Perempuan Ini Tebarkan 'Virus' Toleransi Lewat SabangMerauke

Chaerunnisa | Suara.com

Senin, 12 Juni 2017 | 13:41 WIB
Perempuan Ini Tebarkan 'Virus' Toleransi Lewat SabangMerauke
Ayu Kartika Dewi, penggagas SabangMerauke. (Suara.com/Chaerun Nisa)

Suara.com - Toleransi tidak bisa hanya diajarkan, karena harus dialami dan dirasakan. Itulah pendapat yang dikemukakan oleh Ayu Kartika Dewi, penggagas SabangMerauke, salah satu peraih penghargaan Wardah Inspiring Movement, beberapa waktu lalu.

Beranjak dari kesadaran itulah, ia lalu tergerak untuk mendirikan SabangMerauke, sebuah program pertukaran pelajar antardaerah di Indonesia untuk membuka cakrawala anak-anak Indonesia, sekaligus menanamkan nilai toleransi pada kebhinnekaan.

Sebelum memutuskan untuk total di SabangMerauke yang digagasnya pada 19 September 2013, selulus dari Universitas Airlangga, Ayu pernah bekerja di Procter & Gamble, Singapura, selama lima tahun dengan jabatan terakhir sebagai manajer.

Setelah itu perempuan kelahiran Banjarmasin, Kalimantan Selatan ini alih profesi menjadi pengajar. Ya, perempuan berhijab ini pernah menjadi Pengajar Muda-Indonesia Mengajar di Maluku Utara. Daerah tersebut, kata Ayu, merupakan daerah yang terkena dampak kerusuhan SARA Ambon-Poso 1999.

Pengalaman memprihatinkan itulah yang membuat Ayu tergerak untuk mendirikan SabangMerauke. "Saya mendukung SabangMerauke, karena saya percaya bahwa toleransi itu tidak bisa hanya dibaca di buku PPKN. Toleransi itu harus dialami, harus dirasakan," cerita Ayu kepada Suara.com, beberapa waktu lalu.

Di program SabangMerauke, anak-anak dari sebuah daerah akan diajak untuk meluangkan waktu libur sekolah selama dua pekan untuk tinggal di daerah lain. Selama masa pertukaran ini, anak-anak, lanjut dia, akan tinggal bersama keluarga angkat yang memiliki nilai-nilai yang luhur dan pencapaian penghidupan yang baik, sehingga bisa menjadi panutan nyata.

SabangMerauke menggarisbawahi pentingnya prinsip untuk menjaga agar anak-anak ini tidak tercerabut dari akar budayanya, dan bahkan sekembalinya mereka ke daerahnya. Anak-anak ini dapat menjadi jendela kemajuan bagi teman-temannya, bahkan bisa menjadi duta toleransi di daerahnya masing-masing.

"Jadi misalnya ada anak Maluku, Islam, kita taruh di rumahnya Bu Agnes yang Jawa, Cina, Kristen. Pasti pertamanya takut, tapi setelah pulang ceritanya luar biasa, karena dulu anak asuh Bu Agnes ini korban kerusuhan di Maluku. Jadi, bisa dibayangkan betapa takutnya dia ke orang Kristen, tapi ketika datang ke rumahnya dan diperlakukan dengan baik, ceritanya pasti indah," jelas , penerima Beasiswa Fulbright dan Beasiswa Keller yang kini tengah mengejar gelar MBA di Duke University, USA.

Jadikan Anak-anak Sebagai Duta Toleransi
Agnes yang turut mendampingi Ayu pun menjelaskan pengalamannya setelah menjadi Family SabangMerauke (FSM). Ia bahkan bercerita masih menjalin silaturahmi baik dengan Adik SabangMerauke (ASM).

"Dan sampai sekarang kami masih berhubungan, padahal sudah empat tahun lalu. Kita sudah memulai lima tahun lalu. Menurut saya, Kak Ayu sangat visioner apa yang harus dilakukan untuk anak bangsa ini," papar Agnes.

Adapun visi misi SabangMerauke, jelas Ayu, menjadikan anak-anak sebagai duta bangsa untuk membuat negara ini senantiasa damai.

"Kita menyebutnya theory of change, jika lebih banyak anak-anak muda Indonesia pernah mengalami interaksi positif dengan oranag-orang berbeda, maka dia akan tumbuh menjadi manusia yang lebih toleran," tuturnya yang juga menjabat sebagai mentor pada Board of Directors SabangMerauke.

