Praktis, Tapi Ini Dampak Berbahaya Makanan Olahan

Vania Rossa

Rabu, 06 Februari 2019 | 09:37 WIB
Praktis, Tapi Ini Dampak Berbahaya Makanan Olahan

Suara.com - Makanan olahan sangat digemari, terutama oleh mereka yang tak punya banyak waktu untuk memasak. Tak butuh waktu lama untuk mengolahnya, itulah yang membuat makanan olahan kerap dicari.

Academy of Nutrition and Dietetics sendiri mendefinisikan makanan olahan sebagai makanan yang dimasak, dikalengkan, dibekukan, dikemas, atau diubah komposisi nutrisinya. Praktis, tapi ternyata konsumsi yang berlebihan sangat tidak disarankan.

Dilansir dari Business Insider, inilah 5 dampak buruk yang mungkin Anda alami jika mengkonsumsi terlalu banyak makanan olahan:

1. Masalah pencernaan
Makanan olahan diberi tambahan zat kimia yang membuatnya berpotensi sulit dicerna dan diproses oleh tubuh, demikian dikatakan direktur kesehatan masyarakat, pencegahan, dan promosi kesehatan di University of Arizona College of Medicine, Dr. Farshad Fani Marvasti, MPH.

2. Gangguan berpikir
Makanan olahan cebderung tinggi gula, garam, dan karbohidrat sederhana. Semua ini bisa menyebabkan gangguan berpikir atau kerap dikenal dengan istilah brain fog. Asisten dokter berlisensi Kate Martino, MS, PA-C juga menjelaskan bahwa konsumsi makanan olahan terlalu sering dapat mengakibatkan defisiensi sejumlah zat gizi, di antaranya vitamin, mineral dan antioksidan yang dibutuhkan untuk kinerja otak. Makanya tak heran Anda akan merasa lebih sulit untuk fokus dan mengerjakan tugas-tugas dengan baik.

3. Resistensi insulin
Makanan olahan dengan kandungan fruktosa tinggi akan memaksa hati untuk mengeluarkan lebih banyak gula, meningkatkan level glukosa darah, dan berkontribusi meningkatkan produksi insulin untuk menetralkan kondisi tersebut. Ahli gizi teregistrasi, Linzi Cruz, LDN, CLT menjelaskan bahwa terlalu banyak perbaikan insulin di sekitar sel bisa menyebabkan resistensi insulin. Hal inilah yang jadi penyebab awal pre-diabetes dan obesitas.

4. Gangguan kecemasan
Ketika cemas, orang cenderung mencari cemilan tinggi gula atau makanan olahan lainnya. Padahal, semakin banyak konsumsi makanan olahan, tingkat kecemasan akan semakin meningkat. Cruz mengatakan, ada sejumlah studi yang dilakukan untuk mendalami bagaimana makanan olahan bisa menghilangkan banyak nutrisi penting, seperti Vitamin B, omega 3, magnesium, dan nutrisi kunci lainnya yang berdampak pada kesehatan mental.

5. Gangguan pola tidur
Konsumsi makanan olahan sebelum tidur bisa mengganggu keseimbangan ritme sirkadian. “Terlalu banyak karbohidrat olahan serta terlalu sedikit protein dan lemak sehat bisa meningkatkan adrenalin,” kata Cruz. Konsumsi makanan-makanan manis di malam hari bisa membuat adrenalin melonjak dan hal itu seringkali mengganggu pola tidur.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Berapa Lama Nilai Gizi dalam Daging Wagyu Beku Bertahan?

Berapa Lama Nilai Gizi dalam Daging Wagyu Beku Bertahan?

Lifestyle | Selasa, 11 Desember 2018 | 20:00 WIB

Ahli Kesehatan: Kental Manis Masuk Olahan Pangan yang Bermanfaat

Ahli Kesehatan: Kental Manis Masuk Olahan Pangan yang Bermanfaat

Lifestyle | Selasa, 27 November 2018 | 11:00 WIB

Hati-Hati, Empat Makanan Ini Bisa Sebabkan Kanker

Hati-Hati, Empat Makanan Ini Bisa Sebabkan Kanker

Health | Senin, 30 Mei 2016 | 15:01 WIB

Terkini

Cinta yang Tumbuh di Tanah Suci: Menyusuri Sabar dalam Asmara di Atas Haram

Cinta yang Tumbuh di Tanah Suci: Menyusuri Sabar dalam Asmara di Atas Haram

Your Say | Rabu, 02 September 2026 | 10:00 WIB

Mimpi Potong Rambut, Apakah Pertanda Baik? Intip Maknanya

Mimpi Potong Rambut, Apakah Pertanda Baik? Intip Maknanya

Lifestyle | Rabu, 02 September 2026 | 09:55 WIB

4 Tinted Sunscreen SPF 50 Buat Outdoor, Bikin Pori dan PIH Tersamarkan

4 Tinted Sunscreen SPF 50 Buat Outdoor, Bikin Pori dan PIH Tersamarkan

Your Say | Rabu, 02 September 2026 | 09:53 WIB

Ulasan Novel Hospital Cafe, Langkah Berani Untuk Bahagia Kembali

Ulasan Novel Hospital Cafe, Langkah Berani Untuk Bahagia Kembali

Your Say | Rabu, 02 September 2026 | 09:48 WIB

BLU Batu Bara Jangan Bikin Ganggu Operasional Pembangkit

BLU Batu Bara Jangan Bikin Ganggu Operasional Pembangkit

Bisnis | Rabu, 02 September 2026 | 09:40 WIB

Samsung Galaxy S26 FE Diperkenalkan, Dilengkapi Fitur Flagship

Samsung Galaxy S26 FE Diperkenalkan, Dilengkapi Fitur Flagship

Tekno | Rabu, 02 September 2026 | 09:38 WIB

Aksi di Simpang Gramedia Jogja Diwarnai Saling Dorong, Peserta Aksi hingga Polisi Terluka

Aksi di Simpang Gramedia Jogja Diwarnai Saling Dorong, Peserta Aksi hingga Polisi Terluka

Jogja | Rabu, 02 September 2026 | 09:37 WIB

Dolar AS Beri Tekanan ke Rupiah, Menuju Level Rp17.773

Dolar AS Beri Tekanan ke Rupiah, Menuju Level Rp17.773

Bisnis | Rabu, 02 September 2026 | 09:30 WIB

Emas Antam Lagi Diobral, Harganya Jatuh ke Level Rp2.624.000/Gram

Emas Antam Lagi Diobral, Harganya Jatuh ke Level Rp2.624.000/Gram

Bisnis | Rabu, 02 September 2026 | 09:29 WIB

Beli iPhone 17 Pro Gratis Perlindungan di Blibli.com

Beli iPhone 17 Pro Gratis Perlindungan di Blibli.com

Jabar | Rabu, 02 September 2026 | 09:21 WIB

×