Dinilai Berbau Pornoaksi, Pentas Joged Ditolak Tampil di TMII

Dythia Novianty

Jum'at, 16 Februari 2018 | 07:17 WIB
Dinilai Berbau Pornoaksi, Pentas Joged Ditolak Tampil di TMII
Ilustrasi Bali. [shutterstock]

Suara.com - Duta kesenian perwakilan dari Kabupaten Jembrana mendapat penolakan untuk menampilkan tari Joged Bumbung dalam acara Pesona Indonesia yang akan diselenggarakan di Taman Mini Indonesia Indah, Jakarta, pada Oktober 2018.

"Rencananya, kami ada pementasan di TMII pada minggu kedua di bulan Oktober mendatang. Tetapi proposal pementasan sudah harus dibuat setahun sebelumnya. Nah, ketika itu kami mencantumkan salah satu repertoar yang kami pentaskan salah satunya Joged. Alat musik Jegog biasa pada bagian akhir pementasan biasanya diisi dengan Joged," kata Kepala Bidang Kebudayaan Dinas Pariwisata Kabupaten Jembrana I Putu N Sutardi, di Negara, Jembrana.

Alasan penolakan, ucap Sutardi karena Joged Bumbung dipandang sebagai tarian seksual yang mengarah ke pornoaksi. Padahal pihaknya ingin menunjukkan bagaimana Joged sebenarnya sebagai tari pergaulan yang adiluhung.

"Namun, tayangan di YouTube telanjur membentuk stigma buruk di mata panitia dan juga beberapa duta besar yang dirancanakan datang pada kegiatan itu," ujarnya pada acara pembinaan dan pemantauan Joged Bumbung oleh tim dari Dinas Kebudayaan Provinsi Bali tersebut.

Alhasil, pihaknya mencari repertoar yang lain untuk dipentaskan, yakni fragmentari berjudul "Petung Agung" yang mencoba mengangkat keagungan bambu.

"Saat persiapan teknis, langsung ditolak. Pokoknya Joged, No! Karena tayangan di YouTube itu dah. Bahkan, beberapa duta besar yang menyatakan akan hadir di acara itu katanya menolak untuk datang jika Joged tetap dipentaskan. Ini artinya sangat luas sudah mempengaruhi secara umum tentang image kebudayaan kita," ucapnya.

Padahal, menurut Sutardi, para penari Joged dan sekaa (sanggar) joged di Jembrana sampai saat ini belum ada yang yang menampilkan Joged jaruh (joged dengan gerakan yang seronok atau porno). Memang diakui, ada beberapa informasi tentang pentas tari Joged jaruh di Jembrana, namun penari tersebut bukan asli dari Jembrana.

"Yang aktif sampai sekarang ada 15 sekaa, namun dalam data kami ada lebih dari 40 sekaa. Sedangkan penari joged ada 18 orang. Pembinaan-pembinaan yang sudah kita lakukan, seperti pembinaan seperti event PKB, Bali Mandara Mahalango, lomba Joged yang tahun 2017 dapat juara 1. Selain itu, pada perayaan HUT Kota kita kembangan menjadi Joged-joged inovatif," ujarnya.

Di sisi lain, menurut perwakilan MUDP Provinsi Bali Prof Dr I Wayan Suarjaya, Joged jaruh tak ubahnya seperti virus kanker. Kanker jika tidak diobati maka akan membahayakan diri sendiri.

baca juga

Maka dari itu, pihaknya menekankan yang harus dilakukan oleh masyarakat adalah stop penyebaran video dan melaporkan konten yang tidak pantas. Sedangkan peran bendesa (pimpinan desa adat) diharapkan sebagai "benteng" dalam menjaga kebudayaan Bali.

"Saya minta dengan sangat bendesa untuk melarang pementasan Joged jaruh. Mari sama-sama tingkatkan kewaspadaan kita. Di Jembrana belum tercemar, saya berharap Jembrana tetap menjaga ajegnya Bali. Sebab Jembrana benteng pertama dari pengaruh luar," katanya.

Senada dengan Prof Suarjaya, budayawan Bali, Prof Dr I Wayan Dibia mengatakan, ini tidak saja hanya terjadi di tarian joged, melainkan dalam kehidupan kesenian, sudah banyak ada transfer aksi jaruh ke kesenian lain, seperti bondres dan kesenian lainnya yang umumnya menggunakan peran liku.

