Di Sini Kita Bermain Plus Lestarikan Permainan Tradisional Anak

Ririn Indriani, Risna Halidi

Sabtu, 30 Desember 2017 | 13:19 WIB
Di Sini Kita Bermain Plus Lestarikan Permainan Tradisional Anak
Komunitas PlayPlus Indonesia. (Foto: Dok PlayPlus Indonesia)

Suara.com - Di taman atau rumah bahkan di pusat perbelanjaan, selalu ada anak-anak yang tampak kesulitan lepas dari gadget miliknya.

Bukan tanpa akibat, penggunaan gadget berlebihan sudah terbukti memiliki dampak kesehatan dan sosial. Ini dikarenakan, anak menjadi kurang gerak, dan minim interaksi dengan lingkungan secara langsung.

Melihat kekhawatiran tersebut, sebuah komunitas bermain untuk anak dibentuk. Komunitas ini diinisiasi oleh enam pemuda dari Yogyakarta. Mereka dulunya kuliah di universitas berbeda, lalu mengikuti program pertukaran pelajar di Amerika Serikat.

Di situlah keenam anak muda yang terdiri dari Bernando Sudjibto, Yuniar Wahyuti, Chandri Sukma Negara, Nindya Kusuma, Hanif Ibaddurahman dan Sitirahma Desmarleni ini bertemu. Mereka yang ternyata mempunyai kepedulian yang sama soal anak-anak akhirnya mendirikan Komunitas PlayPlus.

Komunitas PlayPlus Indonesia. (Foto: Dok PlayPlus Indonesia)

Komunitas ini, kata Desmarleni, berdiri setelah ia bersama teman-temannya memenangkan kompetisi proyek sosial yang diadakan oleh Kedutaan Besar Amerika Serikat di Indonesia pada 2013.

"Ini semua berawal dari keprihatinan pengaruh games dan internet kepada anak-anak, yang membuat generasi kita kekurangan ruang untuk bermain dan berinteraksi dengan teman sebaya," kata Desmarleni yang saat ini menjabat sebagai Koordinator Komunitas PlayPlus Indonesia kepada Suara.com lewat pesan elektronik.

Beberapa kegiatan yang mereka lakukan di antaranya Workshop Permainan Anak, Festival Bermain, serta pembuatan buku ensiklopedia bermain anak dan video di enam kota di Indonesia. Selain itu, komunitas ini juga telah mendistribusikan 1000 buku ensiklopedia yang mereka buat ke TK, PAUD, SD, beberapa komunitas dan perpustakaan umum.

"Dalam berbagai kegiatan Komunitas PlayPlus telah berhasil melakukan kerja sama dengan berbagai pihak di antaranya Dinas Pariwisata Aceh pada 2013, Pemerintah Kota Pare-pare pada 2013, puluhan TK, Paud, SD dan komunitas di beberapa regional Playplus seperti Aceh, Jogja, Banjarmasin, Lombok, Maluku, Parepare, dan Jakarta pada 2013 hingga 2017," terang Dismarleni merinci

Komunitas PlayPlus Indonesia. (Foto: Dok PlayPlus Indonesia)

Dalam merekrut anggota, Komunitas PlayPlus Indonesia mengaku sangat mengedepankan semangat kesukarelawanan dalam setiap kegiatan-kegiatannya. "Sejak awal terbentuk, PlayPlus Indonesia telah melibatkan lebih dari 200 orang sukarelawan, dalam berbagai rangkaian kegiatan Komuniats PlayPlus di tujuh kota di Indonesia."

Beberapa agenda berkala yang mulai dilakukan oleh komunitas ini diantaranya adalah Volunteer Engagements atau program bersama anggota dan sukarelawan dari Komunitas PlayPlus.

Selain itu ada juga kegiatan Festival Bermain Anak. Program ini, kata Desmarleni, bertujuan untuk melestarikan permainan tradisional dan mengenalkannya kepada anak-anak jaman sekarang.

"Program ini dilaksanakan setiap tahun, seperti yang terakhir kami lakukan pada 9 September 2017 berlokasi di Aula Ki Hadjar Dewantara, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan yang berhasil mengajak 800 orang untuk datang dan bermain bersama," terangnya.

Komunitas PlayPlus Indonesia. (Foto: Dok PlayPlus Indonesia)

Selain itu ada juga kegiatan Playplus Gathering. Namun progam ini, kata Desmarleni, sifatnya tidak tetap. "Kegiatan ini sebagai capacity building sekaligus ajang kumpul-kumpul sukarelawan Komunitas Playplus yang dikemas dalam bentuk aktivitas rekreasi. Sehingga dapat membangun keakraban dan kebersamaan satu sama lain," paparnya panjang lebar.

