasa kembung saat mereka dalam penerbangan. Jika Anda juga mengalami hal ini, tak perlu khawatir karena Anda tidak sendirian.

Dan perlu Anda ketahui bahwa keluhan ini dalam istilah medisnya disebut HAFE, singkatan dari High Altitude Flatus Expulsion, yang diciptakan oleh sepasang peneliti pada 1980-an. Mereka juga yang mengamati "lidah dalam pipi", ketika pendaki gunung mengalami perut kembung di dataran tinggi, kata Dr David Shlim, seorang dokter dan mantan presiden dari International Society of Medicine Travel.

HAFE kemungkinan terjadi, karena ada lebih banyak gas di dalam pesawat.

"Kabin pesawat bertekanan antara 6.000 dan 8.000 kaki, bisa membuat perubahan ketinggian yang signifikan bagi tubuh Anda," jelas Shlim kepada HuffPost.

Dan seperti udara dalam botol air, Anda mengembang di ketinggian yang lebih tinggi, gas dalam usus Anda dapat terus terisi di pesawat, mengambil ruang sekitar 30 persen lebih dari biasanya. Karenanya, Anda perlu mengeluarkannya melalui kentut.

"Tekanan udara di pesawat terbang berbeda dari di daratan,” kata Dr Scott Kalish, seorang dokter pengobatan perjalanan di New York City.

Pada orang tertentu, lanjut dia, hal ini bisa mempengaruhi orang untuk mengembangkan lebih banyak gas. Jika kembung dalam penerbangan adalah masalah bagi Anda, ada cara untuk membantu mencegahnya.

Minum air merupakan ide yang baik, terutama ketika Anda terbang, dan menghindari makanan asin dan berlemak untuk membantu memerangi kembung.

Dr Marvin Cooper, seorang dokter pengobatan perjalanan di Manhattan, merekomendasikan untuk Anda mencoba berjalan di sekitar pesawat untuk sedikit 'menggoyangkan' perut Anda.

Kalish juga mengatakan obat antigas berlebih juga bisa meringankan ketidaknyamanan Anda. Dan yang paling penting, biarkan kentut keluar, meskipun Anda merasa canggung.
Peneliti dari University of Copenhagen mencatat bahwa menahan kentut dapat menyebabkan ketidaknyamanan, nyeri dan kembung berlebih. Seiring waktu, kebiasaan ini juga bisa meningkatkan risiko penyakit divertikular kolon, radang usus besar.

Intinya, biarkan kentut Anda 'terbang' dan semua akan baik-baik saja.



Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Terungkap, di Ruangan Inilah Pilot Bisa Tidur dalam Pesawat

Terungkap, di Ruangan Inilah Pilot Bisa Tidur dalam Pesawat

Lifestyle | Sabtu, 25 Maret 2017 | 19:50 WIB

Agar Tahan Lama, Rawat Koper dengan Cara Ini

Agar Tahan Lama, Rawat Koper dengan Cara Ini

Lifestyle | Senin, 26 September 2016 | 08:52 WIB

Perhatikan Ini Sebelum Membeli Koper

Perhatikan Ini Sebelum Membeli Koper

Lifestyle | Minggu, 25 September 2016 | 07:45 WIB

Ini Mengapa Dilarang ke Toilet saat Pesawat Landing dan Take Off

Ini Mengapa Dilarang ke Toilet saat Pesawat Landing dan Take Off

Lifestyle | Jum'at, 22 Juli 2016 | 10:09 WIB

Lima Rahasia Pesawat yang Hanya Diketahui Pilot

Lima Rahasia Pesawat yang Hanya Diketahui Pilot

Lifestyle | Senin, 27 Juni 2016 | 19:15 WIB

Mudah Kesal Saat di Pesawat, Ini Penyebabnya

Mudah Kesal Saat di Pesawat, Ini Penyebabnya

Lifestyle | Selasa, 21 Juni 2016 | 11:40 WIB

Terkini

Mosi Tidak Percaya! Jajaran Wakasek dan Guru SMPN di Subang Mundur Massal

Mosi Tidak Percaya! Jajaran Wakasek dan Guru SMPN di Subang Mundur Massal

Jabar | Rabu, 05 Agustus 2026 | 00:11 WIB

Lolos ke Final Usai Singkirkan Persija, Lucho Keluhkan Lapangan Dipta yang Keras dan Kering

Lolos ke Final Usai Singkirkan Persija, Lucho Keluhkan Lapangan Dipta yang Keras dan Kering

Jabar | Rabu, 05 Agustus 2026 | 00:02 WIB

Singkirkan Arema FC, Persebaya Tantang Persib di Final Piala Presiden 2026

Singkirkan Arema FC, Persebaya Tantang Persib di Final Piala Presiden 2026

Bola | Selasa, 04 Agustus 2026 | 23:55 WIB

Apa Itu Registration Ban FIFA? Ini Penyebab Klub Sriwijaya FC Bisa Dilarang Daftar Pemain

Apa Itu Registration Ban FIFA? Ini Penyebab Klub Sriwijaya FC Bisa Dilarang Daftar Pemain

Sumsel | Selasa, 04 Agustus 2026 | 23:42 WIB

Jejak Kasus Haji Halim Ali, Dari Pengusaha Besar hingga Ahli Waris Kembalikan Rp127 Miliar

Jejak Kasus Haji Halim Ali, Dari Pengusaha Besar hingga Ahli Waris Kembalikan Rp127 Miliar

Sumsel | Selasa, 04 Agustus 2026 | 23:26 WIB

Modus Penimbun Pertalite Terbongkar, Isi BBM Berulang Pakai Barcode Berbeda di SPBU

Modus Penimbun Pertalite Terbongkar, Isi BBM Berulang Pakai Barcode Berbeda di SPBU

Sumsel | Selasa, 04 Agustus 2026 | 22:55 WIB

Geger Temuan Mayat Mutilasi dalam Karung Beras di Pancoran Mas Depok

Geger Temuan Mayat Mutilasi dalam Karung Beras di Pancoran Mas Depok

Jabar | Selasa, 04 Agustus 2026 | 22:53 WIB

Jelang HUT ke-81 RI, Masjid Indonesia Pertama di Kanada Barat Resmi Berdiri

Jelang HUT ke-81 RI, Masjid Indonesia Pertama di Kanada Barat Resmi Berdiri

Lifestyle | Selasa, 04 Agustus 2026 | 22:52 WIB

Diduga Bawa Kabur Kamera Rp200 Juta, DJ Wanita dan Suaminya Dipolisikan di Bogor

Diduga Bawa Kabur Kamera Rp200 Juta, DJ Wanita dan Suaminya Dipolisikan di Bogor

Jabar | Selasa, 04 Agustus 2026 | 22:46 WIB

5 Perubahan Contact Center di Era Generative AI, Tak Lagi Sekadar Layanan Pengaduan

5 Perubahan Contact Center di Era Generative AI, Tak Lagi Sekadar Layanan Pengaduan

Lifestyle | Selasa, 04 Agustus 2026 | 22:42 WIB

×