Di Desa Susu, Peternak Sapi Belajar Teknik Modern Produksi Susu

Vania Rossa, Firsta Nodia

Selasa, 11 Desember 2018 | 19:13 WIB
Di Desa Susu, Peternak Sapi Belajar Teknik Modern Produksi Susu
Peresmian Desa Susu. (Suara.com/Firsta Nodia Putri)

Suara.com - Untuk meningkatkan kapasitas peternak sapi lokal dalam merawat sapi perahnya, Koperasi Peternak Sapi Bandung Utara (KPSBU) Lembang, Jawa Barat, bekerja sama dengan sejumlah pihak membangun Desa Susu atau Diary Village di Ciater, Subang, Jawa Barat.

Pemilihan Ciater sebagai Desa Susu didasari fakta provinsi Jawa Barat sebagai salah satu daerah dengan jumlah peternak sapi perah terbanyak di Indonesia. Suhu udara yang sejuk dan area lahan yang cukup luas juga menjadi salah satu alasan mengapa kawasan ini sangat cocok untuk beternak sapi perah.

Disampaikan Ketua Koperasi Perternak dan Susu Bandung Utara (KSBU), Dedi Setiadi, didirikannya Desa Susu ini tak lepas dari target pemerintah untuk memenuhi swasembada susu pada 2025. Disampaikan Dedi, selama ini peternak lokal masih menggunakan teknik sederhana dalam mendorong produksi susu dari sapi yang diternaknya. Alhasil jumlah produksi susu hanya mencapai rata-rata 12,5 liter sehari.

Desa Susu. (Suara.com/Firsta Nodia Putri)
Desa Susu. (Suara.com/Firsta Nodia Putri)

"Saya berharap ketika kita memiliki perternakan modern seperti ini (Dairy Village), produksi kita tidak hanya 10-12 liter, tapi bisa 15-20 liter sehingga bisa meningkatkan pendapatan peternak sapi Indonesia," ujar Dedi di sela-sela peresmian Dairy Village di Ciater, Jawa Barat, Selasa (11/12/2018).

Dalam kesempatan yang sama, Akhmad Sawaldi, DDP dan FDOV project manajer Frisian Flag Indonesia mengatakan bahwa nilai investasi Dairy Village ini mencapai Rp 16 miliar yang mana 40 persennya didukung oleh Pemerintah Belanda dan sisanya didukung oleh Frisian Flag dan Koperasi Perternak dan Susu Bandung Utara (KSBU) Lembang.

Desa Susu seluas satu hektar ini, kata Akhmad, memiliki fasilitas berupa kandang sapi, rumah perah untuk 12 ekor sapi, tangki pendingin susu, traktor, truk, dan alat pemisah kotoran sapi. Menggunakan teknologi terkini, Desa Susu ini ditujukan sebagai bisnis peternakan.

"Nantinya para peternak lokal bisa mendapatkan manfaat ganda dengan bekerja di Desa Susu ini, yakni mendapat gaji dan bagi hasil produksi susu dari sapi perah yang diternaknya di sini. Minimal mereka punya 8 sapi, nanti tiap tahun dievaluasi berapa keuntungannya dan dibagi sesuai dengan jumlah sapi mereka," ujar Akhmad.

Meski demikian, Akhmad tak menampik bahwa pihaknya menetapkan aturan yang ketat bagi peternak lokal yang ingin bergabung di Dairy Village ini. Pertama, peternak lokal harus memiliki pengalaman kurang dari lima tahun, berusia di bawah 35 tahun, dan memiliki sekurang-kurangnya 3-4 sapi.

"Harapannya, kapasitas dan kemampuan peternak lokal dalam menghasilkan susu dengan kualitas dan kuantitas yang tinggi bisa tercapai dan kesejahteraan mereka juga meningkat, di samping itu produksi susu juga meningkat," tandas dia.

baca juga

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Kurang Familiar, Ternyata Banyak Manfaat Keju Susu Kambing Lho

Kurang Familiar, Ternyata Banyak Manfaat Keju Susu Kambing Lho

Health | Kamis, 27 September 2018 | 10:22 WIB

Tingkatkan Produksi Susu, BUMN Diminta Bermitra dengan Peternak

Tingkatkan Produksi Susu, BUMN Diminta Bermitra dengan Peternak

Bisnis | Senin, 24 September 2018 | 08:40 WIB

Ini Rahasia Susu Sapi Berkualitas

Ini Rahasia Susu Sapi Berkualitas

Health | Minggu, 02 September 2018 | 10:09 WIB

Terkini

Wajah Baru Harvest, dari Kue Perayaan hingga Roti dan Pastry untuk Menemani Keseharian

Wajah Baru Harvest, dari Kue Perayaan hingga Roti dan Pastry untuk Menemani Keseharian

Lifestyle | Selasa, 22 September 2026 | 21:31 WIB

Banjir Bandang Solok, Satu Korban Ditemukan Meninggal Dunia

Banjir Bandang Solok, Satu Korban Ditemukan Meninggal Dunia

News | Selasa, 22 September 2026 | 21:24 WIB

Miras Oplosan Tewaskan 4 Orang di Cianjur, 2 Korban Masih Kritis

Miras Oplosan Tewaskan 4 Orang di Cianjur, 2 Korban Masih Kritis

Jabar | Selasa, 22 September 2026 | 21:06 WIB

Winger PSM Rizky Eka Dipanggil John Herdman, Dean James dan Calvin Verdonk Belum Nongol

Winger PSM Rizky Eka Dipanggil John Herdman, Dean James dan Calvin Verdonk Belum Nongol

Bola | Selasa, 22 September 2026 | 21:05 WIB

Voice Cloning: Modus Scam Baru yang Bikin Pejabat Pun Kena Tipu

Voice Cloning: Modus Scam Baru yang Bikin Pejabat Pun Kena Tipu

Video | Selasa, 22 September 2026 | 21:05 WIB

Presiden FAM Wanti-wanti Pemain Malaysia: Jangan Bikin Malu Main di Indonesia

Presiden FAM Wanti-wanti Pemain Malaysia: Jangan Bikin Malu Main di Indonesia

Bola | Selasa, 22 September 2026 | 21:04 WIB

Mahfud MD Soal Gugatan Pendidikan Gibran: Kalau Saya Hakimnya, Saya Mau Buat Terobosan

Mahfud MD Soal Gugatan Pendidikan Gibran: Kalau Saya Hakimnya, Saya Mau Buat Terobosan

News | Selasa, 22 September 2026 | 20:51 WIB

9 Rekomendasi HP Murah untuk Live TikTok dan Shopee Tidak Cepat Panas

9 Rekomendasi HP Murah untuk Live TikTok dan Shopee Tidak Cepat Panas

Tekno | Selasa, 22 September 2026 | 20:50 WIB

57 Pelajar Keluhkan Kesehatan Usai Makan MBG, SPPG Akui Lalai Tangani Ikan Tuna

57 Pelajar Keluhkan Kesehatan Usai Makan MBG, SPPG Akui Lalai Tangani Ikan Tuna

News | Selasa, 22 September 2026 | 20:42 WIB

Jakarta Diguyur Hujan, Operasi Modifikasi Cuaca Akhirnya Berhasil

Jakarta Diguyur Hujan, Operasi Modifikasi Cuaca Akhirnya Berhasil

News | Selasa, 22 September 2026 | 20:41 WIB

×