Dengan adanya komunitas ini, diharapkan dapat mengampanyekan pentingnya pelestarian permainan tradisional anak anak. Komunitas Playplus juga meyakini bahwa nilai filosofi dan edukasi yang ada di balik permainan tradisional ini juga dapat membantu tumbuh kembang dan pembentukan karakter anak Indonesia.

"Permainan tradisional anak Indonesia juga merupakan suatu warisan budaya yang harus diturunkan kepada generasi penerus. Kami ingin berkontribusi agar warisan budaya ini tidak punah," tambahnya.

Bila Anda tertarik untuk bergabung, Komunitas PlayPlus Indonesia membuka kesempatan untuk menjadi relawan. Desmarleni menjelaskan, para relawan bisa mengikuti berbagai kegiatan bulanan maupun tahunan.

"Biasanya kami punya kegiatan festival yang diadakan setiap tahunnya. Untuk bergabung bisa menghubungi kami di alamat email [email protected]," tutup Desmarleni.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Innova Community Kampanyekan 'Safety Driving dan Konvoi Aman'

Innova Community Kampanyekan 'Safety Driving dan Konvoi Aman'

Lifestyle | Sabtu, 23 Desember 2017 | 12:54 WIB

Rela Rogoh Kocek Jutaan Rupiah Demi Mirip Karakter Star Wars

Rela Rogoh Kocek Jutaan Rupiah Demi Mirip Karakter Star Wars

Lifestyle | Sabtu, 16 Desember 2017 | 16:29 WIB

Mengayuh Sepeda, Cara Mereka Raup Rupiah dan Ukir Prestasi

Mengayuh Sepeda, Cara Mereka Raup Rupiah dan Ukir Prestasi

Lifestyle | Sabtu, 16 Desember 2017 | 12:53 WIB

Terkini

Andrie Yunus Alami Kecemasan Berat, KontraS Ungkap Kondisi Terkini

Andrie Yunus Alami Kecemasan Berat, KontraS Ungkap Kondisi Terkini

News | Kamis, 13 Agustus 2026 | 21:35 WIB

3 Juta KK Sudah Masuk Perlinsos Digital, Pemerintah Uji Sistem di 43 Daerah

3 Juta KK Sudah Masuk Perlinsos Digital, Pemerintah Uji Sistem di 43 Daerah

News | Kamis, 13 Agustus 2026 | 21:33 WIB

Jepang-Rusia Memanas! Kunjungan Putin dengan Kapal Perang ke Kuril Bikin Tokyo Murka

Jepang-Rusia Memanas! Kunjungan Putin dengan Kapal Perang ke Kuril Bikin Tokyo Murka

News | Kamis, 13 Agustus 2026 | 21:31 WIB

Pergi Jauh, Tanah Air Tetap Jadi Rumah: Kisah Diaspora Memaknai Indonesia

Pergi Jauh, Tanah Air Tetap Jadi Rumah: Kisah Diaspora Memaknai Indonesia

News | Kamis, 13 Agustus 2026 | 21:25 WIB

91% Orang Indonesia Anggap Kesehatan Holistik Penting, Ternyata Bukan Sekadar Bebas Penyakit

91% Orang Indonesia Anggap Kesehatan Holistik Penting, Ternyata Bukan Sekadar Bebas Penyakit

Health | Kamis, 13 Agustus 2026 | 21:09 WIB

Produksi Melimpah Harga Jatuh, Wakil Ketua DPRD Jateng Soroti Nasib Petani Garam

Produksi Melimpah Harga Jatuh, Wakil Ketua DPRD Jateng Soroti Nasib Petani Garam

Jawa Tengah | Kamis, 13 Agustus 2026 | 21:00 WIB

BTN dan PPATK Renovasi 20 RTLH, Bantu Wujudkan Hunian Layak bagi Keluarga Prasejahtera

BTN dan PPATK Renovasi 20 RTLH, Bantu Wujudkan Hunian Layak bagi Keluarga Prasejahtera

Bisnis | Kamis, 13 Agustus 2026 | 20:55 WIB

Cerdas! Begini Langkah Kang Edai Mengubah Desa Kemiren Jadi Naik Kelas

Cerdas! Begini Langkah Kang Edai Mengubah Desa Kemiren Jadi Naik Kelas

Your Say | Kamis, 13 Agustus 2026 | 20:55 WIB

Arti Penting Berlian bagi Anggun C Sasmi: Bukan Sekadar Aksesori, tapi Self-Reward

Arti Penting Berlian bagi Anggun C Sasmi: Bukan Sekadar Aksesori, tapi Self-Reward

Entertainment | Kamis, 13 Agustus 2026 | 20:54 WIB

5 Rekomendasi Sunscreen Ectoin untuk Memperbaiki Skin Barrier dan Anti Polusi

5 Rekomendasi Sunscreen Ectoin untuk Memperbaiki Skin Barrier dan Anti Polusi

Lifestyle | Kamis, 13 Agustus 2026 | 20:46 WIB

×