Mengenal Bakmi Jawa, Kuliner yang Naik Kelas di Semarang

Silfa Humairah Utami

Sabtu, 12 Januari 2019 | 19:30 WIB
Mengenal Bakmi Jawa, Kuliner yang Naik Kelas di Semarang
Satu diantara Restoran Bakmi Jawa yang bisa ditemui di sepanjang jalanan Kota Semarang. (Suara.com/Adam Iyasa)

Suara.com - Bakmi Jawa, kuliner dengan bahan dasar mie dengan guyuran kuah atau bumbu goreng yang menggugah selera rupanya bukanlah murni kuliner asli Jawa, namun nama Jawa pada bakmi, populer karena memang banyak ditemui di sepanjang jalanan Kota Semarang.

Bakmi Jawa juga populer disebut 'Mie Jowo' diketahui sebagai salah satu kuliner peranakan Tionghoa. Sejarahnya, Semarang sebagai pintu masuk para saudagar Cina tempo dulu dalam menjalin hubungan dagang dan politik dengan Kerajaan Mataram Kuno.

"Saat itu pedagang Cina mengenalkan makanan jenis mie ini kepada masyarakat lokal," kata sejarahwan Tionghoa Semarang, Jongkie Tio, saat ditemui di kediamannya Jalan Gajahmada Semarang Jawa Tengah, Sabtu (12/1/2019).

"Ada 75 persen kuliner Jawa dan Semarang adalah kuliner peranakan, termasuk Bakmi Jawa, berbahan dasar mie merupakan asli kuliner dari Tionghoa, kuliner lainnya ada lumpia, bistik Jawa dan lainnya," lanjutnya.

Menurut Jongkie Tio, kuliner Bakmi Jawa populer hingga terkenal sampai sekarang dimulai pada tahun 1991. Dahulu kata pria peranakan 78 tahun itu, Bakmie Jawa sudah pernah ada hanya saja terbatas di perkampungan Kota Semarang.

Belum menjadi primadona kuliner di hotel atau menjadi menu sajian para pejabat tatkala ada acara kebesaran atau menu di pesta perkawinan di masyarakat Jawa.

"Bakmie Jawa itu hasil akulturasi budaya mau itu bihun jawa atau cap cay," lanjutnya.

Pemilik Restoran Semarang Heritage itu berkisah, sebagai pegiat kuliner daerah dia mengadakan kurasi menu khas Semarangan. Hasilnya, Bakmi Jawa dia pilih. Dia gelar sebuah pameran kuliner perkampungan selama tiga hari pada tahun 1991.

Bahwa Bakmi Jawa dahulu adalah masakan kampung yang dianggap kurang memiliki nilai strata yang lebih tinggi terutama bagi kalangan orang kaya dan berpengaruh ketika itu enggan mencoba.

baca juga

"Walikota Semarang ketika itu Soetrisno Suharto mencanangkan adanya wisata kuliner khas Semarang. Sejak itu barulah hotel-hotel mengadaptasi makanan kampung sampai sekarang, termasuk Bakmi Jawa itu," kisahnya.

Alhasil, saat ini banyak penjual Bakmi Jawa baik di restoran atau dengan gerobak ramai disambangi penikmat kuliner aneka jenis strata sosial.

"Sekarang masyarakat kelas bawah hingga pejabat tidak malu menikmati kuliner Bakmi Jawa meski itu pakai gerobak atau tenda pinggiran," tuturnya.

Lantas apa yang spesial dari rasa Bakmi Jawa? Jongkie menyebut bumbu adalah kuncinya. Identitas pembeda antara bakmi olahan restoran Tionghoa dengan Jawa begitu pula bakmi Eropa.

"Cuma perbedaan spesifik dengan sekarang hanya ada penambahan aneka bumbu yang lebih gurih serta telur. Jaman dulu cukup mie berserta kuah garam dan kecap," katanya.

Untuk lebih mempertajam rasa, saat ini tambahan kecap, serta bawang goreng. Tak ketinggalan kepekatan bumbu olahan minyak yang pekat menjadi ciri khasnya.

Sumber artikel cek disini
Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Demi Makan dan Bayar Kos, PSK Sunan Kuning Nyambi Jualan Sabu

Demi Makan dan Bayar Kos, PSK Sunan Kuning Nyambi Jualan Sabu

News | Sabtu, 12 Januari 2019 | 09:18 WIB

Kunjungi Lawang Sewu, Iriana Jokowi Kesengsem Kaca Patri Kuno

Kunjungi Lawang Sewu, Iriana Jokowi Kesengsem Kaca Patri Kuno

Lifestyle | Jum'at, 04 Januari 2019 | 19:15 WIB

Jadi Duta Anti Narkoba, Begini Gaya Iriana di Depan Siswa Semarang

Jadi Duta Anti Narkoba, Begini Gaya Iriana di Depan Siswa Semarang

Health | Jum'at, 04 Januari 2019 | 17:00 WIB

Terkini

Mentereng di AS, Mitchell Baker Punya Target Tampil di Premier League, Olimpiade, Piala Dunia

Mentereng di AS, Mitchell Baker Punya Target Tampil di Premier League, Olimpiade, Piala Dunia

Bola | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 23:55 WIB

Mantan Ketua DPR RI Marzuki Alie Minta Dialog soal Tunggakan PBB IGM Rp2,33 Miliar

Mantan Ketua DPR RI Marzuki Alie Minta Dialog soal Tunggakan PBB IGM Rp2,33 Miliar

Sumsel | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 23:40 WIB

Sumsel United Kalah 0-1 dari Semen Padang, Gol Menit Akhir Buyarkan Asa Laskar Juaro Raih Poin

Sumsel United Kalah 0-1 dari Semen Padang, Gol Menit Akhir Buyarkan Asa Laskar Juaro Raih Poin

Sumsel | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 23:28 WIB

Inovasi Fashion Ramah Lingkungan: Botol Plastik Bekas Bisa Disulap Jadi Pakaian Olahraga

Inovasi Fashion Ramah Lingkungan: Botol Plastik Bekas Bisa Disulap Jadi Pakaian Olahraga

Lifestyle | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 23:01 WIB

Dewa United Bukan Lawan Biasa, Shin Tae-yong Minta Persija Hati-hati

Dewa United Bukan Lawan Biasa, Shin Tae-yong Minta Persija Hati-hati

Bola | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 22:54 WIB

Kapolresta Bogor Kota Minta Maaf atas Insiden Intimidasi Videografer

Kapolresta Bogor Kota Minta Maaf atas Insiden Intimidasi Videografer

Jabar | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 22:50 WIB

IVES 2026 Soroti EEC, Pengukuran Dampak Ekonomi Industri Event

IVES 2026 Soroti EEC, Pengukuran Dampak Ekonomi Industri Event

Jakarta | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 22:47 WIB

Sudah Tunjukkan ID Card Tapi Tetap Diamankan, Jurnalis di Bogor Sempat Diminta Hapus Video

Sudah Tunjukkan ID Card Tapi Tetap Diamankan, Jurnalis di Bogor Sempat Diminta Hapus Video

Bogor | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 22:43 WIB

Kasus Polisi Diduga Bunuh Ibu Kandung di Siak, Riwayat Skizofrenia Terungkap, Kompolnas Turun Tangan

Kasus Polisi Diduga Bunuh Ibu Kandung di Siak, Riwayat Skizofrenia Terungkap, Kompolnas Turun Tangan

Sumsel | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 22:31 WIB

Bahlil Curiga LNG Indonesia ke Singapura Dijual Lagi, Ada Apa?

Bahlil Curiga LNG Indonesia ke Singapura Dijual Lagi, Ada Apa?

Video | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 22:15 WIB

×