Dua Brand Mewah Ini Wajibkan Model Bersertifikat Sehat

Chaerunnisa

Rabu, 13 September 2017 | 19:06 WIB
Dua Brand Mewah Ini Wajibkan Model Bersertifikat Sehat
Model Alexis Ren (Instagram)

Suara.com - Dua konglomerat brand mewah terbesar di dunia mengatakan, mereka ingin melindungi kesehatan para model dengan tidak menerima model kurus yang kurang memenuhi syarat untuk bekerja. Bahkan, mereka mewajibkan para model untuk membawa bukti medis yang menunjukkan mereka sehat.

Perjanjian yang diadopsi oleh perusahaan Prancis LVMH dan Dry memakai undang-undang baru Prancis yang mewajibkan semua model memberikan sertifikat medis yang membuktikan bahwa mereka sehat sebelum dapat bekerja.

Sementara undang-undang Prancis yang mulai berlaku 1 Oktober mengharuskan model lelaki dan perempuan untuk menyajikan sertifikat kesehatan yang diperoleh dalam dua tahun sebelumnya, LVMH dan Dry mengatakan, piagam mereka akan memperpendek kerangka waktu sampai enam bulan setelah pekerjaan tersebut.

Perjanjian Prancis tersebut juga melarang label konglomerat tersebut menggunakan model perempuan di bawah 34, yang biasanya setara dengan ukuran AS 0-2 dan ukuran Inggris 6.

Hukum Prancis pada awalnya menyertakan persyaratan indeks massa tubuh minimum, namun telah dihapus setelah anggota parlemen mengharuskan ada sertifikat dokter sebagai upaya perlindungan yang memadai.

Perusahaan fesyen tersebut mengatakan, kesepakatan mereka akan mulai berlaku bulan ini, sebelum panggung runway musim semi musim panas siap pakai. Dua rumah mode raksasa itu, termasuk Dior, Kenzo, Stella McCartney, Saint Laurent, Gucci, Louis Vuitton, Marc Jacobs dan lain-lain.

Berbeda dengan hukum Prancis, piagam tersebut juga akan berlaku untuk merek Dry dan LVMH internasional dengan koleksi landasan pacu yang dipresentasikan di Milan, London, dan New York. Kedua kelompok tersebut mengatakan, mereka berharap bisa menetapkan standar global baru untuk industri fesyen.

"Kami berharap dapat menginspirasi seluruh industri untuk mengikutinya, sehingga membuat perbedaan nyata dalam kondisi kerja model di seluruh industri mode," ungkap bos Dry, Francois-Henri Pinault, dalam sebuah pernyataan.

Sebagai tambahan, piagam tersebut mengharuskan setiap merek untuk menempatkan seorang psikolog dalam pemilihan model busana selama jam kerja mereka, baik melalui telepon atau secara langsung di tempat kerja. (News.com.au)

baca juga

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Model Cantik Ini Pede Pamer Alis "Nyambung" Hitam Lebat

Model Cantik Ini Pede Pamer Alis "Nyambung" Hitam Lebat

Lifestyle | Rabu, 13 September 2017 | 16:29 WIB

Terkenal di Instagram, Model Cantik Ini Ternyata Palsu

Terkenal di Instagram, Model Cantik Ini Ternyata Palsu

Tekno | Senin, 14 Agustus 2017 | 11:33 WIB

Pengacara Yakini Cerita Model Dibius dan Dimasukkan Koper Benar

Pengacara Yakini Cerita Model Dibius dan Dimasukkan Koper Benar

News | Kamis, 10 Agustus 2017 | 03:00 WIB

Alasan Kesehatan, Prancis Beri Aturan Ketat pada Industri Model

Alasan Kesehatan, Prancis Beri Aturan Ketat pada Industri Model

Lifestyle | Selasa, 09 Mei 2017 | 21:46 WIB

Terkini

Ini Identitas Taruna Akpol yang Tewas Diduga Bunuh Diri

Ini Identitas Taruna Akpol yang Tewas Diduga Bunuh Diri

Jawa Tengah | Jum'at, 31 Juli 2026 | 16:15 WIB

Standar Tinggi untuk Dosen: Sudah Siapkah Sistem Kita di Lapangan?

Standar Tinggi untuk Dosen: Sudah Siapkah Sistem Kita di Lapangan?

Your Say | Jum'at, 31 Juli 2026 | 16:15 WIB

2 Maskara Dazzle Me Wudhu Friendly, Mudah Dihapus Tapi Anti Luntur Cuma Rp30 Ribuan

2 Maskara Dazzle Me Wudhu Friendly, Mudah Dihapus Tapi Anti Luntur Cuma Rp30 Ribuan

Lifestyle | Jum'at, 31 Juli 2026 | 16:15 WIB

Sekdis Labuhanbatu Ditangkap Kasus Dugaan Penipuan, Modus Proyek Fiktif

Sekdis Labuhanbatu Ditangkap Kasus Dugaan Penipuan, Modus Proyek Fiktif

Sumut | Jum'at, 31 Juli 2026 | 16:14 WIB

Tetangga Manfaatkan Kedekatan, Siswi SMP di Pangandaran Jadi Korban Kekerasan Seksual

Tetangga Manfaatkan Kedekatan, Siswi SMP di Pangandaran Jadi Korban Kekerasan Seksual

Jabar | Jum'at, 31 Juli 2026 | 16:13 WIB

Calon Suami Ungkap Jesslyn Sempat Depresi, Diduga Tiga Kali Coba Bunuh Diri

Calon Suami Ungkap Jesslyn Sempat Depresi, Diduga Tiga Kali Coba Bunuh Diri

News | Jum'at, 31 Juli 2026 | 16:13 WIB

Bawa Kasus Penebangan Pohon ke Jalur Hukum, Farhan Siap Lapor Gubernur Jabar dan KLH

Bawa Kasus Penebangan Pohon ke Jalur Hukum, Farhan Siap Lapor Gubernur Jabar dan KLH

Jabar | Jum'at, 31 Juli 2026 | 16:11 WIB

Sampah Bandung Disulap Jadi Hidrogen, Pertamina Siapkan Model Energi Masa Depan Indonesia

Sampah Bandung Disulap Jadi Hidrogen, Pertamina Siapkan Model Energi Masa Depan Indonesia

Bisnis | Jum'at, 31 Juli 2026 | 16:08 WIB

Prabowo Berkelakar soal Masa Pensiun: Mau Jadi Brand Ambassador Kopi

Prabowo Berkelakar soal Masa Pensiun: Mau Jadi Brand Ambassador Kopi

News | Jum'at, 31 Juli 2026 | 16:07 WIB

Rupiah Menguat Meski Tertahan di Level Rp18.000, Terkuat Kedua di Asia Tenggara

Rupiah Menguat Meski Tertahan di Level Rp18.000, Terkuat Kedua di Asia Tenggara

Bisnis | Jum'at, 31 Juli 2026 | 16:05 WIB

×