Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.890.000
Beli Rp2.770.000
IHSG 7.623,586
LQ45 759,945
Srikehati 349,574
JII 532,247
USD/IDR 17.136

Kembang Kempis Industri Batik Tulis di Solo (Bagian l)

Chandra Iswinarno | Suara.com

Senin, 13 Mei 2019 | 19:28 WIB
Kembang Kempis Industri Batik Tulis di Solo (Bagian l)
Perajin Batik Tulis di Kampung Batik Laweyan, Solo, Jawa Tengah. [Suara.com/Ari Purnomo]

Suara.com - Kota Solo memang sangat identik dengan batik. Batik menjadi salah satu oleh-oleh favorit wisatawan saat berkunjung ke kota budaya ini. Untuk mendapatkan batik di Solo tergolong mudah, karena ada banyak lokasi yang menjadi pusat batik. Sebut saja Kampung Batik Laweyan, Kampung Batik Kauman, Pasar Klewer, Pusat Grosir Solo, maupun pusat batik yang lainnya.

Namun, kebanyakan batik yang tersedia di pasaran bukanlah batik tulis atau tradisional, melainkan batik cap atau malahan printing batik. Bagi perajin batik, printing bukanlah jenis batik, tetapi sablon dengan motif batik.

Pembedaan tersebut dilakukan karena printing tidak memenuhi satu syarat utama sebuah batik, yakni menggunakan malam atau lilin yang menjadi bahan utama dalam proses membuat batik.

Jauh sebelum hadirnya batik modern, batik tulis Solo begitu digandrungi. Kondisi ini mendorong tumbuhnya industri batik di beberapa lokasi. Salah satunya di Kampung Batik Laweyan.

Dahulu, di kampung yang sudah ditetapkan sebagai Cagar Budaya ini terdapat ratusan pengusaha batik. Batik tulis ini mengalami perkembangan pesat mulai tahun 1940-an. Pun batik tulis sempat mencapai masa keemasannya sebelum tahun 1970. Akan tetapi, sekitar tahun 1970an pamor batik tulis mulai luntur.

"Ini disebabkan hadirnya peralatan modern, seperti batik cap dan printing. Meskipun saat itu, printing masih dilakukan secara manual," terang salah satu pengusaha batik di Laweyan, Alpha Febela Priyatmono kepada Suara.com, Senin (14/5/2019).

Harga yang tidak berimbang membuat posisi batik tulis semakin tergerus. Lantaran, harga batik tulis bisa mencapai ratusan ribu bahkan di atas Rp 1 juta untuk satu lembar kain. Sedangkan, printing hanya berkisar belasan hingga puluhan ribu saja. Tak heran, jika banyak yang bergeser untuk memilih printing.

Alpha menyampaikan, selain masalah harga, lamanya proses pengerjaan juga menjadi salah satu penyebabnya. Batik tulis membutuhkan waktu yang cukup lama hanya untuk menyelesaikan selembar kain saja.

"Sedangkan untuk batik cap atau printing relatif lebih cepat. Batik tulis bisa sampai berbulan-bulan, kalau untuk printing hanya hitungan jam saja," imbuhnya.

Semakin hari, kondisi batik tulis semakin tidak menentu. Kondisi ini pula yang membuat puluhan pengusaha batik akhirnya bangkrut dan meninggalkan usaha yang sudah dirintis sejak lama.

"Dari ratusan pengusaha batik, hanya tersisa belasan saja. Yang lainnya tutup," imbuh Alpha. Bahkan, Alpha sendiri menjadi salah satu yang terdampak adanya printing tersebut.

Alpha menuturkan, dirinya sempat berhenti selama lebih kurang 16 tahun. Peminat yang semakin menyusut serta kalah saing dengan printing menjadi salah satu penyebabnya.

