Array

Pariwisata Indonesia Diperkenalkan di Konferensi Halal Pakistan

Sabtu, 15 April 2017 | 04:26 WIB
Pariwisata Indonesia Diperkenalkan di Konferensi Halal Pakistan
Sejumlah kapal wisatawan di Pulau Padar, Labuan Bajo, Manggarai Barat, NTT, November 2016. (Suara.com/Liberty Jemadu)

Suara.com - Dubes RI untuk Pakistan, Iwan Suyudhie Amri mengatakan, pariwisata Indonesia turut diperkenalkan dalam konferensi halal Pakistan. Konferensi dan pameran internasional yang membahas peluang kerjasama di sektor industri halal itu diselenggarakan oleh Punjab Halal Development Agency (PHDA) pada 10-11 April 2017 lalu, di Hotel Faletti Lahore-Pakistan.

Lahore yang merupakan kota industri dan perdagangan, kembali menjadi tuan rumah yang keenam kali dari acara tersebut. Acara ini sendiri dihadiri oleh berbagai peserta baik dari dalam maupun luar Pakistan.

"Forum ini akan menghasilkan kontribusi positif bagi mendukung pertumbuhan industri halal dunia," kata Iwan Suyudhie yang ikut memberikan sambutan di acara itu, sebagaimana keterangan tertulis yang dilansir Kementerian Luar Negeri di Jakarta, Jumat (14/4/2017).

Kepada para peserta yang mayoritasnya para pelaku industri halal saat itu, Dubes RI menyampaikan mengenai prospek pertumbuhan pasar halal baru seperti Indonesia, Pakistan, Cina, India dan Bangladesh, dengan total populasi penduduk muslim sekitar 748,1 juta jiwa.

"Kita harus agresif menangkap peluang kerjasama perdagangan seperti makanan halal, pakaian, kosmetika dan obat-obatan," sambungnya.

Dubes RI pun menyampaikan tentang sektor industri potensial lainnya yaitu pariwisata halal. Dalam hal ini, Pemerintah RI ditegaskannya telah berkomitmen menjadikan Indonesia sebagai tujuan pariwisata halal dunia.

"Dalam World Halal Tourism Award 2016 di Abu Dhabi, Indonesia meraih 12 penghargaan dari total 16 yang diberikan untuk kategori World's Best Halal Destination dan World's Best Halal Beach Resort," ujar Dubes, yang disambut meriah tepuk tangan hadirin.

Pada konferensi halal tahun ini, PHDA juga mengundang perwakilan dari Dewan Pengawas Syariah Nasional dan Bidang Kerjasama dan Hubungan Luar Negeri Majelis Ulama Indonesia (MUI) untuk berpartisipasi.

"Pakistan cukup agresif memasarkan produk halalnya ke dunia internasional, dan banyak peluang yang dapat dimanfaatkan oleh Indonesia baik dari segi ekspor maupun impor," tutur KH Muhyiddin Junaidi dari MUI. [Antara]

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Pemula atau Suhu, Seberapa Tahu Kamu soal Skincare?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA: Soal Matematika Kelas 6 SD dengan Jawaban dan Pembahasan Lengkap
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Tahu Kamu Soal Transfer Mauro Zijlstra ke Persija Jakarta? Yuk Uji Pengetahuanmu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Fun Fact Nicholas Mjosund, Satu-satunya Pemain Abroad Timnas Indonesia U-17 vs China
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 10 Soal Matematika Materi Aljabar Kelas 9 SMP dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan John Herdman? Pelatih Baru Timnas Indonesia
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Otak Kanan vs Otak Kiri, Kamu Tim Kreatif atau Logis?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Apakah Kamu Terjebak 'Mental Miskin'?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA: 10 Soal Bahasa Inggris Kelas 12 SMA Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Sehat Ginjalmu? Cek Kebiasaan Harianmu yang Berisiko Merusak Ginjal
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Inggris Kelas 6 SD Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI