Array

Travel Blogger Ini Menolak Unggah Foto Travelingnya di Instagram, Kenapa?

Vania Rossa Suara.Com
Rabu, 27 Februari 2019 | 11:48 WIB
Travel Blogger Ini Menolak Unggah Foto Travelingnya di Instagram, Kenapa?
Ilustrasi traveling. (Shutterstock)

Suara.com - Instagram tampaknya telah menjadi media sosial nomor satu untuk memamerkan foto-foto liburan, perjalanan, makanan, dan apapun. Bagi seorang travel blogger, Instagram juga jadi tempat bercerita tentang perjalanan mereka. Tetapi, tidak bagi Helen Coffey, seorang travel blogger dari Inggris.

Alasannya singkat, "Saya tidak suka mengambil foto."

Dilansir dari The Independent, Helen bercerita bahwa dirinya memang telah mendapat kesempatan untuk mengunjungi tempat-tempat liburan yang fenomenal, seperti hotel mewah dengan kolam renang yang tampak tak bertepi, pantai berpasir putih dengan bebatuan kobalt, serta restoran berbintang Michelin dengan menu-menu yang sangat lezat. Tentu saja semua itu ibarat 'surga' bagi para pecandu Instagram.

Tapi, menurut Helen, ia traveling keliling dunia dengan tujuan untuk menjelajah dan merasakan semua pengalaman tersebut dengan inderanya. Ia tidak memiliki keinginan sedikitpun untuk memfoto dan membagikannya hanya agar orang lain tahu.

Helen sadar, pemikirannya mungkin terdengar aneh. Tapi, ia mengaku lebih suka menggambarkan pengalamannya ke dalam bahasa. Seperti, bagaimana cara terbaik menggambarkan warna daun yang ditemuinya di musim gugur? Seperti apa rasa makanan penutup itu? Apa rasanya ketika angin sepoi-sepoi meniup rambutmu? Sebuah gambar mungkin bernilai seribu kata, tetapi seribu kata dapat mencerminkan perjalanan dengan cara yang tidak bisa dilakukan oleh gambar.

Orang lain mungkin akan berpikir bahwa memposting sesuatu di media sosial bertujuan untuk berbagi kehidupan kita dengan orang lain. Tapi sesungguhnya itu tidak benar. Bagi kebanyakan dari kita, ini adalah dorongan endorphin untuk melihat jumlah like, share, dan comment yang terus bertambah. Dan helen berpendapat, ia tak ingin mengukur pengalamannya secara numerik.

Jadi, Helen memilih untuk melahap pemandangan dengan matanya, daripada mengabadikannya dan mengamatinya melalui layar. Helen memilih menikmati setiap tegukan espresso martini lembut di tangannya, serta berbicara langsung dan mendengarkan, serta tertawa lepas bersama teman-temannya, yang menurutnya jauh lebih pantas mendapatkan perhatian daripada kumpulan orang asing di internet. Apakah Anda setuju dengan Helen?

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kamu Beneran Orang Solo Apa Bukan?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pemula atau Suhu, Seberapa Tahu Kamu soal Skincare?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA: Soal Matematika Kelas 6 SD dengan Jawaban dan Pembahasan Lengkap
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Tahu Kamu Soal Transfer Mauro Zijlstra ke Persija Jakarta? Yuk Uji Pengetahuanmu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Fun Fact Nicholas Mjosund, Satu-satunya Pemain Abroad Timnas Indonesia U-17 vs China
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 10 Soal Matematika Materi Aljabar Kelas 9 SMP dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan John Herdman? Pelatih Baru Timnas Indonesia
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Otak Kanan vs Otak Kiri, Kamu Tim Kreatif atau Logis?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Apakah Kamu Terjebak 'Mental Miskin'?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA: 10 Soal Bahasa Inggris Kelas 12 SMA Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Sehat Ginjalmu? Cek Kebiasaan Harianmu yang Berisiko Merusak Ginjal
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI