Kisah Pembuat Dodol Betawi yang Banyak Dicari Jelang Lebaran

Ferry Noviandi Suara.Com
Senin, 11 Juni 2018 | 14:27 WIB
Kisah Pembuat Dodol Betawi yang Banyak Dicari Jelang Lebaran
Pembuat Dodol Betawi, Kutong (kiri) dan istrinya. (Suara.com/Ferry Noviandi)

"Kalau awal-awal puasa, pekerjanya paling lima orang. Ada tiga orang kerja dari tetangga sama anak-anak saya. Tapi kalau sudah seminggu jelang Lebaran, yang kerja juga tambah banyak. Sekitar 10 orang lah," ungkap Kutong, yang juga dibantu dua anak dan seorang istri.

Dodol dan kue keranjang yang sudah jadi dikemas dalam sebuah wadah plastik. Untuk dodol dikemas dalam lipatan plastik transparan yang memanjang.

Tak hanya Dodol Betawi, Kutong juga memproduksi kue keranjang. (Suara.com/Ferry Noviandi)
Tak hanya Dodol Betawi, Kutong juga memproduksi kue keranjang. (Suara.com/Ferry Noviandi)

Sedangkan untuk kue keranjang dikemas dalam plastik transparan berbentuk mangkuk.  Untuk harga, Kutong menjual dodol seharga Rp 55 ribu per kilogram.

Satu kilogram dibagi menjadi dua kue. Sedangkan untuk kue keranjang, per kilo dijual seharga Rp 26 ribu dan per kilonya dibagi menjadi dua kue.

"Tapi kalau harga di luar itu sekitar Rp 60-70 ribu per kilogram untuk dodol. Sedangkan kue keranjang sektiar Rp 30-35 ribu per kilogram," kata Kutong.

Menurut dia, kue produksinya sudah dijual sampai ke Jabodetabek. Biasanya, para agen dari berbagai kota di Jabodetabek yang mendatangi rumahnya kemudian dijual kembali di beberapa toko.

"Dijualnya sudah kemana-mana, Bogor, Depok, Bekasi, Ciledug, hampir seluruh Jabodetabek," ujarnya.

Menurut Kutong, para pelanggannya tetap setia dengan kue produksinya. "Karena saya pakai ketan asli, nggak dicampur-campur. Sebulan juga kuat, asal menyimpannya benar, sebulan juga nggak bulukan," katanya.

Boedie Soekarno

Boedie Soekarno, salah seorang agen yang sudah beberapa tahun menjadi pelanggan, mengakui kelebihan dodol buatan Kutong. "Saya sudah beberapa tahun jual dodol dari Pak Kutong ini. Memang dodolnya agak beda ya, lebih enak. Kalau pelanggan sih carinya produk Pak Kutong ini," katanya.

Kutong sediri mengaku akan terus melestarikan bisnis dodol dan kue keranjang. Ini dikarenakan selain berbisnis, ia juga melestarikan makanan khas Betawi.

"Selama ada umur, insya Allah saya bikin terus dodol sama kue keranjang ini. Kebetulan memang cuma ini yang saya bisa. Apalagi dodol sama kue keranjang ini udah langka. Ya itung-itung melestarikan budaya lah. Alhamdulillah anak kedua saya juga sepertinya sudah bisa, dia nanti yang bakal nerusin saya," cerita Kutong bangga.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

SIMULASI TKA: Soal Matematika Kelas 6 SD dengan Jawaban dan Pembahasan Lengkap
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Tahu Kamu Soal Transfer Mauro Zijlstra ke Persija Jakarta? Yuk Uji Pengetahuanmu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Fun Fact Nicholas Mjosund, Satu-satunya Pemain Abroad Timnas Indonesia U-17 vs China
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 10 Soal Matematika Materi Aljabar Kelas 9 SMP dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan John Herdman? Pelatih Baru Timnas Indonesia
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Otak Kanan vs Otak Kiri, Kamu Tim Kreatif atau Logis?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Apakah Kamu Terjebak 'Mental Miskin'?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA: 10 Soal Bahasa Inggris Kelas 12 SMA Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Sehat Ginjalmu? Cek Kebiasaan Harianmu yang Berisiko Merusak Ginjal
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Inggris Kelas 6 SD Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Ekstrovert, Introvert, Ambivert, atau Otrovert?
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI