Ini Saatnya Nikmati Keindahan Papua Lewat Festival Biak Munara!

Fabiola Febrinastri | Suara.com

Rabu, 29 Agustus 2018 | 15:00 WIB
Ini Saatnya Nikmati Keindahan Papua Lewat Festival Biak Munara!
Kawasan luweng Telaga Biru, Papua. (Dok: Kemenpar)

Suara.com - Festival Biak Munara Wampasi (FBMW) 2018 banyak menyimpan Surga eksotis. Dengan nuansa khas pantai, Biak Numfor sangat kaya destinasi.

Selain budaya, kawasan ini juga memiliki potensi alam yang unik lengkap, dengan flora dan faunanya.

Mengunjungi FBMW 2018, belum lengkap bila tidak menyibak lebih dalam sisi lain dari Biak Numfor. Lokasi destinasinya juga tidak jauh dari venue festival.

Akesibilitas mudah, apalagi jalan mulus. Kali Biru layak menjadi destinasi yang harus didatangi,  sebab memiliki keunikan dengan telaga air birunya yang jernih. Posisi telaga juga berada di mulut gua.

Berada di tepi jalan Desa Anggraidi, Distrik Biak Kota, Kali Biru sangat unik. Lokasinya berada di dalam cekungan (luweng) sedalam 30 m.

Warna airnya biru jernih. Apalagi, ada banyak stalagtit yang menggantung di langit-langit gua. Nuansa semakin eksotis dengan akar yang menyembul di dinding luweng.

“Warna biru karena faktor kedalaman. Telaga juga memiliki lorong di dalam air, yang terhubung dengan gua lain di dalam bukit ini. Penyelam dari Rusia sudah masuk ke sana. Telaga ini juga punya saluran khusus di bawah laut, dan terhubung dengan Pulau Myoduref. Kalau air laut pasang, maka posisi air di sini ikut naik,” kata pemilik destinasi Kali Biru Biak, Martinus Rumpaidus, Jumat (24/8/2018).

Kali Biru hanya berjarak 100 m dari bibir pantai. Telaga ini didiami ikan gabus dan udang air tawar.

Menariknya, kawasan luweng Telaga Biru ini juga memiliki tiga gua. Venue ini, dulunya dipakai sebagai tempat persembunyian tentara Jepang. Martinus menambahkan, luweng Kali Biru difungsikan dapur oleh tentara Jepang, selain tempat menyimpan cadangan amunisi.

“Pada dinding tebing, ada beberapa gua. Dahulu di sini banyak ditemukan sisa-sisa bom. Ada juga selongsong peluru. Selain itu, di sisi lain kawasan ini banyak ditemukan sisa-sisa peralatan kesehatan, seperti alat penyuntik. Destinasi ini cukup ramai. Setiap pekannya, rata-rata dikunjungi 100 orang. Area ini bisa dikembangkan jadi kompleks destinasi besar, sebab pantainya berpasir putih,” jelasnya.

Usai menikmati Kali Biru, wisatawan harus datang ke UPTD Taman Burung dan Taman Anggrek (TBTA) Biak, di Jalan Raya Bosnik km 12, Kampung Ruar, Biak Timur. Destinasi ini jadi wahana konservasi pendidikan dan penelitian.

UPTD TBTA Biak, saat ini, memiliki 95 ekor burung dari 29 spesies. Semunya merupakan burung endemik Papua.

Burung-burung koleksi UPTD TBTA Biak terdiri dari, Nuri, Kakaktua Jambul Kuning, Mambruk, hingga Kasuari. Ada juga beragam jenis merpati.

Di kawasan ini juga bisa dijumpai Mapi Sau Sau atau Cenderawasih Biak, dengan bulu warna biru. Kepala UPTD TBTA Biak, Alfrida Anna Mambaya, mengatakan, burung di TBTA berasal dari alam yang ditangkarkan.

“TBTA cukup banyak memiliki koleksi burung dan flora yang langka. Burung diambil dari alam dan ditangkarkan. Khusus Mapi Sua Sua, mereka terbang bebas. Kawasan ini rutin menjadi tempat praktik perguruan tinggi,” kata Alfrida.

Selain burung, kawasan seluas 28 hektare ini juga menjadi habitat terbaik bagi anggrek. Beberapa anggrek koleksi TBTA adalah jenis Acriopsis, Bulbophylum, Coelogyne Dendrobium, Dipodium, Ephemerantha, Eria, Grammatophillum, hingga Spathoglottis.

Ada juga Grammatophillum Stapeliflorum atau anggrek hitam khas Papua.

“Kami punya dua rumpun Grammatophillum Stapeliflorum. Jenis anggrek khas Papua dengan karakter sensitif terhadap suhu panas. Wilayah Biak ini relatif panas. Anggrek ini juga sensitif terhadap pestisida,” jelasnya.

Sepanjang 2017, kawasan TBTA sudah dikunjungi oleh sekitar 3.000 wisatawan. Sepanjang 2018, TBTA sudah dikunjungi 1.879 wisatawan.

Rinciannya, sebanyak 56 adalah wisman. Untuk wisnus terdiri dari 1.277 dewasa dan 546 anak.

“Pengunjung tertarik ingin melihat berbagai koleksi unik TBTA. Sejauh ini progresnya cukup positif,” kata Alfrida lagi.

Berada di poros Jalan Raya Bosnik, Biak juga menawarkan pesona ekowisata Pantai Inofi (Segara Indah), di Desa Inof, Distrik Biak Timur. Ada beragam paket wisata yang disajikan, seperti snorkling, pengamatan biota laut di Spa Bia dan terumbu karang, hingga perahu wisata.

