Alergi Makanan VS Intoleransi Makanan, Apa Bedanya?

Vania Rossa Suara.Com
Selasa, 08 Januari 2019 | 12:34 WIB
Alergi Makanan VS Intoleransi Makanan, Apa Bedanya?
Ilustrasi alergi atau intoleransi makanan. (Shutterstock)

Suara.com - Alergi makanan dan intoleransi makanan memang memiliki gejala yang hampir serupa, yaitu mengalami reaksi tertentu di dalam tubuh ketika mengonsumsi satu jenis makanan. Padahal, alergi makanan berbeda dengan intoleransi makanan.

Perbedaan yang paling penting antara alergi dan intoleransi terletak pada kegawatdaruratannya. Reaksi yang dipicu oleh alergi makanan bisa terjadi di seluruh bagian tubuh, termasuk organ jantung, dan bisa mengancam jiwa. Sedangkan respon yang disebabkan oleh intoleransi makanan hanya terjadi di dalam sistem pencernaan.

Intoleransi makanan terjadi ketika Anda tidak dapat memecah makanan dengan benar. Penyebabnya bisa karena defisiensi enzim, sensitivitas terhadap bahan tambahan makanan, atau reaksi terhadap bahan kimia yang terjadi secara alami dalam makanan. Seringkali, penderita intoleransi ini tetap bisa makan makanan tertentu dalam jumlah kecil tanpa menyebabkan masalah.

Pada alergi makanan, reaksinya melibatkan sistem kekebalan tubuh. Sistem kekebalan tubuh akan mengontrol bagaimana tubuh Anda mempertahankan diri dari zat tertentu di dalam makanan. Misalnya, jika Anda alergi terhadap susu sapi, sistem kekebalan tubuh Anda mengidentifikasi susu sapi sebagai penyerbu atau alergen. Sistem kekebalan tubuh Anda bereaksi berlebihan dengan memproduksi antibodi yang disebut Immunoglobulin E (IgE). Antibodi ini bergerak ke sel-sel yang melepaskan bahan kimia, menyebabkan reaksi alergi. Setiap jenis IgE memiliki "radar" khusus untuk setiap jenis alergen.

Oleh karena itulah, alergi makanan dapat menyebabkan reaksi serius atau bahkan mengancam jiwa meski Anda mengonsumsi dalam jumlah kecil sekalipun.

Gejala reaksi alergi makanan umumnya terlihat pada kulit, seperti gatal-gatal, gatal, atau bengkak. Gejala gastrointestinal dapat berupa muntah dan diare. Gejala pernapasan dapat menyertai gejala kulit dan pencernaan, tetapi biasanya tidak terjadi sendirian.

Reaksi alergi juga dapat menjadi sangat serius dan berlangsung cepat, yang disebut anafilaksis, biasanya berupa kesulitan bernapas, pusing, atau kehilangan kesadaran. Tanpa perawatan segera, anafilaksis bisa berakibat fatal.

Kalau Anda memiliki beberapa reaksi aklergi seperti dijelaskan di atas, segera temui dokter untuk penanganan alergi terbaik. Sedangkan pada penderita intoleransi, kondisi ini umumnya hanya membutuhkan pembatasan jenis makanan tertentu.

Baca Juga: Awas! Pemerasan Lewat Email Ini Tampak Meyakinkan

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Seberapa Sehat Jam Tidurmu Selama Bulan Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika Kelas 6 SD Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Paling Cocok Jadi Takjil Apa saat Buka Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis: Jajal Seberapa Jawamu Lewat Tebak Kosakata Jatuh
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tebak Jokes Bapak-bapak, Cek Seberapa Lucu Kamu?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 20 Soal Matematika Kelas 9 SMP Materi Statistika dan Peluang
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI