Kisah Para Pembeli Borong Donat Jadi Viral, Alasannya Bikin Haru

Ade Indra Kusuma
Kisah Para Pembeli Borong Donat Jadi Viral, Alasannya Bikin Haru
Kisah inspiratif di Donut City, California [google maps]

Pelanggan membantu memborong donat setiap pagi untuk alasan yang bikin haru. Jadi pemilik itu bisa tutup lebih cepat dan bersama istrinya yang sakit

Suara.com - Kisah inspiratif yang jadi viral terjadi di Toko Donut City, yang berada di Seal Beach, California. Seperti diceritakan Washington Post, sudah dua minggu terakhir, orang-orang mulai mengantre di toko donat sejak pukul 4.30 pagi. Ada apa gerangan?

Kala itu hari Senin, Donut City menutup tokonya dengan cepat dari biasanya pukul 2 siang, karena donat sudah habis terjual sejak pukul 7.30 pagi.

Orang-orang sekitar yang beli donat mengakui donat di sana sangat lezat. tapi itu bukan alasan mereka mengantre sejak subuh untuk beli donat.

Hal itu dimulai beberapa minggu yang lalu, ketika pelanggan mulai menyadari bahwa ada sesuatu yang aneh.

Setiap hari selama 28 tahun terakhir, pemilik Donut City, suami istri bernama Stella (63 tahun) dan John Chhan (62 tahun) selalu berdiri di belakang meja kasir melayani para pembeli. Tapi suatu hari, Stella Chhan tidak ada di sana.

Ketika pelanggan bertanya, kepada John Chhan, ia mengatakan kepada si pembeli bahwa sang istri sakit, dan menderita Aneurisma pada 22 September lalu dan mulai dalam pengawasan dan perawatan medis di rumah. John mengaku sesegera mungkin pulang pada sore hari setelah semua donat terjual.

Mendengar hal itu, banyak pembeli kagum dengan sikap John Chhan.

"Hari-hari berlalu dan aku selalu memikirkan (alasan John menjenguk istrinya)," kata pelanggan bernama Dawn Caviola kepada Orange County Register.

Caviola berpikir ia punya ide cemerlang

"Jadi kupikir, jika cukup banyak orang akan membeli selusin donat setiap pagi, dia bisa tutup lebih awal dan pergi bersama istrinya," lanjutnya

Caviola memposting ide itu, ia membagikan pesan kepada para tetangga dan berita pesan berantai ini semakin viral. Serentak, para penggemar Donut City menanggapi dengan cara yang hebat.

John Chhan sempat kaget saat ingin membuka tokonya, tiba-tiba para pembeli sudah mulai muncul di kegelapan subuh, memesan puluhan donat dan croissant. Pada pukul 6 pagi, antrian sudah mengular di depan pintu.

Aroma donat salah satu aroma yang dapat meningkatkan gairah lelaki. (Shutterstock)
Aroma donat salah satu aroma yang dapat meningkatkan gairah lelaki. (Shutterstock)

"Kami selesai untuk hari ini. Terjual sekitar setengah jam yang lalu," kata Chhan dalam wawancaranya pada The Washington Post (8/11/2018).

"Banyak orang datang dan membeli tiga, empat, lima lusin," katanya, menambahkan bahwa ia menjual sekitar 50 lusin donat pada hari Senin.

Pelanggan setia Donut City, Jenee Rogers, mengatakan dia telah menjadi pelanggan reguler selama 20 tahun terakhir. Dia mengatakan John dan istrinya, Stella Chhan, adalah orang yang rendah hati dan murah senyum.

Dia akhirnya melihat pesan viral tentang upaya untuk membantu Chhan, termasuk detail bahwa seseorang mencoba untuk membuat halaman GoFundMe untuk mengumpulkan uang untuk membantu pengobatan istri Chhan, tetapi Chan disebut menolak tawaran itu.

Rogers mengatakan dia dan semua temannya mulai menyebarkan berita untuk pergi ke toko lebih awal dan membeli donat saja ketimbang menyumbang dana karena John Chhan menolak itu.

"Kami selalu menyebarkan pesan viral ini dan setiap hari saya sudah ada di sana, mengantri berbaris di depan pintu (Donut City),"

Rogers, yang keluarganya memiliki Sekolah M & M Surfing School di Seal Beach, mengatakan sekolahnya selalu membeli donat untuk komunitas gereja lokalnya setiap hari Minggu.

Ketika dia ada di sana pukul 6.30 pagi pada hari Minggu, dia bertanya pada John Chhan donat mana yang kurang laku. John Chhan mengatakan kepada Rogers ada berbagai kue, dan Rogers mengaku membeli selusin kue-kue yang kurang laku.

Donat merupakan salah satu makanan manis yang digemari anak-anak. (Shutterstock)
Donat merupakan salah satu makanan manis yang digemari anak-anak. (Shutterstock)

"Ketika John Chhan membersihkan tokonya pada Senin pagi, dia berkata kepada saya untuk segera pulang untuk menemui istrinya," beber Rogers.

Rogers menceritakan keduanya berasal dari Kamboja pada akhir 1970-an, membeli Donut City pada tahun 1990, dan telah menjadi pemilik usaha kecil yang bahagia sejak itu.

Ketika Stella Chhan jatuh sakit beberapa minggu yang lalu, dia disebut tidak bisa berbicara dan mengalami kesulitan bergerak. Tapi semenjak kejadian ini (Donut CIty diserbu sejak subuh), sekarang ia sudah mulai berbicara dan bisa duduk sendiri.

"Dia menjadi lebih baik dan lebih baik," lanjut Rogers.

Dalam wawancaranya, John Chhan selalu mengalihkan perhatiannya ke panggilan telepon dan menekankan betapa sangat bersyukur dia untuk pelanggannya yang sangat perhatian.

"Aku sangat menghargainya," katanya.

"Aku tidak bisa mengatakan cukup, terima kasih dan terima kasih," seru John Chhan.

Suara.Com

Suara.com adalah portal berita yang
menyajikan informasi terhangat, baik peristiwa politik, bisnis, hukum, entertainment...

QUOTES OF THE DAY

INFOGRAFIS