Duh, Cara Penyimpanan yang Salah Bikin Kualitas Ikan Menurun

M. Reza Sulaiman, Firsta Nodia

Selasa, 05 Maret 2019 | 19:27 WIB
Duh, Cara Penyimpanan yang Salah Bikin Kualitas Ikan Menurun
Kualitas ikan bisa menurun jika salah cara penyimpanan. (Shutterstock)

Suara.com - Duh, Cara Penyimpanan yang Salah Bikin Kualitas Ikan Menurun

Pemerintah sedang menggalakkan pentingnya mengonsumsi ikan untuk kecukupan nutrisi sehari-hari. Namun sayangnya proses penangkapan hingga penyimpanan ikan memainkan peranan besar dalam menjaga kualitas ikan dari segi rasa maupun nutrisi.

Salah dalam penyimpanan, maka bukan tidak mungkin ikan yang kita beli sudah tak layak dikonsumsi.

Disampaikan Ir Hasanuddin Yasni selaku Ketua Asosiasi Rantai Pendingin Indonesia, ikan olahan yang disimpan dalam suhu 13-17 derajat celcius berpotensi tercemar mikroba sebanyak 400-460 CFU/G. Sementara pada suhu kamar 27-30 derajat celcius, mikroba berkoloni hingga 1400-1700 CFU/G.

"Ikan harus didinginkan segera setelah ditangkap di laut atau dipanen di tambak. Karena jika dalam 4 jam setelah ditangkap tidak cepat diturunkan suhunya, akan terjadi perubahan fisik, terjadi perkembangan bakteri," ujar Hasanuddin Yasni, Ketua Umum ARPI dalam keterangan resmi yang diterima Suara.com, Selasa (5/3/2019).

Yasni mengatakan jika ikan berbau tengik, berlendir, lembek karena terjadi perubahan mikrobiologis. Itu sebabnya penting penggunaan cold storage untuk menjaga kualitas ikan.

Namun ketersediaan listrik harus dipastikan sehingga penggunaan cold storage dalam menyimpan ikan hasil tangkapan nelayan bisa maksimal dalam menjaga kualitas.

Executive Vice President Corporate Communication and CSR PT PLN, I Made Suprateka menerangkan sejumlah inisiatif PLN mendukung penyediaan listrik untuk cold storage.

"Pada 18 Mei 2018, PLN menyediakan listrik untuk floating cold storage pertama di Indonesia milik PT Perikanan Nusantara (persero) di Pelabuhan Untia, Makassar, Sulawesi Selatan. Pasokan listrik ke cold storage terapung ini merupakan pertama kalinya di Indonesia," imbuh Made.

baca juga

Sebelumnya pada Juni 2017 PLN bekerja sama dengan Kementerian Kelautan dan Perikanan, memenuhi kebutuhan tenaga listrik di setiap lokasi Sentra Kelautan dan Perikanan Terpadu (SKPT). Dalam kerja sama itu, PLN menyediakan listrik di 12 pulau kecil serta kawasan perbatasan yang meliputi Natuna, Saumlaki, Merauke, Mentawai, Nunukan, Talaud, Morotai, Biak Numfor, Mimika, Rote Ndao, Sumba Timur dan Sabang.

"Proyek ini juga digunakan untuk pengoperasian cold storage, tempat singgah nelayan, pabrik es, sumur, gudang rumput laut hingga tambak serba guna," papar Made.

Hasil tangkapan nelayan di tempat pelelangan ikan Brondong, Lamongan, Jawa Timur, Kamis (6/10).
Hasil tangkapan nelayan di tempat pelelangan ikan Brondong, Lamongan, Jawa Timur, Kamis (6/10). (Dok. Suara.com)

Dibandingkan dengan menggunakan genset, penggunaan listrik PLN dapat memberi nilai ekonomis, produk perikanan lebih tahan lama sehingga dapat diolah menjadi fillet, nugget, dan bakso udang/ikan. Keuntungannya, selain pasokan listrik yang lebih terjamin, penghematan biayanya juga besar. Yasni menyebut, penghematan penggunaan listrik PLN untuk cold storage mencapai dua kali lipat.

"Perbandingan penghematan antara menggunakan listrik PLN untuk cold storage dengan genset itu 1 banding 2. Jadi sekitar 2 kali lipat biaya menggunakan genset untuk cold storage dibanding dengan listrik PLN," urainya.

Tumiran, pakar ketenagalistrikan dari Universitas Gadjah Mada, mengatakan fasilitas cold storage harus dibangun di Indonesia bagian timur karena di sana pusat penghasil ikan.

