Studi: Ini Alasan Seseorang Bertahan dalam Hubungan Tak Bahagia

Ade Indra Kusuma | Vessy Dwirika Frizona | Suara.com

Rabu, 24 Oktober 2018 | 21:00 WIB
Studi: Ini Alasan Seseorang Bertahan dalam Hubungan Tak Bahagia
Ilustrasi pasangan sedang konflik atau bertengkar. (Shutterstock)

Suara.com - Mungkin Anda sering mendengar banyak orang mengeluh setiap hari tentang pasangan mereka. Namun, Anda juga heran mengapa mereka yang merasa tak bahagia enggan mengakhiri hubungan itu.

Kedengarannya aneh, ada orang yang memilih bertahan dalam hubungan tak sehat yang membuat mereka tidak bahagia. Tentang fenomena ini, sebuah studi menemukan, mereka yang memilih tetap bertahan rupanya bukan karena egois atau tak mementingkan diri sendiri. Alasan mereka bertahan sebagian besar adalah karena tidak ingin pasangannya menderita.

Seperti dilansir dari Dailymail, Rabu (24/10/2018), penelitian yang dilakukan di Universitas Utah menemukan banyak orang bertahan meski tidak bahagia bersama pasangannya. Saat mengambil sampel dari orang-orang Amerika Serikat, 64 persen orang bertahan dalam hubungan tidak sehat karena tak ingin pasangannya menjadi berantakan tanpa mereka.

Sementara itu di Inggris, pasangan milenial yang sudah menjalin hubungan lebih dari 4 tahun cenderung lebih memilih bertahan dalam hubungan tak sehat, ketimbang mereka yang baru menikah di bawah usia 2 taHun. Mereka yang memilih bertahan berpikir bahwa tetap bersama jauh lebih baik.

Untuk menemukan jawaban mengapa banyak orang bertahan dalam hubungan tak bahagia, Dr. Samantha Joel, seorang psikolog dari University of Utah, meneliti secara acak 1.348 orang yang sudah menikah. Dalam jangka waktu sepekan, hasilnya sungguh mengejutkan.

“Awalnya tim peneliti memperkirakan hasil riset ini akan mengeluarkan jawaban bahwa mereka yang bertahan dalam hubungan tak sehat karena takut tidak menemukan pasangan lagi yang lebih baik. Tapi ternyata tidak,” katanya kepada Dailymail.

Tim peneliti menemukan, jawaban-jawaban mereka justru sangat lekat dengan nilai tradisional. Bahwa, mereka bertahan karena menyadari sudah ada komitmen dan banyaknya investasi yang sudah diberikan kepada pasangannya, seperti waktu, tenaga, dan pikiran.

“Kami menemukan persepsi tentang komitmen yang dimiliki seseorang ternyata lebih dari apa pun. Bila mereka sudah memiliki pasangan maka berpegang pada komitmen adalah yang paling utama,” katanya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Catat, 5 Tanda Perselingkuhan yang Dilakukan Pasangan

Catat, 5 Tanda Perselingkuhan yang Dilakukan Pasangan

Lifestyle | Rabu, 24 Oktober 2018 | 16:15 WIB

Tak Bahagia dengan Pasangan, Tapi Kok Tetap Bersama?

Tak Bahagia dengan Pasangan, Tapi Kok Tetap Bersama?

Lifestyle | Rabu, 24 Oktober 2018 | 10:01 WIB

Ini Alasan Kehilangan Pasangan Bisa Picu Kematian Menurut Studi

Ini Alasan Kehilangan Pasangan Bisa Picu Kematian Menurut Studi

Health | Rabu, 24 Oktober 2018 | 10:30 WIB

Terkini

Bacaan Niat Mandi Wajib setelah Haid dan Tata Caranya sesuai Sunnah

Bacaan Niat Mandi Wajib setelah Haid dan Tata Caranya sesuai Sunnah

Lifestyle | Jum'at, 20 Maret 2026 | 09:42 WIB

Asal-usul Ketupat Lebaran, Tradisi Khas Idulfitri di Indonesia

Asal-usul Ketupat Lebaran, Tradisi Khas Idulfitri di Indonesia

Lifestyle | Jum'at, 20 Maret 2026 | 09:10 WIB

10 Cara Menyampaikan Permintaan Maaf yang Tulus saat Sungkem

10 Cara Menyampaikan Permintaan Maaf yang Tulus saat Sungkem

Lifestyle | Jum'at, 20 Maret 2026 | 09:02 WIB

15 Ucapan Selamat Lebaran 2026 yang Sopan untuk Kolega dan Kenalan

15 Ucapan Selamat Lebaran 2026 yang Sopan untuk Kolega dan Kenalan

Lifestyle | Jum'at, 20 Maret 2026 | 08:51 WIB

35 Ucapan Sungkem Lebaran Bahasa Indonesia Penuh Makna, Siap Bikin Hati Bergetar

35 Ucapan Sungkem Lebaran Bahasa Indonesia Penuh Makna, Siap Bikin Hati Bergetar

Lifestyle | Jum'at, 20 Maret 2026 | 08:12 WIB

Lebaran Hari Jumat, Apakah Tetap Wajib Salat Jumat? Ini Penjelasannya

Lebaran Hari Jumat, Apakah Tetap Wajib Salat Jumat? Ini Penjelasannya

Lifestyle | Jum'at, 20 Maret 2026 | 08:10 WIB

35 Ucapan Sungkem Lebaran Bahasa Jawa Singkat dan Artinya

35 Ucapan Sungkem Lebaran Bahasa Jawa Singkat dan Artinya

Lifestyle | Jum'at, 20 Maret 2026 | 08:00 WIB

Khotbah Jumat Saat Idulfitri: Makna Kembali ke Fitrah dan Menjaga Takwa

Khotbah Jumat Saat Idulfitri: Makna Kembali ke Fitrah dan Menjaga Takwa

Lifestyle | Jum'at, 20 Maret 2026 | 07:50 WIB

5 Tips Masak Semur Daging Empuk Tanpa Panci Presto untuk Lebaran

5 Tips Masak Semur Daging Empuk Tanpa Panci Presto untuk Lebaran

Lifestyle | Jum'at, 20 Maret 2026 | 07:30 WIB

35 Ucapan Idulfitri Bahasa Inggris untuk Teman Luar Negeri dan Artinya

35 Ucapan Idulfitri Bahasa Inggris untuk Teman Luar Negeri dan Artinya

Lifestyle | Jum'at, 20 Maret 2026 | 07:25 WIB