Botol Air Minum Bisa Jadi Tempat Berkembangnya Bakteri

Vania Rossa, Firsta Nodia

Kamis, 10 Januari 2019 | 13:40 WIB
Botol Air Minum Bisa Jadi Tempat Berkembangnya Bakteri
Ilustrasi botol minum. (Shutterstock)

Suara.com - Kapan terakhir kali Anda mencuci botol air minum? Sebuah penelitian terkini di Brazil menunjukkan bahwa botol air minum yang dapat digunakan kembali mungkin lebih kotor dari yang Anda kira.

Dalam studi tersebut, para peneliti meminta 30 anggota gym untuk menyerahkan botol air minum mereka untuk pengujian. Kemudian mereka membandingkannya dengan 30 botol air minum yang tidak digunakan. Hasilnya, 83 persen botol air minum yang telah digunakan berulang kali terkontaminasi bakteri.

Beberapa jenis bakteri yang paling umum adalah Staphylococcus aureus ditemukan pada 27 persen botol dan E. coli ditemukan pada 17 persen botol air minum.

Menurut Philip Tierno, Ph.D., profesor mikrobiologi dan patologi di NYU School of Medicine, bakteri Staphylococcus sebenarnya ada di dalam hidung sekitar 30 persen orang dan umumnya tidak menyebabkan penyakit. Demikian pula bakteri E. coli yang kerap ditemui pada usus yang sehat. Meski demikian, ia mengakui bahwa strain bakteri tertentu dapat menyebabkan penyakit diare.

Jadi seberapa besar kemungkinan botol air minum dapat membuat Anda sakit? Menurut Tierno, itu tergantung pada beberapa faktor antara lain jumlah dan jenis bakteri, serta sistem kekebalan tubuh seseorang.

Jika botol air minum tidak dicuci setiap kali akan digunakan, maka bakteri dapat ditularkan melalui kontak tidak langsung. Jika Anda tidak mencuci tangan setelah pergi ke kamar mandi atau menyentuh wajah dan langsung memegang botol air minum, maka Anda dapat menyebarkan bakteri ke botol.

"Sebaiknya cucilah botol apa pun dengan benar sebelum digunakan untuk menurunkan risiko sakit akibat bakteri," ujar Tierno.

Untuk menghindari penyebaran bakteri berbahaya ke botol air minum, Tierno menyarankan agar Anda mencuci tangan dengan benar sebelum menyentuh botol.

“Cuci tangan selama 20 detik. Gunakan sabun di bagian atas dan bawah tangan dan di antara jari dan di bawah kuku, "kata Teirno.

baca juga

Untuk membantu menjaga bakteri agar tidak berkembang biak, Tierno menyarankan Anda untuk memilih botol berbahan logam atau kaca, karena bakteri lebih mudah menempel pada plastik dan permukaan lain yang lebih kasar.

"Permukaan baja, logam, kaca lebih mudah dibersihkan dan mencegah terbentuknya biofilm di mana bakteri bisa tumbuh," imbuh dia.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Hii, Sindrom Syok Toksik Bikin Tangan Perempuan Ini Diamputasi

Hii, Sindrom Syok Toksik Bikin Tangan Perempuan Ini Diamputasi

Health | Kamis, 03 Januari 2019 | 20:05 WIB

Ponsel Ternyata 7 Kali Lebih Banyak Bakteri Daripada Toilet

Ponsel Ternyata 7 Kali Lebih Banyak Bakteri Daripada Toilet

Health | Selasa, 04 Desember 2018 | 19:00 WIB

Efektifkah Kocok Air Panas untuk Bersihkan Botol Minum?

Efektifkah Kocok Air Panas untuk Bersihkan Botol Minum?

Health | Jum'at, 30 November 2018 | 11:15 WIB

Terkini

Bukan Hanya Pangan dan Tempat Tinggal, Ini Kebutuhan Utama Warga Terdampak Gempa NTT

Bukan Hanya Pangan dan Tempat Tinggal, Ini Kebutuhan Utama Warga Terdampak Gempa NTT

News | Jum'at, 04 September 2026 | 00:32 WIB

Pertama Kali Donor Darah? Simak Panduan dan Persiapannya dari Aksi Indodana Finance-KSDD

Pertama Kali Donor Darah? Simak Panduan dan Persiapannya dari Aksi Indodana Finance-KSDD

Lifestyle | Jum'at, 04 September 2026 | 00:24 WIB

Karhutla Masuk Area Konsesi, Lebih dari 10 Perusahaan Perkebunan Sumsel Diminta Klarifikasi

Karhutla Masuk Area Konsesi, Lebih dari 10 Perusahaan Perkebunan Sumsel Diminta Klarifikasi

Sumsel | Kamis, 03 September 2026 | 23:14 WIB

FT Timnas Indonesia U-20 vs Laos: Zahaby Gholy Cetak Brace, Garuda Muda Puncak Klasemen

FT Timnas Indonesia U-20 vs Laos: Zahaby Gholy Cetak Brace, Garuda Muda Puncak Klasemen

Bola | Kamis, 03 September 2026 | 23:00 WIB

Donald Trump Bantah Rencana Ganti Nama Selat Hormuz dengan Namanya Sendiri

Donald Trump Bantah Rencana Ganti Nama Selat Hormuz dengan Namanya Sendiri

Video | Kamis, 03 September 2026 | 23:00 WIB

Kebakaran Renggut Nyawa 3 Pekerja, PT Evyap Beri Bantuan dan Evaluasi Operasional

Kebakaran Renggut Nyawa 3 Pekerja, PT Evyap Beri Bantuan dan Evaluasi Operasional

Sumut | Kamis, 03 September 2026 | 22:58 WIB

Karhutla Sumsel Terus Berulang, Ketimpangan Agraria Kembali Dipertanyakan

Karhutla Sumsel Terus Berulang, Ketimpangan Agraria Kembali Dipertanyakan

Sumsel | Kamis, 03 September 2026 | 22:52 WIB

Dari 566 Korban Keracunan Massal Sidoarjo, Tersisa 34 Santri Masih Dirawat di RS

Dari 566 Korban Keracunan Massal Sidoarjo, Tersisa 34 Santri Masih Dirawat di RS

Jatim | Kamis, 03 September 2026 | 22:49 WIB

Kali Bekasi Hitam Pekat dan Berbau

Kali Bekasi Hitam Pekat dan Berbau

Jabar | Kamis, 03 September 2026 | 22:42 WIB

Polisi Bongkar Jaringan Merkuri Ilegal 1 Ton Senilai Rp2,8 Miliar, Pasok Tambang Emas di 3 Wilayah

Polisi Bongkar Jaringan Merkuri Ilegal 1 Ton Senilai Rp2,8 Miliar, Pasok Tambang Emas di 3 Wilayah

Bogor | Kamis, 03 September 2026 | 22:38 WIB

×