Kurang Karbohidrat Menyebabkan Berbagai Masalah Ini

Vania Rossa | Suara.com

Rabu, 02 Mei 2018 | 13:36 WIB
Kurang Karbohidrat Menyebabkan Berbagai Masalah Ini
Makanan sumber karbohidrat. (Shutterstock)

Suara.com - Diet karbohidrat yang membatasi asupan nasi, mi, pasta, dan aneka tepung, banyak dilakukan orang karena diyakini dapat membuat penurunan berat badan menjadi lebih cepat.

Padahal, anggapan tersebut sama sekali salah. menurut para ahli diet dan nutrisi, asupan karbohidrat yang terlalu rendah dapat menyebabkan sejumlah efek samping.

Ahli diet dan ahli gizi dari Australia, Susie Burrell, menyebutkan beberapa tanda yang menunjukkan bahwa asupan karbohidrat Anda tidak mencukupi.

Berat badan Anda tidak kunjung turun
Kesalahpahaman yang umum tentang karbohidrat adalah semakin sedikit Anda makan, semakin besar penurunan berat badan yang akan Anda capai. Padahal faktanya, karbohidrat diperlukan untuk mempertahankan metabolisme tubuh Anda secara efisien.

“Jika Anda mengonsumsi kurang dari 80 g karbohidrat setiap hari tetapi melakukan banyak olahraga, kadar karbohidrat Anda akan terlalu rendah untuk bisa memetabolisme lemak tubuh, dan laju metabolisme Anda akan melambat seiring dengan waktu,” jelas Burrell.

Burrell menyarankan agar Anda menambahkan sepotong buah, roti, atau setengah cangkir gandum utuh yang dapat dimakan langsung setelah berolahraga untuk meningkatkan asupan karbohidrat dan mendukung sistem metabolisme Anda.

Anda mudah merasa lelah
Merasa lelah bisa menjadi tanda kunci bahwa Anda tidak mengasup cukup karbohidrat dalam diet sehari-hari. Burrell menjelaskan bahwa ini bisa terjadi karena perubahan kadar glukosa darah Anda.

"Fluktuasi kadar glukosa darah dapat menyebabkan sakit kepala, ketidakmampuan untuk berkonsentrasi, dan perasaan lesu," katanya.

Meski banyak yang mengaitkan terlalu banyak mengonsumsi karbohidrat dapat menyebabkan Anda merasa lesu, terlalu sedikit mengonsumsinya juga dilaporkan dapat memiliki efek yang sama.

Anda ngidam makan makanan manis
Ketika tubuh Anda menginginkan makanan tertentu, ini dapat menunjukkan bahwa ada sesuatu yang kurang di dalam tubuh Anda.

Inilah yang menjadi penyebab mengapa setelah makan Anda masih menginginkan makanan manis dengan alasan untuk pencuci mulut. Ini disebabkan karena makanan Anda tidak mengandung keseimbangan nutrisi yang bermanfaat.

Memiliki masalah pencernaan
Makanan yang tinggi karbohidrat biasanya merupakan sumber serat makanan, yang membantu isi usus Anda bergerak dengan lancar.

Oleh karena itu, makan lebih sedikit karbohidrat dapat menyebabkan Anda menjadi sembelit akibat kurangnya asupan serat.

Bau mulut
Banyak yang mungkin tidak menyadari bahwa diet rendah karbohidrat dapat berdampak pada aroma mulut Anda.

"Ketika asupan karbohidrat kita turun di bawah tingkat tertentu, tubuh akan membuat keton, yang merupakan sumber bahan bakar alternatif untuk hati dan otak yang terbuat dari simpanan lemak," jelas Burrell.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Nasi Putih, Kentang dan Jagung, Mana Paling Sehat untuk Diabetes?

Nasi Putih, Kentang dan Jagung, Mana Paling Sehat untuk Diabetes?

Health | Kamis, 14 Desember 2017 | 14:06 WIB

Mengapa Orang Kecanduan Karbohidrat?

Mengapa Orang Kecanduan Karbohidrat?

Health | Minggu, 29 Oktober 2017 | 13:04 WIB

Ini yang Terjadi pada Tubuh Bila Anda Kurangi Makan Nasi

Ini yang Terjadi pada Tubuh Bila Anda Kurangi Makan Nasi

Health | Minggu, 22 Oktober 2017 | 07:37 WIB

Terkini

6 Shio Paling Beruntung Besok 29 April 2026, Hoki Mengalir di Akhir Bulan

6 Shio Paling Beruntung Besok 29 April 2026, Hoki Mengalir di Akhir Bulan

Lifestyle | Selasa, 28 April 2026 | 21:05 WIB

4 Bedak SPF 50 Terbaik untuk Aktivitas Outdoor: Tahan Lama dan Anti Kusam

4 Bedak SPF 50 Terbaik untuk Aktivitas Outdoor: Tahan Lama dan Anti Kusam

Lifestyle | Selasa, 28 April 2026 | 20:40 WIB

JEDA 10 Detik Jadi Solusi Blibli Cegah Respons Impulsif dan Perkuat Perlindungan Konsumen

JEDA 10 Detik Jadi Solusi Blibli Cegah Respons Impulsif dan Perkuat Perlindungan Konsumen

Lifestyle | Selasa, 28 April 2026 | 20:14 WIB

Indonesia Gandeng Teknologi Korea, Perkuat Pertahanan Hadapi Ancaman Siber yang Kian Kompleks

Indonesia Gandeng Teknologi Korea, Perkuat Pertahanan Hadapi Ancaman Siber yang Kian Kompleks

Lifestyle | Selasa, 28 April 2026 | 20:06 WIB

5 Krim Pagi untuk Mencerahkan Wajah Kusam, Bikin Kulit Glowing dan Sehat

5 Krim Pagi untuk Mencerahkan Wajah Kusam, Bikin Kulit Glowing dan Sehat

Lifestyle | Selasa, 28 April 2026 | 20:05 WIB

Berapa Harga Cushion OMG? Rahasia Makeup Cantik Maia Estianty di Nikahan El Rumi

Berapa Harga Cushion OMG? Rahasia Makeup Cantik Maia Estianty di Nikahan El Rumi

Lifestyle | Selasa, 28 April 2026 | 19:18 WIB

Diskon Sepatu Nike di Sports Station, Harga Mulai Rp500 Ribuan

Diskon Sepatu Nike di Sports Station, Harga Mulai Rp500 Ribuan

Lifestyle | Selasa, 28 April 2026 | 19:10 WIB

Siapa Saja Kru Masinis Argo Bromo? Ungkap Masalah Sinyal Usai Kecelakaan Tabrak KRL

Siapa Saja Kru Masinis Argo Bromo? Ungkap Masalah Sinyal Usai Kecelakaan Tabrak KRL

Lifestyle | Selasa, 28 April 2026 | 17:00 WIB

Selamat Tinggal Gas Melon, Bahlil Siapkan Alternatif Pengganti LPG

Selamat Tinggal Gas Melon, Bahlil Siapkan Alternatif Pengganti LPG

Lifestyle | Selasa, 28 April 2026 | 16:45 WIB

Urutan Skincare Wardah Malam untuk Cegah Penuaan Usia 30 Tahun ke Atas

Urutan Skincare Wardah Malam untuk Cegah Penuaan Usia 30 Tahun ke Atas

Lifestyle | Selasa, 28 April 2026 | 16:44 WIB