Turis di Negara Ini Wajib Teken Surat Perjanjian Jaga Lingkungan

Yazir Farouk, Risna Halidi

Kamis, 04 Januari 2018 | 06:07 WIB
Turis di Negara Ini Wajib Teken Surat Perjanjian Jaga Lingkungan
Ilustrasi turis [shutterstock]

Suara.com - Republik Palau, sebuah negara kepulauan yang terletak di Samudra Pasifik bagian barat, memperkenalkan sistem perjanjian bagi siapa saja turis yang hendak masuk ke negara tersebut.

Seperti dilansir dari laman news.com.au, negara tropis yang terdiri dari sekitar 200-an pulau itu berharap, ikrar perjanjian dapat membuat turis berkomitmen dalam melindungi pelestarian lingkungan Tanah Air masyarakat Palau.

Palau merupakan negara pertama di dunia yang mengubah undang-undang tentang keimigrasian demi melindungi lingkungan alamnya.

Sektor pariwisata memang ibarat pisau bermata dua. Di satu sisi, sektor tersebut berhasil memberi manfaat sosial dan ekonomi. Sisi lainnya, justru ada dampak kerusakan pada lingkungan yang lebih luas.

Di Palau, sektor pariwisata sampai memberikan dampak buruk pada lingkungan seperti pantai, terumbu karang, situs warisan, hingga pasokan air.

"Anak-anak Palau, sebagai tamu saya berjanji untuk melestarikan dan melindungi Tanah Air Anda yang indah dan unik ini. Saya bersumpah untuk bertindak baik dan mengeksplorasi dengan penuh perhatian. Saya tidak akan mengambil apa yang tidak diberikan. Saya tidak akan menyakiti apa yang tidak menyakiti. Satu-satunya yang akan saya tinggalkan adalah jejak kaki yang akan kembali hilang ditelan ombak," demikian bunyi ikrar yang wajib dibaca oleh turis.

Selain dibaca, Ikrar tersebut juga harus harus diteken oleh wisatawan yang hendak masuk ke negara itu. Jika ketahuan melanggar, mereka akan dijatuhi denda yang tak main-main.

Salah satu hal yang dilarang di sana misalnya, mengambil cangkang kerang atau karang yang biasa terdampar di pinggir pantai sebagai suvenir.

Turis juga dilarang menyentuh dan menginjak terumbu karang, membuang sampah sembarang, dan diwajibkan menghormati adat istiadat setempat.

baca juga

Bukan hanya turis, warga biasa hingga presiden Palau juga telah diambil sumpah sebelumnya.

Direktur Kelautan Republik Palau, Keobel Sakuma mengatakan, ia ingin dunia lebih memperhatikan komitmen mereka terhadap lingkungan.

Sampai saat ini, sudah ada 13.624 janji yang telah diambil oleh pihak imigrasi.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

10 Atraksi Turis Paling Sering Diunggah di Instagram

10 Atraksi Turis Paling Sering Diunggah di Instagram

Lifestyle | Rabu, 20 Desember 2017 | 17:00 WIB

Jalan ke Luar Negeri, Ini 8 Hal yang Harus Kamu Waspadai

Jalan ke Luar Negeri, Ini 8 Hal yang Harus Kamu Waspadai

Your Say | Selasa, 10 Oktober 2017 | 13:21 WIB

Rawan Kejahatan, Turis Eropa Kembali Dibunuh di Kenya

Rawan Kejahatan, Turis Eropa Kembali Dibunuh di Kenya

Lifestyle | Senin, 21 Agustus 2017 | 04:05 WIB

Menko Luhut: Kunjungan 20 juta Wisatawan Bukan Mustahil

Menko Luhut: Kunjungan 20 juta Wisatawan Bukan Mustahil

Lifestyle | Rabu, 19 Juli 2017 | 23:08 WIB

Turis Bule Hajar Bocah Penjaga Toilet Umum

Turis Bule Hajar Bocah Penjaga Toilet Umum

News | Rabu, 17 Mei 2017 | 21:43 WIB

Terkini

Keracunan MBG Marak Lagi, Bisakah Pengelola dan Pejabat Dipidanakan?

Keracunan MBG Marak Lagi, Bisakah Pengelola dan Pejabat Dipidanakan?

News | Kamis, 06 Agustus 2026 | 18:32 WIB

8 Wakil Indonesia Jadi Unggulan di Kejuaraan Dunia BWF 2026, Bawa Misi Akhiri Puasa Gelar

8 Wakil Indonesia Jadi Unggulan di Kejuaraan Dunia BWF 2026, Bawa Misi Akhiri Puasa Gelar

Sport | Kamis, 06 Agustus 2026 | 18:22 WIB

3 Perempuan Malaysia Selundupkan Narkoba di Bandara Soetta, Disimpan di Sepatu

3 Perempuan Malaysia Selundupkan Narkoba di Bandara Soetta, Disimpan di Sepatu

News | Kamis, 06 Agustus 2026 | 18:22 WIB

Buku Sibling Rivalry, Mengurai Trauma Masa Kecil dan Persaingan Antarsaudara

Buku Sibling Rivalry, Mengurai Trauma Masa Kecil dan Persaingan Antarsaudara

Your Say | Kamis, 06 Agustus 2026 | 18:20 WIB

Daftar Kontroversi Raja Juli Antoni, dari Terima Amplop Dolar sampai Bagi-bagi Jabatan ke Kader PSI

Daftar Kontroversi Raja Juli Antoni, dari Terima Amplop Dolar sampai Bagi-bagi Jabatan ke Kader PSI

News | Kamis, 06 Agustus 2026 | 18:17 WIB

Kronologi Temuan 995 Senpi, Narkoba dan VCD Porno di Sekolah Swasta Jaksel

Kronologi Temuan 995 Senpi, Narkoba dan VCD Porno di Sekolah Swasta Jaksel

News | Kamis, 06 Agustus 2026 | 18:16 WIB

Bersenang-senang di Fun Expo Asia 2026

Bersenang-senang di Fun Expo Asia 2026

Foto | Kamis, 06 Agustus 2026 | 18:13 WIB

Gagal Berkali-kali Tak Jadi Halangan, Ratusan Atlet Kejar Super Tiket PB Djarum 2026

Gagal Berkali-kali Tak Jadi Halangan, Ratusan Atlet Kejar Super Tiket PB Djarum 2026

Sport | Kamis, 06 Agustus 2026 | 18:13 WIB

Rakortas MBG Prioritaskan Daerah 3T dan Kelompok Sasaran untuk Perluas Pemerataan Program

Rakortas MBG Prioritaskan Daerah 3T dan Kelompok Sasaran untuk Perluas Pemerataan Program

News | Kamis, 06 Agustus 2026 | 18:12 WIB

Wacana Pergantian Kapolri Berisiko Rugikan Presiden Prabowo, Ini Penjelasan Analis Politik

Wacana Pergantian Kapolri Berisiko Rugikan Presiden Prabowo, Ini Penjelasan Analis Politik

News | Kamis, 06 Agustus 2026 | 18:08 WIB

×