"Tapi masalahnya listrik belum merata. Karena itu harus didorong listrik bertumbuh di sana. Kalau bertenaga batubara sulit, karena distribusinya tak cocok, terlalu jauh. Maka listrik dari biomassa bisa menjadi prioritas," tandas Tumiran.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Video Penyelamatan Nelayan, Seminggu di Tengah Laut Sendirian

Video Penyelamatan Nelayan, Seminggu di Tengah Laut Sendirian

Lifestyle | Selasa, 05 Maret 2019 | 08:05 WIB

Kebakaran Kapal Nelayan, Warung Kelontong di Muara Baru Sepi Pembeli

Kebakaran Kapal Nelayan, Warung Kelontong di Muara Baru Sepi Pembeli

News | Senin, 25 Februari 2019 | 16:31 WIB

Nelayan Rugi Besar, Biasa Bergaji Rp 6 Juta, Sekarang Rp 1 Juta Sebulan

Nelayan Rugi Besar, Biasa Bergaji Rp 6 Juta, Sekarang Rp 1 Juta Sebulan

News | Senin, 25 Februari 2019 | 13:35 WIB

Restoran Seafood di Malaysia Dikecam Usai Matikan Ikan dengan Dibanting

Restoran Seafood di Malaysia Dikecam Usai Matikan Ikan dengan Dibanting

Lifestyle | Senin, 25 Februari 2019 | 05:00 WIB

Restoran Ini Tuai Kecaman Karena Bunuh Ikan dengan Cara Kejam

Restoran Ini Tuai Kecaman Karena Bunuh Ikan dengan Cara Kejam

Lifestyle | Minggu, 24 Februari 2019 | 18:45 WIB

Terkini

Waspada, 159 Desa dan Kelurahan Berpotensi Rawan Karhutla di Riau

Waspada, 159 Desa dan Kelurahan Berpotensi Rawan Karhutla di Riau

Riau | Sabtu, 15 Agustus 2026 | 17:09 WIB

3 Zodiak Paling Beruntung 17-23 Agustus 2026, Rezeki dan Asmara Lancar

3 Zodiak Paling Beruntung 17-23 Agustus 2026, Rezeki dan Asmara Lancar

Lifestyle | Sabtu, 15 Agustus 2026 | 17:06 WIB

Gempa NTT Tewaskan 38 Orang, Rumah hingga Bandara dan Pelabuhan Rusak

Gempa NTT Tewaskan 38 Orang, Rumah hingga Bandara dan Pelabuhan Rusak

News | Sabtu, 15 Agustus 2026 | 16:57 WIB

Hempas Kerutan Dahi Tanpa Botox! Spesialis Akupuntur Bongkar Teknik Pijat agar Wajah Awet Muda

Hempas Kerutan Dahi Tanpa Botox! Spesialis Akupuntur Bongkar Teknik Pijat agar Wajah Awet Muda

Lifestyle | Sabtu, 15 Agustus 2026 | 16:54 WIB

Merayakan Kemerdekaan dengan Cara Baru, dari Lomba Panjat Pinang hingga Menjelajahi Indonesia

Merayakan Kemerdekaan dengan Cara Baru, dari Lomba Panjat Pinang hingga Menjelajahi Indonesia

Lifestyle | Sabtu, 15 Agustus 2026 | 16:48 WIB

Ketua DPRD dan Sekda Kuansing Dicecar KPK Soal Pengembalian Amplop Raja Juli

Ketua DPRD dan Sekda Kuansing Dicecar KPK Soal Pengembalian Amplop Raja Juli

News | Sabtu, 15 Agustus 2026 | 16:46 WIB

Gara-gara Tuduhan Curi Sawit, Nyawa Satpam Way Kanan Melayang di Tangan Tetangga

Gara-gara Tuduhan Curi Sawit, Nyawa Satpam Way Kanan Melayang di Tangan Tetangga

Lampung | Sabtu, 15 Agustus 2026 | 16:43 WIB

Apa Arti Weton Tibo Loro dalam Rezeki dan Jodoh?

Apa Arti Weton Tibo Loro dalam Rezeki dan Jodoh?

Lifestyle | Sabtu, 15 Agustus 2026 | 16:35 WIB

Memburu Harta Karun di Perut Bumi Lampung: Misi Survei Gerbera Siap Ungkap Potensi Migas Raksasa

Memburu Harta Karun di Perut Bumi Lampung: Misi Survei Gerbera Siap Ungkap Potensi Migas Raksasa

Lampung | Sabtu, 15 Agustus 2026 | 16:33 WIB

Membangun Desa dari Manusianya: Kisah Bli Nyoman dan Desa Sejahtera Astra Les

Membangun Desa dari Manusianya: Kisah Bli Nyoman dan Desa Sejahtera Astra Les

Your Say | Sabtu, 15 Agustus 2026 | 16:25 WIB

×