Hobi Pamer Kemesraan di Media Sosial Tanda Tidak Bahagia, Mitos atau Fakta?

Rima Sekarani Imamun Nissa | Yasinta Rahmawati
Hobi Pamer Kemesraan di Media Sosial Tanda Tidak Bahagia, Mitos atau Fakta?
Ilustrasi unggah foto kemesraan di media sosial (Shutterstock)

Sah-sah saja pamer kemesraan di media sosial.

Suara.com - Hobi Pamer Kemesraan di Media Sosial Tanda Tidak Bahagia, Mitos atau Fakta?

Banyak pasangan kerap menunjukkan potret kemesraan di media sosial. Perilaku ini biasa disebut sebagai Public Display of Affection (PDA). Terkadang perilaku pamer kemesraan seperti ini membuat para lajang gigit jari.

Namun di sisi lain, pasangan yang suka mengumbar kemesraan di media sosial menimbulkan persepsi luas bahwa mereka tidak bahagia di dunia nyata. Benarkah demikian?

Dari temuan yang dipublikasikan Psychology Today, rupanya pasangan yang terlihat bahagia di media sosial juga bisa bahagia di dunia nyata.

Dari 350 pasangan pengguna Facebook aktif yang mereka survei, menunjukkan bahwa mereka berbagi kemesraan di media sosial karena didorong salah satu dari dua alasan yang sangat berbeda, yakni benar-benar bahagia atau sebagai pembuktian hubungan mereka baik-baik saja.

Ketika hanya berbagi potret kemesraan secara "normal" seperti foto bersama dan informasi tentang kekasih, itu dapat menunjukkan tingkat kepuasan yang lebih tinggi.

Ilustrasi pasangan bahagia.

Namun, ketika hubungan seseorang ditampilkan di Facebook mencerminkan lebih banyak kasih sayang daripada yang mereka ditunjukkan secara offline, ada kemungkinan bahwa mereka berada dalam hubungan kurang memuaskan.

Meski begitu, mereka yang tidak berperilaku mesra di media sosial seperti Facebook, bukan berarti tidak bahagia. Sebab setiap pasangan mempunyai caranya tersendiri dalam menggambarkan hubungan mereka secara online maupun offline. Tidak semua orang suka pamer kemesraan, kan?

Komentar

Suara.Com

Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda

QUOTES OF THE DAY

INFOGRAFIS