Perut Buncit Bisa Meningkatkan Risiko Penyakit Ginjal Lho

Ade Indra Kusuma, Firsta Nodia

Rabu, 13 Maret 2019 | 14:19 WIB
Perut Buncit Bisa Meningkatkan Risiko Penyakit Ginjal Lho
Hati-hati, perut buncit ternyata bisa meningkatkan risiko penyakit ginjal. [Shutterstock]

Suara.com - Perut Buncit Bisa Meningkatkan Risiko Penyakit Ginjal Lho.

Obesitas yang pada lelaki ditandai seperti perut buncit merupakan awal dari segala penyakit kronis, salah satunya menjadi risiko dari penyakit ginjal kronis (PGK). Hal ini disampaikan dokter spesialis penyakit dalam Tunggul D. Situmorang, SpPD KGH yang juga menjabat sebagai Korwil DKI Jakarta Perhimpunan Nefrologi Indonesia.

Menurut dr Tunggul, lingkar perut ideal bagi lelaki adalah 90 cm, sementara perempuan kurang dari 70 cm. Ketika lingkar perut membesar alias perut buncit, maka risiko mengidap penyakit gagal ginjal kronik pun meningkat.

"Sebenarnya itu metabolik sindrom karena fat (lemak) deposit di sentral. Tapi bukan berarti orang yang buncit pasti kena serangan jantung atau gagal ginjal. Itu faktor risiko dan menjadi salah satu kriteria," ujar dr Tunggul dalam peringatan Hari Ginjal Sedunia di Jakarta, Rabu (13/3/2019).

Dr Tunggul menambahkan, obesitas menjadi risiko dari penyakit gagal ginjal kronik tak lain karena erat kaitannya dengan hipertensi atau tekanan darah tinggi dan diabetes. Seperti diketahui kedua penyakit ini merupakan faktor risiko terbesar dari penyakit gagal ginjal kronik.

Itu sebabnya kata dr Tunggul, mencegah penyakit gagal ginjal kronik sama saja dengan mencegah obesitas, hipertensi dan diabetes. Ketika tiga kondisi ini terkontrol maka penyakit gagal ginjal kronik pun bisa dicegah.

"Kalau kita lihat di Indonesia renal registry itu gagal ginjal paling banyak karena hipertensi dan diabetes. Bahkan 67 persen dari total pasien yang menjalani dialisis disebabkan gula dan hipertensi," imbuh dia.

Itu sebabnya ia selalu menekankan pentingnya mengontrol tekanan darah sebagai langkah pencegahan berbagai penyakit termasuk gagal ginjal. Apalagi biaya cuci darah akibat gagal ginjal menempati urutan ketiga yang menghabiskan anggaran BPJS Kesehatan.

baca juga

"Kalau kita lihat beban BPJS ada tiga penyakit besar, pertama jantung, kanker, ginjal dialisis. Baik cuci darah maupun sakit jantung itu penyebabnya hipertensi. Jadi, dengan mengontrol tekanan darah kita bisa cegah dialisis. Gerakan peduli hipertensi harus dilakukan seluruh masyarakat dan pembuat keputusan sehingga kita bisa melakukan primary prevention sebelum kena," tandas dia. 

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Hipertensi dan Diabetes Penyebab Tertinggi Pasien Gagal Ginjal Kronik

Hipertensi dan Diabetes Penyebab Tertinggi Pasien Gagal Ginjal Kronik

Health | Rabu, 13 Maret 2019 | 13:14 WIB

Benarkah Pasien Ginjal yang Menjalani Cuci Darah Dipicu Hipertensi?

Benarkah Pasien Ginjal yang Menjalani Cuci Darah Dipicu Hipertensi?

Health | Sabtu, 09 Maret 2019 | 11:30 WIB

Jangan Sampai Terlambat, Kenali Gejala Gagal Ginjal Kronis

Jangan Sampai Terlambat, Kenali Gejala Gagal Ginjal Kronis

Health | Jum'at, 08 Maret 2019 | 16:04 WIB

Terkini

Kelelahan Kerja Bisa Ganggu Konsentrasi, Apa Risikonya?

Kelelahan Kerja Bisa Ganggu Konsentrasi, Apa Risikonya?

Lifestyle | Senin, 19 Oktober 2026 | 23:48 WIB

Jadwal Listrik Padam Palembang Pekan Ini, Cek Lokasi dan Jam Pemadaman

Jadwal Listrik Padam Palembang Pekan Ini, Cek Lokasi dan Jam Pemadaman

Sumsel | Senin, 19 Oktober 2026 | 23:25 WIB

Karhutla Kepung Way Kambas, Pemprov Lampung Gabungkan Operasi Udara dan Ratusan Pasukan Darat

Karhutla Kepung Way Kambas, Pemprov Lampung Gabungkan Operasi Udara dan Ratusan Pasukan Darat

Video | Senin, 19 Oktober 2026 | 23:05 WIB

Cara BRI Cetak Mahasiswa UNAIR Jadi Agen Literasi

Cara BRI Cetak Mahasiswa UNAIR Jadi Agen Literasi

Bri | Senin, 19 Oktober 2026 | 22:54 WIB

BRI KPR Hadirkan Solusi Cicilan Aman di Kelapa Gading

BRI KPR Hadirkan Solusi Cicilan Aman di Kelapa Gading

Bri | Senin, 19 Oktober 2026 | 22:42 WIB

Promo Spesial BRI, Nikmati Kudapan Gratis di Tong Tji House Sampai April 2027

Promo Spesial BRI, Nikmati Kudapan Gratis di Tong Tji House Sampai April 2027

Bri | Senin, 19 Oktober 2026 | 22:32 WIB

Daftar Resto Diskon dari BRI di Lampung, Makan Puas dengan Harga Menarik

Daftar Resto Diskon dari BRI di Lampung, Makan Puas dengan Harga Menarik

Bri | Senin, 19 Oktober 2026 | 22:18 WIB

YLBHI Minta Prabowo Mundur jika Tak Becus Urus Karhutla

YLBHI Minta Prabowo Mundur jika Tak Becus Urus Karhutla

News | Senin, 19 Oktober 2026 | 22:10 WIB

ZAP Festival 2026, BRI Tebar Diskon Bundling Treatment 50 Persen

ZAP Festival 2026, BRI Tebar Diskon Bundling Treatment 50 Persen

Bri | Senin, 19 Oktober 2026 | 22:07 WIB

Ratusan Warga Nyalakan Lilin untuk Korban Karhutla, FIAD Desak Status Bencana Nasional

Ratusan Warga Nyalakan Lilin untuk Korban Karhutla, FIAD Desak Status Bencana Nasional

News | Senin, 19 Oktober 2026 | 22:03 WIB

×