"Ini tidak kalah serunya bisa mencoreng warna budaya Bali, karena peran-peran itu juga melakukan aksi-aksi jaruh. Mengapa itu terjadi? Karena penari tersebut menganggap aman melakukan hal itu karena dirinya lelaki. Namun sesungguhnya di mata publik mereka memerankan tokoh perempuan. Ini juga harus kita waspadai bersama," katanya. [Antara]

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Ini Dia Pemenang "Wajah Pesona Indonesia"

Ini Dia Pemenang "Wajah Pesona Indonesia"

Press Release | Kamis, 02 November 2017 | 20:14 WIB

Livi Zheng Beberkan Keindahan Bali di Event Internasional

Livi Zheng Beberkan Keindahan Bali di Event Internasional

Lifestyle | Minggu, 15 Oktober 2017 | 01:00 WIB

Yuk, Mengenal Pesona Ende di Flores Lebih Dekat

Yuk, Mengenal Pesona Ende di Flores Lebih Dekat

Lifestyle | Rabu, 19 Oktober 2016 | 14:51 WIB

Iklan Pariwisata "Pesona Indonesia" akan Tayang di 55 Bioskop

Iklan Pariwisata "Pesona Indonesia" akan Tayang di 55 Bioskop

Lifestyle | Senin, 15 Februari 2016 | 13:10 WIB

Jelajahi Indonesia, Negara dengan Sejuta Pesona

Jelajahi Indonesia, Negara dengan Sejuta Pesona

Lifestyle | Selasa, 01 Desember 2015 | 06:00 WIB

Tebarkan Pesona Alam Indonesia dan Raih Hadiahnya

Tebarkan Pesona Alam Indonesia dan Raih Hadiahnya

Lifestyle | Kamis, 26 November 2015 | 06:10 WIB

Terkini

Cara Cari Restoran Terdekat untuk Pesan Makanan Online, Jangan Cuma Lihat Rating

Cara Cari Restoran Terdekat untuk Pesan Makanan Online, Jangan Cuma Lihat Rating

Lifestyle | Rabu, 23 September 2026 | 00:09 WIB

Pengendara Harap Bersiap, Dishub Bogor Terapkan Pengalihan Arus di Sukaraja Besok

Pengendara Harap Bersiap, Dishub Bogor Terapkan Pengalihan Arus di Sukaraja Besok

Bogor | Selasa, 22 September 2026 | 23:29 WIB

vivo X500 Series Sudah Meluncur di China, Kapan Masuk Indonesia? Ini Jawaban vivo

vivo X500 Series Sudah Meluncur di China, Kapan Masuk Indonesia? Ini Jawaban vivo

Tekno | Selasa, 22 September 2026 | 23:19 WIB

Hujan Turun di Palembang, Apakah Kabut Asap Benar-Benar Hilang?

Hujan Turun di Palembang, Apakah Kabut Asap Benar-Benar Hilang?

Sumsel | Selasa, 22 September 2026 | 23:15 WIB

Harga Timah Tembus US$54.250, Kenapa Komoditas Ini Makin Diburu Dunia?

Harga Timah Tembus US$54.250, Kenapa Komoditas Ini Makin Diburu Dunia?

Sumsel | Selasa, 22 September 2026 | 23:02 WIB

Janjian Balap Liar via WhatsApp, 4 Pemuda Diamankan Polres Cianjur

Janjian Balap Liar via WhatsApp, 4 Pemuda Diamankan Polres Cianjur

Jabar | Selasa, 22 September 2026 | 23:01 WIB

AI Mulai Masuk Bisnis Pelajar, 6.125 Siswa Dibekali Keterampilan Wirausaha Digital

AI Mulai Masuk Bisnis Pelajar, 6.125 Siswa Dibekali Keterampilan Wirausaha Digital

Tekno | Selasa, 22 September 2026 | 23:00 WIB

realme 16 Pro Harry Potter Edition Meluncur, Bawa Teknologi Warna yang Berubah Saat Kena Matahari

realme 16 Pro Harry Potter Edition Meluncur, Bawa Teknologi Warna yang Berubah Saat Kena Matahari

Tekno | Selasa, 22 September 2026 | 22:45 WIB

Bupati Askolani Sebut Bimtek Kepsek Ilegal, Kok Bisa Berujung OTT Polda Sumsel?

Bupati Askolani Sebut Bimtek Kepsek Ilegal, Kok Bisa Berujung OTT Polda Sumsel?

Sumsel | Selasa, 22 September 2026 | 22:40 WIB

BMKG Sebut Hujan Turun Berangsur Guyur Area Karhutla hingga Bulan Oktober

BMKG Sebut Hujan Turun Berangsur Guyur Area Karhutla hingga Bulan Oktober

Video | Selasa, 22 September 2026 | 22:10 WIB

×