Naila Novaranti, Sekretaris yang Jadi Pelatih Terjun Payung Dunia

Chaerunnisa, Firsta Nodia

Senin, 11 September 2017 | 08:22 WIB
Naila Novaranti, Sekretaris yang Jadi Pelatih Terjun Payung Dunia
Naila Novaranti, Perempuan Indonesia pelatih terjun payung 46 negara saat ditemui di WTF Forum (Suara.com/Firsta Nodia)

Suara.com - Berawal dari profesi sekretaris di sebuah perusahaan minyak di Amerika, Naila Novaranti (35) tak pernah membayangkan akan menjadi perempuan satu-satunya dari Indonesia yang menjadi atlet skydiving dunia. Bahkan jam terbangnya yang tinggi membuatnya kini menjadi pelatih terjung payung di 46 negara.

"Saya dulu mulanya hanya seorang sekretaris di perusahaan minyak. Lalu kerja di perusahaan parasut di Amerika. Karena lokasi kantor bersebelahan dengan lapangan udara saya lihat teman-teman terjun payung dan ngebayanginnya kayaknya enak," ujar Naila pada acara WTP Forum beberapa waktu lalu.

Hingga akhirnya pada 2009 silam, Naila mencoba skydiving untuk pertama kali. Ia terjun ditemani pelatih yang telah berpengalaman. Naila pun bercerita bagaimana pengalamannya saat terjun payung untuk pertama kalinya.

"Begitu mau terjun ada 'semut-semut' juga sih. Deg-deg-an. Kayak naik roller coaster ya, tapi begitu liat kamera ya jangan sampe jelek mukanya. Jadi ya berusaha tenang," terang Naila.

Merasa senang dengan pengalaman skydiving, Naila pun ketagihan. Ibu dari tiga anak ini lantas mulai serius menekuni hobi barunya dengan menimba ilmu di USPA (United States Parasut Association) Amerika Serikat.

Kini Naila memanen hasil dari latihan tekun yang dijalaninya. Ia menjadi satu-satunya perempuan Indonesia yang bergabung bersama tim Skydiving Internasional Simba sebagai atlet. Tim Simba sendiri rutin mengikuti ajang skydiving berskala Internasional di Amerika Serikat.

"Prestasi tertinggi juara 1 di kelas AA. Dari dua tahun lalu saya juara 1. Tiap bulan ada kejuaraan terus dan nanti final world competition Desember di Amerika," lanjut perempuan yang didapuk sebagai Duta Wisata Udara oleh WTP Forum ini.

Kemampuannya dalam berselancar di udara bahkan membuatnya didapuk sebagai pelatih terjun payung di 46 negara termasuk dipercaya melatih anggota Kopassus Indonesia.

"Saya pelatih untuk kejuaraan Military International. Biasanya mabes TNI meminta saya menggiring mereka," ujar istri dari Christoper David Ing ini.

baca juga

Namun di balik kemenangan yang diraihnya selama ini, Naila juga pernah mengalami risiko di balik cabang olahraga ekstrim ini. Ia pernah mengalami patah tulang di bagian tangan dan kaki yang membuatnya harus vakum selama enam bulan untuk memulihkan kondisi.

"Tangan dan kaki saya pernah patah, tukang ekor bermasalah. Dua minggu lalu malah parasut saya tak bisa dibuka, padahal sudah dekat 700 kaki dari darat," ujar Naila.

Tapi apakah dirinya kapok? Naila mengakui bahwa dirinya sempat trauma usai mengalami kecelakaan saat menekuni hobi yang kini menjadi profesinya ini. Namun kecintaannya dengan dunia terjun payung melebihi rasa takutnya sehingga Ia tetap menjalaninya.

"Kalau ditanya takut saya sampai sekarang juga masih takut apalagi pas parasut sempat nggak kebuka.
Bukan khawatir lagi, nyawa saya juga bisa selesai kan. Kapok si saat itu. Tapi pikir-pikir sayang pertandingan sudah sejauh ini. Jadi saya paksakan loncat lagi biasanya, biar ga berlarut-larut traumanya," tambah dia.

Meski kepiwaiannya dalam skydiving sudah diakui dunia Internasional, Naila tak tertarik berpindah kewarganegaraan. Bahkan sejak menikah dengan tentara Inggris, Christoper David Ing, Naila justru lebih sering bolak balik Indonesia-Amerika Serikat beberapa kali dalam sebulan.

