Koreksi Hidung Tanpa Pembedahan, Perawatan Paling Banyak Dicari

Dythia Novianty | Dinda Rachmawati
Koreksi Hidung Tanpa Pembedahan, Perawatan Paling Banyak Dicari
Ilustrasi suntik filler hidung. [Shutterstock]

Pembentukan ulang hidung adalah prosedur kosmetik bedah paling populer ketiga di Amerika Serikat.

Suara.com - Pembentukan ulang hidung adalah prosedur kosmetik bedah paling populer ketiga di Amerika Serikat pada tahun 2017, menurut American Society of Plastic Surgeons.

Banyak orang melakukan koreksi pada bagian hidung mereka karena berbagai alasan, baik secara estetika dan fungsional. Mulai dari menyingkirkan benjolan di hidung atau meluruskannya hingga memperbaiki masalah pernapasan.

Namun semakin ke sini, jumlah orang yang melakukan prosedur operasi terkait hidung itu semakin menurun. Mungkin ini disebabkan oleh sebuah perawatan baru yang tidak melibatkan prosedur operasi yang dinamakan 'liquid nose job' atau operasi hidung tanpa pembedahan.

"Operasi hidung tanpa pembedahan ini adalah prosedur invasif minimal yang melibatkan penyuntikan filler ke dalam hidung untuk mengubah bentuknya, lubang hidung atau tingginya," jelas Dr. Michelle Yagoda, seorang ahli bedah plastik bersertifikasi yang berbasis di New York City, mengatakan kepada HuffPost.

Ilustrasi operasi hidung. [Shutterstock]
Ilustrasi operasi hidung. [Shutterstock]

Dia menambahkan bahwa operasi hidung tanpa pembedahan ini dapat menyelesaikan banyak hal yang bisa dilakukan prosedur bedah, meskipun hasilnya hanya sementara.

"Filler juga dapat digunakan untuk memodifikasi ujung hidung," kata Dr. Michael Dobryansky, ahli bedah plastik bersertifikat di Long Island Plastic Surgical Group.

"Saya menggunakan filler untuk menyuntikkan bagian ujung agar lebih baik, menghidupkannya, dan membuatnya lebih halus untuk memberikan harmoni wajah," ujar dia.

Filler asam hialuronat adalah filler yang paling umum digunakan dalam prosedur ini, menurut Dr. David L. Cangello, ahli bedah plastik bersertifikat di New York City. Namun, Dobryansky mengatakan bahwa filler asam hialuronat kadang-kadang dapat digunakan dalam kombinasi dengan neurotoxin (seperti Botox). Dalam kasus yang jarang terjadi, hanya neurotoxin yang dapat digunakan, ia menambahkan.

"Prosedur yang sebenarnya memakan waktu sekitar 15 hingga 20 menit, tetapi mungkin sedikit lebih lama jika krim mati rasa diterapkan sebelumnya," kata Dobryansky.

Krim mati rasa biasanya perlu 10 hingga 15 menit untuk bereaksi.

Baca Selanjutnya

Komentar

Suara.Com

Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda

QUOTES OF THE DAY

INFOGRAFIS