Peristiwa Teror di Indonesia, Bagaimana Pariwisata di Yogyakarta?

Ferry Noviandi Suara.Com
Kamis, 17 Mei 2018 | 01:00 WIB
Peristiwa Teror di Indonesia, Bagaimana Pariwisata di Yogyakarta?
Jalan Malioboro, kawasan wisata terkenal di Yogyakarta yang aktif 24 jam sehari. [shutterstock]

Suara.com - Rentetan kejadian teror yang terjadi di Surabaya dan beberapa kota lainnya,  membuat beberapa daerah menyatakan kondisi dalam keadaan siaga satu. Peristiwa ini dianggap dapat mengganggu stabilitas ekonomi dan pariwisata.

Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) sebagai tujuan pariwisata mancanegara dan wisatawa lokal belum nampak berpengaruh besar atas aksi-aksi teror yang terjadi di Indonesia.

Menurut Putu Kartiyasa selaku kepala bidang promosi di Dinas Pariwisata DIY, sejauh ini dampak yang dimunculkan belum terlihat. Ia sudah berkoordinasi dengan pihak travel agen dan sejauh ini tidak ada tanda-tanda adanya penurunan jumlah wisatawan mancanegara maupun lokal untuk berwisata ke DIY.

"Saya sudah tanya ke agen travel, belum kelihatan (penurunan jumlah pariwisata). Baru dua hari, karena ke sini kan masuk wisata biasanya Juni sampai Agustus," ujar Putu Kartiyasa, saat di temui di kantornya di kawasan Malioboro.

Data dinas Pariwisata DIY mencatat ada sekitar 400.000 wisawatan asing yang berkunjung setiap tahunnya. Jika hitungan keseluruhan baik lokal maupun mancanegara pengunjung mencapai empat juta setiap tahunnya. Tujuan wisata terbanyak masih didominasi di daerah Parangtritis, Brobudur, Candi Prambanan dan Kraton.

Walaupun demikian, ia menegaskan memang perlu ada tindakan anstisipasi melalui kewaspadaan agar tidak mengganggu kenyaman wisatawan menikmati wilayah DIY. Sebab negara-negara lain sudah memberikan wanti-wanti kepada warganya untuk berhati-hati ke Indonesia.

"Lima negara memberitahu keadaan Indonesia seperti ini (bahaya), masing-masing negara memberitahu seperti negara Hong Kong, Inggris, Singapura," kata Putu

Satu sisi menurutnya, pintu masuk wisatawan ke DIY untuk jalur International melalui dua jalur pintu, yakni Malaysia dan Singapura sehingga mungkinkan menghamabat wisata untuk datang. Walaupun demikian pihaknya sudah melakukan antisipasi salah satunya dengan melibatkan polisi wisata untuk menjaga objek wisata.

"Wisatawan mancanegara itu kita dapatkan dari dua pitu masuk yang langsung yakni Malyasia dan Singapura. Memang kita harus ekstra wasapada, kepolisian sudah mengantisiasi, kita-pun punya polisi pariwisata untuk menjaga objek vital pariwisata,” ungkapnya. (Somad)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Seberapa Sehat Jam Tidurmu Selama Bulan Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika Kelas 6 SD Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Paling Cocok Jadi Takjil Apa saat Buka Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis: Jajal Seberapa Jawamu Lewat Tebak Kosakata Jatuh
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tebak Jokes Bapak-bapak, Cek Seberapa Lucu Kamu?
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI