Diet Mediterania Bikin Italia Sukses Jaga Angka Harapan Hidup Tetap Tinggi

Ade Indra Kusuma, Dinda Rachmawati

Rabu, 06 Maret 2019 | 14:24 WIB
Diet Mediterania Bikin Italia Sukses Jaga Angka Harapan Hidup Tetap Tinggi
Pola hidup sehat lewat diet di 2019. (Shutterstock)

Suara.com - DIet Mediterania Bikin Italia Sukses Jaga Angka Harapan Hidup Tetap Tinggi.

Italia adalah salah satu negara dengan sistem kesehatan terbaik di dunia, yang hadir untuk mengobati seluruh penduduknya tanpa terkecuali. Tak heran, jika angka harapan hidup negara ini tinggi.

Menurut Nicola Bianchi, Scientific Attache dari Kedutaan Besar Italia hal ini dipengaruhi dua hal yang sangat penting, yakni riset ilmu pengetahuan dan gaya hidup masyarakatnya. 

Diet Mediterania di Italia [Suara.com/Dinda]
Diet Mediterania di Italia [Suara.com/Dinda]

"Kedua hal ini saling berkaitan. Apalagi makanan sudah menjadi bagian dari tradisi Italia. Seperti pasta, tomat dan minyak zaitun. Yang menjadi cikal bakal dari Diet Mediterania yang terkenal," ungkap Nicola saat ditemui dalam Pameran Seni 'Italy: The Beauty of Knowledge' di Museum Nasional pada Rabu (5/3/2019).

Diet Mediterania yang sejak dulu menjadi gaya hidup masyarakat Italia, kaya akan kandungan sayuran, buah, kacang polong, kacang-kacangan, dan biji-bijian. Selain itu, menu diet Mediterania ini juga berisi ayam dan daging, juga ada sedikit daging merah dan lemak tak jenuh yang berasal dari minyak zaitun dan kacang-kacangan.

Diet Mediterania dipercaya dapat mengurangi risiko penyakit jantung, karena menekan kadar kolesterol jahat di dalam tubuh Anda dan terbukti memiliki risiko 30 persen lebih rendah terkena penyakit jantung dan stroke.

"Diet Mediterania juga dipercaya dapat menurunkan risiko terkena kanker, penyakit Parkinson dan Alzheimer," ungkap Nicola.

Selain gaya hidup dan pola makan, Nicola menjelaskan, bahwa riset ilmu pengetahuan kini juga telah mengembangkan pasta model baru yang disebut sebagai pasta 'Fungsional'. Jenis pasta semolina yang terbuat dari gandum durum yang fungsional. 

Di dalamnya, terdapat zat bioaktif dan antioksidan yang tinggi. Sementara pewarnanya diambil dari kacang lentil. 

baca juga

"Pasta-pasta ini difortifikasi, dimasukan unsur antioksidan. Dengan riset ilmu pengetahuan, Italia memperkenalkan makanan yang bisa difortifikasi sehingga menambah unsur kesehatan yang semamin baik," ujar dia menjelaskan.

Masyarakat Indonesia bisa melihat contoh dari pasta "Fungsional" tersebut di Pameran Seni 'Italy: The Beauty of Knowledge' di Museum Nasional, mulai 6-31 Maret 2019.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Italia Pamerkan Instalasi Seni Bertema Sains di Museum Nasional

Italia Pamerkan Instalasi Seni Bertema Sains di Museum Nasional

Lifestyle | Rabu, 06 Maret 2019 | 09:00 WIB

Spanyol Dinobatkan Sebagai Negara Paling Sehat Sedunia

Spanyol Dinobatkan Sebagai Negara Paling Sehat Sedunia

Health | Rabu, 27 Februari 2019 | 13:36 WIB

Ngeri, Ratusan Guru Ramai-ramai Ikut Kursus Mengusir Setan

Ngeri, Ratusan Guru Ramai-ramai Ikut Kursus Mengusir Setan

News | Rabu, 20 Februari 2019 | 10:46 WIB

Terkini

Shogakukan Hadirkan Penghargaan Manga Fantasi, Gandeng Rumiko Takahashi

Shogakukan Hadirkan Penghargaan Manga Fantasi, Gandeng Rumiko Takahashi

Your Say | Rabu, 23 September 2026 | 07:05 WIB

Bank Indonesia Diprediksi Tahan BI-Rate 5,75 Persen di September

Bank Indonesia Diprediksi Tahan BI-Rate 5,75 Persen di September

Bisnis | Rabu, 23 September 2026 | 07:05 WIB

Kesepian Berakhir, 4 Shio Ini Berpeluang Menemukan Kebahagiaan Setelah 23 September 2026

Kesepian Berakhir, 4 Shio Ini Berpeluang Menemukan Kebahagiaan Setelah 23 September 2026

Lifestyle | Rabu, 23 September 2026 | 06:50 WIB

Mengapa Pasar Mobil Jepang di Indonesia Semakin Menyusut?

Mengapa Pasar Mobil Jepang di Indonesia Semakin Menyusut?

Otomotif | Rabu, 23 September 2026 | 06:05 WIB

Nasdaq Cetak Rekor Tertinggi, Harga Minyak Dunia Mulai Turun

Nasdaq Cetak Rekor Tertinggi, Harga Minyak Dunia Mulai Turun

Bisnis | Rabu, 23 September 2026 | 06:01 WIB

Cara Cari Restoran Terdekat untuk Pesan Makanan Online, Jangan Cuma Lihat Rating

Cara Cari Restoran Terdekat untuk Pesan Makanan Online, Jangan Cuma Lihat Rating

Lifestyle | Rabu, 23 September 2026 | 00:09 WIB

Pengendara Harap Bersiap, Dishub Bogor Terapkan Pengalihan Arus di Sukaraja Besok

Pengendara Harap Bersiap, Dishub Bogor Terapkan Pengalihan Arus di Sukaraja Besok

Bogor | Selasa, 22 September 2026 | 23:29 WIB

vivo X500 Series Sudah Meluncur di China, Kapan Masuk Indonesia? Ini Jawaban vivo

vivo X500 Series Sudah Meluncur di China, Kapan Masuk Indonesia? Ini Jawaban vivo

Tekno | Selasa, 22 September 2026 | 23:19 WIB

Hujan Turun di Palembang, Apakah Kabut Asap Benar-Benar Hilang?

Hujan Turun di Palembang, Apakah Kabut Asap Benar-Benar Hilang?

Sumsel | Selasa, 22 September 2026 | 23:15 WIB

Harga Timah Tembus US$54.250, Kenapa Komoditas Ini Makin Diburu Dunia?

Harga Timah Tembus US$54.250, Kenapa Komoditas Ini Makin Diburu Dunia?

Sumsel | Selasa, 22 September 2026 | 23:02 WIB

×