Alasan Mengapa Seorang Ibu Rela Berkorban demi Anaknya

Chaerunnisa, Risna Halidi

Kamis, 15 Juni 2017 | 06:00 WIB
Alasan Mengapa Seorang Ibu Rela Berkorban demi Anaknya
Ilustrasi ibu hamil dan anaknya (Shutterstock)

Suara.com - Ketika dihadapkan pada suatu ancaman, reaksi binatang seringkali melarikan diri atau malah diam membeku. Tidak begitu ketika anak-anak mereka terlibat, semuanya berubah.

Sebuah studi pada tikus menemukan, perilaku defensif seorang ibu bergeser ketika berhadapan dengan anak-anaknya, hingga membuatnya bersedia mengorbankan hidupnya untuk membela anak-anaknya.

Dalam serangkaian percobaan, para peneliti menemukan, proses ini diatur oleh aktivitas oksitosin, atau 'hormon cinta' yang ada pada otak dan peneliti mengatakan kemungkinan hal sama berlaku untuk manusia.

Diketahui oksitosin memainkan peran kunci dalam ikatan antara ibu dan anak. Meski begitu, masih banyak hal lain yang harus dipelajari tentang segala macam fungsinya.

Dalam studi tersebut, ahli syaraf dari Champalimaud Center for the Unknown di Lisbon, Portugal, berusaha mengetahui bagaimana fenomena ini saling terkait.

"Kami menggabungkan kedua hal itu. Kami mengembangkan eksperimen baru yang memungkinkan kita dapat mempelajari perilaku defensif ibu baik di hadapan atau tidak dihadapan anaknya, sementara pada saat yang sama menguji apakah tindakan oksitosin dalam amigdala diperlukan untuk pengaturan perilaku ini," kata Marta Moita, yang memimpin penelitian ini.

Untuk melakukan penelitian ini, para peneliti melatih induk tikus tanpa anak-anak mereka, untuk mengasosiasikan aroma peppermint dengan sengatan listrik ringan. Akhirnya, tikus belajar merasakan bau itu sebagai ancaman. Dan akibatnya, mereka membeku jika dihdapkan situasi tersebut.

"Kita memanipulasi sirkuit di mana kita tahu persis bagaimana oksitosin menyebabkan penghambatan pembekuan. Jadi kami yakin interpretasi kami terhadap hasil perilaku," jelasnya.

Begitu para ibu tikus disatukan kembali dengan anak mereka, para periset menemukan bahwa perilaku mereka berubah. Alih-alih membeku, para ibu menyerang tabung yang melepaskan bau itu, dan bahkan menumpuk potongan-potongan material untuk menghalanginya. Dalam kasus di mana anak tikus lebih tua, para ibu merawat dan menjauhkan mereka dari jarak dekat.

baca juga

Periset juga menemukan bahwa anak tikus yang ibunya membeku di hadapan aroma peppermint, akibat penghambatan oksitosin, tidak belajar mengenali aroma sebagai ancaman.

"Kami tahu bahwa komunikasi kimia sangat penting, tapi kami masih belum mengidentifikasi rangsangan sensorik yang mengaktifkan oksitosin." Sementara penelitian berfokus pada tikus, peneliti juga mencatat bahwa 'Kemungkinan besar, mekanisme serupa mungkin ada pada diri kita, manusia," tandasnya. (Dailymail)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Bantu Persalinan Ibu, Remaja 12 Tahun Bikin Heboh, Kenapa?

Bantu Persalinan Ibu, Remaja 12 Tahun Bikin Heboh, Kenapa?

Video | Rabu, 14 Juni 2017 | 19:14 WIB

Ngeri, di NTT Ada Ritual 'Panggang Api' untuk Ibu dan Bayi

Ngeri, di NTT Ada Ritual 'Panggang Api' untuk Ibu dan Bayi

Health | Rabu, 03 Mei 2017 | 18:25 WIB

Pernikahan Dini Buruk Bagi Kesehatan Ibu dan Anak, Mengapa?

Pernikahan Dini Buruk Bagi Kesehatan Ibu dan Anak, Mengapa?

Health | Jum'at, 17 Maret 2017 | 15:06 WIB

Terkini

Satu Pelaku Curas di Bekasi Ditangkap, Polisi Dalami Keterkaitan dengan 12 Kasus Lain

Satu Pelaku Curas di Bekasi Ditangkap, Polisi Dalami Keterkaitan dengan 12 Kasus Lain

Jabar | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 23:16 WIB

Gandeng 43 Kampus Muhammadiyah, PERADI Profesional Perkuat Pendidikan dan Integritas Advokat

Gandeng 43 Kampus Muhammadiyah, PERADI Profesional Perkuat Pendidikan dan Integritas Advokat

Jogja | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 23:04 WIB

Jalan Ambles Banjarwangi-Singajaya Sepanjang 15 Meter, Polisi Pasang Garis Pengaman

Jalan Ambles Banjarwangi-Singajaya Sepanjang 15 Meter, Polisi Pasang Garis Pengaman

Jabar | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 22:59 WIB

Kemasan Bekas Jangan Langsung Dibuang, Mulai Biasakan Mengelolanya dengan Benar

Kemasan Bekas Jangan Langsung Dibuang, Mulai Biasakan Mengelolanya dengan Benar

Lifestyle | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 22:25 WIB

Dear Pemain Keturunan Indonesia di Jerman dan Spanyol, Siap-siap Dipanggil PSSI

Dear Pemain Keturunan Indonesia di Jerman dan Spanyol, Siap-siap Dipanggil PSSI

Bola | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 22:00 WIB

Tafsir Kerugian Negara Bikin Investor Waswas, Direksi BUMN Bisa Jadi Korban

Tafsir Kerugian Negara Bikin Investor Waswas, Direksi BUMN Bisa Jadi Korban

Bisnis | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 21:59 WIB

Tak Mau Turun Kasta, BEI Pede Indonesia Selamat dari Ancaman MSCI

Tak Mau Turun Kasta, BEI Pede Indonesia Selamat dari Ancaman MSCI

Bisnis | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 21:35 WIB

Ramai Dikritik Soal Acara Deklarasi Sumpah Pemuda, Raffi Ahmad Buka Suara

Ramai Dikritik Soal Acara Deklarasi Sumpah Pemuda, Raffi Ahmad Buka Suara

Video | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 21:30 WIB

In This Economy, Jadi Tentara Bayaran Rusia Diimingi Gaji Selangit Pulang Tinggal Nama

In This Economy, Jadi Tentara Bayaran Rusia Diimingi Gaji Selangit Pulang Tinggal Nama

News | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 21:00 WIB

Ketika Nonton Film Bareng Jadi Cara Baru Membangun Kedekatan di Dunia Kerja

Ketika Nonton Film Bareng Jadi Cara Baru Membangun Kedekatan di Dunia Kerja

Lifestyle | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 20:47 WIB

×