Kontributor : Ari Purnomo

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Unik, Ada Alquran Batik di Solo

Unik, Ada Alquran Batik di Solo

Lifestyle | Senin, 13 Mei 2019 | 14:13 WIB

5 Pengrajin Batik Binaan BNI Unjuk Gigi di Gelar Batik Nusantara 2019

5 Pengrajin Batik Binaan BNI Unjuk Gigi di Gelar Batik Nusantara 2019

Lifestyle | Kamis, 09 Mei 2019 | 09:13 WIB

Lagi Tren Batik Printing, Ini Pendapat Yayasan Batik Indonesia

Lagi Tren Batik Printing, Ini Pendapat Yayasan Batik Indonesia

Lifestyle | Rabu, 08 Mei 2019 | 17:33 WIB

Keren Banget, Siswa SMA Di Majenang Bikin Seragam Batik Sendiri!

Keren Banget, Siswa SMA Di Majenang Bikin Seragam Batik Sendiri!

Lifestyle | Jum'at, 03 Mei 2019 | 10:55 WIB

Keren Banget, Batik Karya Penyandang Difabel Ini Dipamerkan di Inacraft

Keren Banget, Batik Karya Penyandang Difabel Ini Dipamerkan di Inacraft

Lifestyle | Kamis, 25 April 2019 | 21:07 WIB

Terkini

Menteri Ara: Lahan Tanah Abang yang Dikuasai Hercules Milik Negara, Sudah Bisiki Prabowo!

Menteri Ara: Lahan Tanah Abang yang Dikuasai Hercules Milik Negara, Sudah Bisiki Prabowo!

Bisnis | Kamis, 16 April 2026 | 14:04 WIB

Jalur Distribusi Tertahan di Selat Hormuz, Australia Lirik Pupuk dari Indonesia

Jalur Distribusi Tertahan di Selat Hormuz, Australia Lirik Pupuk dari Indonesia

Bisnis | Kamis, 16 April 2026 | 13:51 WIB

Begini Kesiapan Pos Indonesia Jelang BUMN Logistik Dijadikan Satu

Begini Kesiapan Pos Indonesia Jelang BUMN Logistik Dijadikan Satu

Bisnis | Kamis, 16 April 2026 | 13:45 WIB

Siapa Hery Susanto: Ketua Ombudsman dengan Gaji Selangit, 6 Hari Kerja Sudah Ditangkap

Siapa Hery Susanto: Ketua Ombudsman dengan Gaji Selangit, 6 Hari Kerja Sudah Ditangkap

Bisnis | Kamis, 16 April 2026 | 13:40 WIB

Harga Bahan Baku Melonjak, Pelaku Usaha Ritel Minta Impor Dipermudah

Harga Bahan Baku Melonjak, Pelaku Usaha Ritel Minta Impor Dipermudah

Bisnis | Kamis, 16 April 2026 | 13:15 WIB

IHSG Terkoreksi di Sesi I, 344 Saham Anjlok

IHSG Terkoreksi di Sesi I, 344 Saham Anjlok

Bisnis | Kamis, 16 April 2026 | 13:03 WIB

Menilik Labirin Penarikan Dana Trading: Mengapa Transfer Internasional Tak Pernah Instan?

Menilik Labirin Penarikan Dana Trading: Mengapa Transfer Internasional Tak Pernah Instan?

Bisnis | Kamis, 16 April 2026 | 13:01 WIB

Sengketa Rp119 Triliun, Emiten Milik Jusuf Hamka Tangkis Kabar Miring Ini

Sengketa Rp119 Triliun, Emiten Milik Jusuf Hamka Tangkis Kabar Miring Ini

Bisnis | Kamis, 16 April 2026 | 12:40 WIB

Link Lowongan Kerja Manajer Kopdes Merah Putih 2026: Ada 30.000 Formasi

Link Lowongan Kerja Manajer Kopdes Merah Putih 2026: Ada 30.000 Formasi

Bisnis | Kamis, 16 April 2026 | 12:38 WIB

Apa Penyebab Plastik Makin Mahal? Ini Bahan Pokok yang Harganya Ikut Naik

Apa Penyebab Plastik Makin Mahal? Ini Bahan Pokok yang Harganya Ikut Naik

Bisnis | Kamis, 16 April 2026 | 12:12 WIB