Tidak Terbendung Saat Patah Hati, Otak dan Tubuhmu Mengalami Ini

Silfa Humairah Utami
Tidak Terbendung Saat Patah Hati, Otak dan Tubuhmu Mengalami Ini
Ilustrasi tubuh dan otak alami ini saat patah hati. (Shutterstock)

Apa yang dialami otak dan tubuh saat patah hati?

Suara.com - Tidak Terbendung Saat Patah Hati, Otak dan Tubuhmu Mengalami Ini.

Tidak ada yang ingin hubungan yang dijalin atas dasar cinta pada awalnya berakhir begitu saja. Namun, dengan berbagai masalah dan alasan tertentu, banyak yang tak bisa dipertahankan.

Ketika melepas orang yang dicintai, entah karena ketidakcocokan atau perselingkuhan dan lain-lain, maka moment tersulit saat patah hati tak dapat dihindari.

Saat hubungan kandas, ada banyak emosi yang mungkin dialami. Selama putus cinta, sesuatu terjadi di tubuh dan otak kita. Melansir dari medical daily, ini yang terjadi pada tubuh saat patah hati.

1. Ada perasaan sakit fisik

Studi menemukan bahwa ada area di otak manusia yang aktif saat patah hati. Tubuh seolah jadi tertipu dan merasakan sakit yang begitu mendalam secara fisik pula saat patah hati. Namun rasa sakit fisik itu nyatanya tidak benar-benar terjadi.

2. Kepala dan hati mengirim pesan berbeda

Kepala dan hati tampaknya mempunyai pendapat berbeda saat berurusan dengan putus cinta. Hatimu memberi petunjuk bahwa mungkin semua kerja keras akan sia-sia pada akhirnya. Di sisi lain, otak akan mempertimbangkan alasan bahwa perpisahan itu adalah sebuah pengalaman positif atau negatif. Itulah kenapa bakal muncul emosi campuran.

3. Tingkat stres meningkat

Patah hati juga menyebabkan peningkatan kortisol. Ini juga dikenal sebagai hormon stres. Ini bisa memberikan dampak yang mengerikan dan dapat memengaruhi metabolisme, tekanan darah, serta mental negatif.

4. Emosi menjadi tidak terkendali

Kemarahan dan kesedihan adalah emosi utama di saat, setelah, dan selama perpisahan. Kemarahan mendorong orang-orang yang patah hati untuk bergerak maju dan memeriksa situasi.

Pada saat bersamaan, kesedihan membantu orang untuk mengetahui apa sebenarnya arti dari perpisahan. Emosi ini juga membantu orang patah hati menemukan sesuatu yang berharga tentang dirinya sendiri.

Jangan paksakan untuk terlihat baik-baik saja saat perasaan patah hati tidak terbendung, karena otak dan tubuh mengalami ini yang harus dilepaskan agar dirimu segera move on. (Yuliana Sere)

Komentar

Suara.Com

Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda

QUOTES OF THE DAY

INFOGRAFIS