Tempat Wisata Sejarah Roma Tak Lagi Boleh Dilewati Bus Wisata

Silfa Humairah Utami

Senin, 14 Januari 2019 | 13:20 WIB
Tempat Wisata Sejarah Roma Tak Lagi Boleh Dilewati Bus Wisata
Salah satu tempat wisata sejarah dan arsitektur di Roma, Italia. (Pixabay Kirk and Mimi)

Suara.com - Roma, Italia menjadi destinasi yang tidak pernah sepi turis mancanegara karena daya tarik tempat wisata sejarah dan arsitektur, maka tempat wisata klasik tersebut menjadi tempat yang paling ramai.

Kendaraan khususnya bus wisata menjadi pemandangan yang cukup padat di sekitar jantung Ibukota, dimana tempat wisata paling ramai, sehingga  terhitung sejak Januari 2019, pemerintah Italia melarang bus wisata beroperasi di sekitar jantung ibu kota Roma.

Para wisatawan tak akan lagi melihat bus wisata beredar di sekitar Piazza Venezia, Colosseum, dan tempat bersejarah lainnya.

Berdasarkan keterangan Walikota Roma, Virginia Raggi, peraturan baru itu diterapkan demi mengurangi polusi suara dan polusi udara di kawasan bersejarah yang tersebar di kota berjuluk Sacred City tersebut.

''Tak hanya untuk melindungi situs arkeologis dan situs bersejarah di Roma, langkah ini juga diambil demi mengurangi polusi udara dan meminimalisir kebisingan di kota kami,'' ungkap Raggi seperti dikutip Guideku.com dari Wanted in Rome.

Meski begitu, larangan ini tak berlaku bagi bus sekolah, bus khusus difabel, bus antar-jemput tamu hotel dan bus atlet olahraga. Dengan catatan, mereka harus mengajukan izin terlebih dahulu sebelum mengunjungi kawasan wisata Roma.

Sontak, peraturan baru ini memicu polemik di kalangan agen pariwisata di Roma. Tak sedikit dari mereka yang khawatir aturan baru ini akan menurunkan jumlah turis yang berkunjung ke Roma.

''Banyak agenda kelompok tur yang sudah dipesan pada awal 2019, mendadak dibatalkan,'' ungkap Cinzia Renzi, Presiden Asosiasi Pariwisata, Assoviaggi Confesercenti.

Sebelum menerapkan larangan ini, otoritas Roma juga mengeluarkan sejumlah peraturan seperti larangan minuman keras di sekitar monumen bersejarah dan larangan berenang di air mancur yang berada di kawasan wisata Roma.

baca juga

Jadi, kini bagi Anda yang ingin berwisata ke tempat wisata sejarah dan arsitektur yang berada di jantung kota, Roma, Italia harus mencari solusi transportasi lain nih.

Sumber artikel cek disini
Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Sensasi Berendam di Saturnia Italia, Langsung dari Sumber Air Panasnya

Sensasi Berendam di Saturnia Italia, Langsung dari Sumber Air Panasnya

Lifestyle | Sabtu, 12 Januari 2019 | 18:36 WIB

Komplotan Hacker Asal Cina Tipu Bos Perusahaan Italia Rp 258 Miliar

Komplotan Hacker Asal Cina Tipu Bos Perusahaan Italia Rp 258 Miliar

Bisnis | Sabtu, 12 Januari 2019 | 10:55 WIB

Mengintip Pesona "Lava Pijar Menari" di Gunung Stromboli Italia

Mengintip Pesona "Lava Pijar Menari" di Gunung Stromboli Italia

Lifestyle | Rabu, 09 Januari 2019 | 19:48 WIB

Terkini

Dari Marie Curie hingga Dinosaurus: Bagaimana Buku Ini Membuka Pintu Dunia Sains untuk Anak-Anak?

Dari Marie Curie hingga Dinosaurus: Bagaimana Buku Ini Membuka Pintu Dunia Sains untuk Anak-Anak?

Your Say | Sabtu, 29 Agustus 2026 | 06:09 WIB

21 Ribu Warga Yogyakarta Terdampak Perubahan Desil, Wali Kota Siapkan Refocusing Anggaran

21 Ribu Warga Yogyakarta Terdampak Perubahan Desil, Wali Kota Siapkan Refocusing Anggaran

Jogja | Jum'at, 28 Agustus 2026 | 23:25 WIB

Doa Shin Tae-yong: Semoga Ada Solusi Terbaik buat Jakmania dan Manajemen Persija

Doa Shin Tae-yong: Semoga Ada Solusi Terbaik buat Jakmania dan Manajemen Persija

Bola | Jum'at, 28 Agustus 2026 | 23:24 WIB

Persib Bandung Wajib Waspada! Teja Paku Alam Ungkap Ancaman Serangan Balik Manila Digger

Persib Bandung Wajib Waspada! Teja Paku Alam Ungkap Ancaman Serangan Balik Manila Digger

Bola | Jum'at, 28 Agustus 2026 | 23:15 WIB

Bisikan Sang Ayah Bikin Agil Bangkit, Mahasiswa UT Ini Raih Podium Campus League

Bisikan Sang Ayah Bikin Agil Bangkit, Mahasiswa UT Ini Raih Podium Campus League

Jawa Tengah | Jum'at, 28 Agustus 2026 | 23:13 WIB

Penanganan Karhutla Jangan Cuma Hitung Luasan, Pakar UGM Soroti Habitat Satwa

Penanganan Karhutla Jangan Cuma Hitung Luasan, Pakar UGM Soroti Habitat Satwa

News | Jum'at, 28 Agustus 2026 | 22:46 WIB

Kader PDIP Jadi Tersangka Kasus Intimidasi Dokter Icha di NTT, Hasto Buka Suara

Kader PDIP Jadi Tersangka Kasus Intimidasi Dokter Icha di NTT, Hasto Buka Suara

News | Jum'at, 28 Agustus 2026 | 22:39 WIB

Tangis Pecah Gus Yahya, LPJ PBNU 2021-2026 Diterima Muktamar ke-35 NU

Tangis Pecah Gus Yahya, LPJ PBNU 2021-2026 Diterima Muktamar ke-35 NU

Jatim | Jum'at, 28 Agustus 2026 | 22:34 WIB

Penuhi Panggilan sebagai Saksi, BPKH Tegaskan Komitmen Dukung Penegakan Hukum

Penuhi Panggilan sebagai Saksi, BPKH Tegaskan Komitmen Dukung Penegakan Hukum

Jabar | Jum'at, 28 Agustus 2026 | 22:26 WIB

Simak Rekayasa Lalu Lintas dan Lokasi Parkir Merdeka Run 81 Tahun Indonesia Besok

Simak Rekayasa Lalu Lintas dan Lokasi Parkir Merdeka Run 81 Tahun Indonesia Besok

News | Jum'at, 28 Agustus 2026 | 22:26 WIB

×