Lebih lanjut, Ayu juga memaparkan bahwa program SabangMerauke ini dilakukan pada masa libur anak sekolah. "Mulai berjalan pada masa libur sekolah Juni/Juli, anak-anak ada pertukaran setiap minggu. Jadi, dari ratusan hingga seribuan lebih peserta akan diseleksi, lalu diberangkatkan 10 siswa SMP dari berbagai daerah di ujung Nusantara untuk diajak ke Jakarta. Tidak menutup kemungkinan pada batch-batch berikutnya akan ada penambahan jumlah peserta dan/atau penambahan daerah tujuan pertukaran," terangnya merinci.

Setelah dilakukan tahap penyeleksian dari ribuan para siswa ini, sambung Ayu, nantinya hanya dipilih 15 orang untuk mengikuti program SabangMerauke. "Semuanya dibaca essai-nya, di-work list, diwawancara, terus nanti keluarganya diseleksi, lalu dicocokkan antara anak dan keluarganya. Lalu si anak akan berada di Jakarta selama tiga minggu," jelasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Billy Boen, Pakar Pengembangan Diri Young On Top

Billy Boen, Pakar Pengembangan Diri Young On Top

Bisnis | Minggu, 14 Mei 2017 | 21:06 WIB

James Tjahaja Riady, Nahkoda Penerus Lippo Group

James Tjahaja Riady, Nahkoda Penerus Lippo Group

Bisnis | Senin, 08 Mei 2017 | 06:00 WIB

Blusukan Mencari Jejak HIV ala Sri Rahayu

Blusukan Mencari Jejak HIV ala Sri Rahayu

Lifestyle | Jum'at, 21 April 2017 | 09:20 WIB

Terkini

Apa Itu Syawalan? Tradisi setelah Lebaran yang Sarat Makna

Apa Itu Syawalan? Tradisi setelah Lebaran yang Sarat Makna

Lifestyle | Sabtu, 21 Maret 2026 | 21:05 WIB

Puncak Arus Balik Mudik Sebentar Lagi, Mending Berangkat Pagi atau Malam?

Puncak Arus Balik Mudik Sebentar Lagi, Mending Berangkat Pagi atau Malam?

Lifestyle | Sabtu, 21 Maret 2026 | 21:00 WIB

Bacaan Niat Puasa Syawal Digabung Puasa Senin Kamis, Bolehkah?

Bacaan Niat Puasa Syawal Digabung Puasa Senin Kamis, Bolehkah?

Lifestyle | Sabtu, 21 Maret 2026 | 20:15 WIB

10 Cara Menyimpan Kue Lebaran Tetap Renyah dan Tahan Lama, Anti Melempem!

10 Cara Menyimpan Kue Lebaran Tetap Renyah dan Tahan Lama, Anti Melempem!

Lifestyle | Sabtu, 21 Maret 2026 | 20:05 WIB

5 Cara Alami Usir Kolesterol usai Santap Sajian Lebaran, Simvastatin Minggir Dulu

5 Cara Alami Usir Kolesterol usai Santap Sajian Lebaran, Simvastatin Minggir Dulu

Lifestyle | Sabtu, 21 Maret 2026 | 20:00 WIB

Promo Indomaret Lebaran 2026 Lengkap: Diskon Biskuit Kaleng, Sirop, hingga Sembako

Promo Indomaret Lebaran 2026 Lengkap: Diskon Biskuit Kaleng, Sirop, hingga Sembako

Lifestyle | Sabtu, 21 Maret 2026 | 19:40 WIB

Hukum Menikah di Bulan Syawal, Benarkah Sunah? Begini Penjelasannya

Hukum Menikah di Bulan Syawal, Benarkah Sunah? Begini Penjelasannya

Lifestyle | Sabtu, 21 Maret 2026 | 19:35 WIB

Baju Lebaran Warna Putih Kena Noda Santan? Begini Cara Menghilangkannya

Baju Lebaran Warna Putih Kena Noda Santan? Begini Cara Menghilangkannya

Lifestyle | Sabtu, 21 Maret 2026 | 19:10 WIB

Staycation Lebaran Makin Seru! Intip Kemewahan Baru Mercure Jakarta Grogol yang Penuh Sentuhan Lokal

Staycation Lebaran Makin Seru! Intip Kemewahan Baru Mercure Jakarta Grogol yang Penuh Sentuhan Lokal

Lifestyle | Sabtu, 21 Maret 2026 | 18:47 WIB

Anti-Mainstream! Coba Resep Puding Susu Karamel Ini untuk Maniskan Momen Lebaran Keluarga

Anti-Mainstream! Coba Resep Puding Susu Karamel Ini untuk Maniskan Momen Lebaran Keluarga

Lifestyle | Sabtu, 21 Maret 2026 | 18:25 WIB