Snorkling dan perahu wisata dikenai tarif Rp50 ribu per orang per jam.

Pantai ini tenang dan airnya jernih. Pantai Inofi (Segara Indah) menjadi spot terbaik untuk snorkling.

Adapun biota laut yang bisa dinikmati misalnya, Sponge, Cephalopoda, Sea Anemon, Kalamunat, juga Crinoidea. Jenis ikan yang bisa dijumpai, Cephalopolis Urodeta, Chaetodon, Pterois Antennata, dan Amphiprion Ccellaris.

Ada juga jenis Balistoides Conspicilum hingga Malacantus Latovittatus.

“Laut di sini masuk Atlantik dan profil ombaknya kecil. Saat ini, masih masuk musim teduh. Tiket masuk juga murah. Sepeda motor dikenai Rp 5 ribu, mobil Rp 10 ribu. Jumlah itu termasuk parkirnya. Untuk fasilitas, di sini ada pondok untuk santai dengan sewa Rp 50 ribu hingga Rp100 ribu,” kata koordinator pengelola Pantai Inofi (Segara Indah), Dominggus Inggamer.

Uniknya, destinasi ini dikelola oleh masyarakat Desa Inof, yang terbagi dalam 4 marga. Setiap marga diberi kesempatan untuk mengelola destinasi selama sepekan.

Marga itu adalah, Inggamer, Ronsumbre, Dimmara, Manggomboh.

Dominggus menambahkan, jumlah kunjungan wisatawan mencapai 300 orang per pekan. Destinasi ini kerap dikunjungi wisatawan Prancis, Belanda, Italia, Inggris, dan Asia Timur.

“Destinasi ini milik masyarakat. Kami mendapat pendapatan selama sepekan mengelola destinasi. Caranya digilir menurut marga. Jumlah kunjungan wisatawan lumayan, rata-ratanya 300 orang seminggu. Selain lokal, ada juga tamu dari mancanegara. Uang pengelolaan digunakan untuk pendidikan, kesehatan, dan memenuhi kebutuhan sehari-hari,” ujar Dominggus.

Pariwisata memberikan manfaat ekonomi, senyum lebar pun ditunjukan Menteri Pariwisata, Arief Yahya. Baginya, pariwisata Biak harus terus didorong karena banyak memiliki potensi destinasi yang besar.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Terkini

Food Cycle Indonesia Ubah Surplus Pangan Jadi Bantuan untuk Warga Rentan

Food Cycle Indonesia Ubah Surplus Pangan Jadi Bantuan untuk Warga Rentan

Lifestyle | Kamis, 07 Mei 2026 | 13:34 WIB

Beda Pendidikan Ahmad Dhani dan Maia Estianty yang Sedang Jadi Omongan

Beda Pendidikan Ahmad Dhani dan Maia Estianty yang Sedang Jadi Omongan

Lifestyle | Kamis, 07 Mei 2026 | 13:32 WIB

5 Serum dengan Kandungan Anti Aging untuk Cegah Tanda Penuaan Wajah

5 Serum dengan Kandungan Anti Aging untuk Cegah Tanda Penuaan Wajah

Lifestyle | Kamis, 07 Mei 2026 | 13:30 WIB

Apakah Irwan Mussry Seorang Mualaf? Ini Agama Suami Maia Estianty

Apakah Irwan Mussry Seorang Mualaf? Ini Agama Suami Maia Estianty

Lifestyle | Kamis, 07 Mei 2026 | 13:10 WIB

Syarat Hewan Kurban yang Sah, Ini Ketentuan yang Harus Diperhatikan Sebelum Membeli

Syarat Hewan Kurban yang Sah, Ini Ketentuan yang Harus Diperhatikan Sebelum Membeli

Lifestyle | Kamis, 07 Mei 2026 | 13:10 WIB

6 Sunscreen Moisturizer SPF 50  Sat Set untuk Busy Morning, Diperkaya Collagen dan Ceramide

6 Sunscreen Moisturizer SPF 50 Sat Set untuk Busy Morning, Diperkaya Collagen dan Ceramide

Lifestyle | Kamis, 07 Mei 2026 | 12:58 WIB

Kisah Petani di Klaten Menghidupkan Kembali Tanah demi Bertahan dari Krisis Iklim

Kisah Petani di Klaten Menghidupkan Kembali Tanah demi Bertahan dari Krisis Iklim

Lifestyle | Kamis, 07 Mei 2026 | 12:54 WIB

7 Lip Balm dengan SPF untuk Bibir Gelap dan Kering, Jadi Lembap Seharian

7 Lip Balm dengan SPF untuk Bibir Gelap dan Kering, Jadi Lembap Seharian

Lifestyle | Kamis, 07 Mei 2026 | 12:44 WIB

14 Mei Libur Apa? Ini Daftar Tanggal Merah dan Cuti Bulan Mei 2026

14 Mei Libur Apa? Ini Daftar Tanggal Merah dan Cuti Bulan Mei 2026

Lifestyle | Kamis, 07 Mei 2026 | 12:25 WIB

Sunscreen yang Bagus SPF Berapa? Ini Penjelasan Dokter dan 6 Rekomendasinya

Sunscreen yang Bagus SPF Berapa? Ini Penjelasan Dokter dan 6 Rekomendasinya

Lifestyle | Kamis, 07 Mei 2026 | 12:24 WIB