"Saking bangganya sebagai warga negara Indonesia saya selalu menyematkan lambang bendera Indonesia di bagian lengan kostum saat perlombaan," pungkas dia.

Berawal dari profesi sekretaris di sebuah perusahaan minyak di Amerika, Naila Novaranti (35) tak pernah membayangkan akan menjadi perempuan satu-satunya dari Indonesia yang menjadi atlet skydiving dunia. Bahkan jam terbangnya yang tinggi membuatnya kini menjadi pelatih terjung payung di 46 negara.

"Saya dulu mulanya hanya seorang sekretaris di perusahaan minyak. Lalu kerja di perusahaan parasut di Amerika. Karena lokasi kantor bersebelahan dengan lapangan udara saya lihat teman-teman terjun payung dan ngebayanginnya kayaknya enak," ujar Naila pada acara WTP Forum beberapa waktu lalu.

Hingga akhirnya pada 2009 silam, Naila mencoba skydiving untuk pertama kali. Ia terjun ditemani pelatih yang telah berpengalaman. Naila pun bercerita bagaimana pengalamannya saat terjun payung untuk pertama kalinya.

"Begitu mau terjun ada 'semut-semut' juga sih. Deg-deg-an. Kayak naik roller coaster ya, tapi begitu liat kamera ya jangan sampe jelek mukanya. Jadi ya berusaha tenang," terang Naila.

Merasa senang dengan pengalaman skydiving, Naila pun ketagihan. Ibu dari tiga anak ini lantas mulai serius menekuni hobi barunya dengan menimba ilmu di USPA (United States Parasut Association) Amerika Serikat.

Kini Naila memanen hasil dari latihan tekun yang dijalaninya. Ia menjadi satu-satunya perempuan Indonesia yang bergabung bersama tim Skydiving Internasional Simba sebagai atlet. Tim Simba sendiri rutin mengikuti ajang skydiving berskala Internasional di Amerika Serikat.

"Prestasi tertinggi juara 1 di kelas AA. Dari dua tahun lalu saya juara 1. Tiap bulan ada kejuaraan terus dan nanti final world competition Desember di Amerika," lanjut perempuan yang didapuk sebagai Duta Wisata Udara oleh WTP Forum ini.

Kemampuannya dalam berselancar di udara bahkan membuatnya didapuk sebagai pelatih terjun payung di 46 negara termasuk dipercaya melatih anggota Kopassus Indonesia.

"Saya pelatih untuk kejuaraan Military International. Biasanya mabes TNI meminta saya menggiring mereka," ujar istri dari Christoper David Ing ini.

Namun di balik kemenangan yang diraihnya selama ini, Naila juga pernah mengalami risiko di balik cabang olahraga ekstrim ini. Ia pernah mengalami patah tulang di bagian tangan dan kaki yang membuatnya harus vakum selama enam bulan untuk memulihkan kondisi.

"Tangan dan kaki saya pernah patah, tukang ekor bermasalah. Dua minggu lalu malah parasut saya tak bisa dibuka, padahal sudah dekat 700 kaki dari darat," ujar Naila.

Tapi apakah dirinya kapok? Naila mengakui bahwa dirinya sempat trauma usai mengalami kecelakaan saat menekuni hobi yang kini menjadi profesinya ini. Namun kecintaannya dengan dunia terjun payung melebihi rasa takutnya sehingga Ia tetap menjalaninya.

"Kalau ditanya takut saya sampai sekarang juga masih takut apalagi pas parasut sempat nggak kebuka.
Bukan khawatir lagi, nyawa saya juga bisa selesai kan. Kapok si saat itu. Tapi pikir-pikir sayang pertandingan sudah sejauh ini. Jadi saya paksakan loncat lagi biasanya, biar ga berlarut-larut traumanya," tambah dia.

Meski kepiwaiannya dalam skydiving sudah diakui dunia Internasional, Naila tak tertarik berpindah kewarganegaraan. Bahkan sejak menikah dengan tentara Inggris, Christoper David Ing, Naila justru lebih sering bolak balik Indonesia-Amerika Serikat beberapa kali dalam sebulan.

"Saking bangganya sebagai warga negara Indonesia saya selalu menyematkan lambang bendera Indonesia di bagian lengan kostum saat perlombaan," pungkas dia. 

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Gagal Jadi "Addie MS", Rama Widi Harumkan Bangsa lewat Harpa

Gagal Jadi "Addie MS", Rama Widi Harumkan Bangsa lewat Harpa

Lifestyle | Senin, 04 September 2017 | 07:28 WIB

Terus Tuai Protes, Okky Madasari Belum Bisa 'Tulari' Anak Muda

Terus Tuai Protes, Okky Madasari Belum Bisa 'Tulari' Anak Muda

Lifestyle | Senin, 28 Agustus 2017 | 09:45 WIB

Perempuan Ini Sukses Bikin Marissa Haque Cintai Tas Lukisnya

Perempuan Ini Sukses Bikin Marissa Haque Cintai Tas Lukisnya

Lifestyle | Senin, 21 Agustus 2017 | 11:29 WIB

Elysabeth Ongkojoyo, Pejuang Hak Perokok Pasif

Elysabeth Ongkojoyo, Pejuang Hak Perokok Pasif

Lifestyle | Senin, 14 Agustus 2017 | 10:36 WIB

Gara-gara Asma, Inge Prasetyo Wakili Indonesia di Ironman Dunia

Gara-gara Asma, Inge Prasetyo Wakili Indonesia di Ironman Dunia

Lifestyle | Senin, 07 Agustus 2017 | 08:00 WIB

Begini Cara Istri Stand Up Comedian Ini Sebarkan "Virus" Sains

Begini Cara Istri Stand Up Comedian Ini Sebarkan "Virus" Sains

Lifestyle | Selasa, 01 Agustus 2017 | 12:38 WIB

Terkini

Mengenal Kecanggihan Honda NX500 Motor Crossover Terbaru Pengganti CB500X

Mengenal Kecanggihan Honda NX500 Motor Crossover Terbaru Pengganti CB500X

Otomotif | Rabu, 05 Agustus 2026 | 06:09 WIB

Qatar Ungkap Kemajuan Negosiasi AS-Iran, Harga Minyak Dunia Anjlok 4 Persen

Qatar Ungkap Kemajuan Negosiasi AS-Iran, Harga Minyak Dunia Anjlok 4 Persen

Bisnis | Rabu, 05 Agustus 2026 | 06:05 WIB

Mosi Tidak Percaya! Jajaran Wakasek dan Guru SMPN di Subang Mundur Massal

Mosi Tidak Percaya! Jajaran Wakasek dan Guru SMPN di Subang Mundur Massal

Jabar | Rabu, 05 Agustus 2026 | 00:11 WIB

Lolos ke Final Usai Singkirkan Persija, Lucho Keluhkan Lapangan Dipta yang Keras dan Kering

Lolos ke Final Usai Singkirkan Persija, Lucho Keluhkan Lapangan Dipta yang Keras dan Kering

Jabar | Rabu, 05 Agustus 2026 | 00:02 WIB

Singkirkan Arema FC, Persebaya Tantang Persib di Final Piala Presiden 2026

Singkirkan Arema FC, Persebaya Tantang Persib di Final Piala Presiden 2026

Bola | Selasa, 04 Agustus 2026 | 23:55 WIB

Apa Itu Registration Ban FIFA? Ini Penyebab Klub Sriwijaya FC Bisa Dilarang Daftar Pemain

Apa Itu Registration Ban FIFA? Ini Penyebab Klub Sriwijaya FC Bisa Dilarang Daftar Pemain

Sumsel | Selasa, 04 Agustus 2026 | 23:42 WIB

Jejak Kasus Haji Halim Ali, Dari Pengusaha Besar hingga Ahli Waris Kembalikan Rp127 Miliar

Jejak Kasus Haji Halim Ali, Dari Pengusaha Besar hingga Ahli Waris Kembalikan Rp127 Miliar

Sumsel | Selasa, 04 Agustus 2026 | 23:26 WIB

Modus Penimbun Pertalite Terbongkar, Isi BBM Berulang Pakai Barcode Berbeda di SPBU

Modus Penimbun Pertalite Terbongkar, Isi BBM Berulang Pakai Barcode Berbeda di SPBU

Sumsel | Selasa, 04 Agustus 2026 | 22:55 WIB

Geger Temuan Mayat Mutilasi dalam Karung Beras di Pancoran Mas Depok

Geger Temuan Mayat Mutilasi dalam Karung Beras di Pancoran Mas Depok

Jabar | Selasa, 04 Agustus 2026 | 22:53 WIB

Jelang HUT ke-81 RI, Masjid Indonesia Pertama di Kanada Barat Resmi Berdiri

Jelang HUT ke-81 RI, Masjid Indonesia Pertama di Kanada Barat Resmi Berdiri

Lifestyle | Selasa, 04 Agustus 2026 | 22:52 WIB

×