Menjaga Akal Sehat, Menepi di 5 Taman Cantik di Berbagai Negara

Dinar Surya Oktarini, Aditya Prasanda

Jum'at, 24 Mei 2019 | 15:31 WIB
Menjaga Akal Sehat, Menepi di 5 Taman Cantik di Berbagai Negara
(Wikimedia Commons Steve46814)

Suara.com - Sejak ribuan tahun lalu, di berbagai belahan dunia, taman menawarkan keteraturan di antara hiruk pikuk perkotaan yang sibuk dan semrawut.  Bertepat pada hal ini, taman kerap hadir sebagai tempat pelarian terbaik guna menjaga akal sehat di kota yang selalu bergegas.

Di berbagai negara, aneka taman didesain sedemikian rupa, menawarkan keindahan sekaligus gagasan akan keelokan bumi yang otentik dan sepatutnya.

Lima di antara taman-taman cantik di berbagai negara tersebut, Suara.com himpun. Apa saja?

Taman Isuien di Jepang

Isuien, taman indah di sekitar gerbang Nandaioman, Nara, Jepang ini oleh penduduk setempat dijuluki 'taman di atas air' sebab kolamnya dialiri Sungai Yoshikigawa.

Berlatar Gunung Wakakusayama dan Gerbang kompleks Kuil Todaiji nan indah, taman ini terbagi atas dua bagian.

Di bagian depan kita dapat melihat keseluruhan lanskap asli taman yang dibangun sejak abad ke-17.

Sementara taman bagian belakang dibangun kemudian pada tahun 1899 atas dana hibah yang digelontorkan seorang pengusaha setempat.

(Wikimedia Kimon Berlin)
(Wikimedia Kimon Berlin)

Di sebelah Taman Issuien, para wisatawan dapat mengunjungi museum yang mengoleksi beragam tembikar, keramik, cermin, dan artefak kuno Tiongkok dan Korea.

baca juga

Terletak di pusat kota Nara, tak jauh dari Kuil Todaiji dan Kuil Kofukuji, Taman Issuien dapat disambangi setiap harinya pukul 09:30 hingga 16:30 waktu setempat, kecuali pada hari Selasa dan hari libur nasional.

Untuk menikmati pesona taman ini, kita harus merogoh kocek sebesar 900 yen atau setara Rp 120 ribu.

Oedo Botania di Korea Selatan

Membentang di kawasan 17, Oedo-gil, Irun-myeon, Geoje-si, Korea Selatan, Oedo Botania menyuguhkan pesona tanaman puspa warna dengan pepohonannya nan hijau dan rindang. Lereng perbukitannya yang cantik, diselimuti bunga harum nan semerbak.

Rumah bagi sekitar tiga ribu spesies tanaman subtropis macam kaktus, gazania, pohon palem, hingga eucalyptus ini merupakan destinasi wisata tersibuk di kawasan Geoje.

Tak hanya beragam tanaman hijau, di pulau pribadi yang dibangun Lee Chang-ho dan istrinya pada tahun 1969 ini, kita dapat melihat deretan patung-patung dengan ukiran bergaya Eropa.

(Wikimedia Commons Korea Culture and Information Service)
(Wikimedia Commons Korea Culture and Information Service)

Untuk menyambangi Oedo Botania, kita harus menumpangi ferry pulang dan pergi dengan total biaya sekitar Rp 235 ribu hingga Rp 400 ribu.

Alnwick Garden di Inggris

Terdapat sekitar 100 vegetasi beracun dan berbahaya di Alnwick Garden taman paling beracun dan mematikan di dunia.

Dari Atropa belladonna (deadly nightshade), Strychnos nux-vomica (strychnine), Conium maculatum (hemlock) hingga tanaman narkotika macam opium poppy, ganja, hingga jamur nan memabukkan.

Diresmikan sejak tahun 2005, taman seluas 14 hektar ini dirancang seorang bangsawan Inggris, Orto Botanico.

Wikimedia Christine Westerback)
Wikimedia Christine Westerback)

Untuk melakukan tur keliling, kita wajib ditemani seorang pemandu yang tak akan bosan-bosannya memperingatkan para wisatawan untuk berhati-hati agar tak menyentuh bahkan mencium beberapa jenis tanaman yang dapat membuat seseorang kehilangan nyawa.

Tak heran, beberapa tanaman diberi pagar pembatas dan tetap dalam pengawasan pihak keamanan setempat selama 1 x 24 jam.

Untuk menyambangi taman yang membentang di Alnwick, Northumberland, Inggris ini kita harus merogoh kocek sekitar 12 Euro atau setara Rp 195 ribu.

Taman Bunga Keukenhof di Belanda

Membentang di Lisse, kawasan penghasil bunga yang terletak di antara kota Hillegom dan Leisse, Belanda, taman bunga Keukenhof menyuguhkan pesona khas Negeri Kincir Angin dengan kelindan bunga tulipnya nan memesona.

Di taman bunga ini, para pengunjung akan menyimak pesona bunga tulip puspa warna dengan beragam kontur nan menakjubkan.

Terdapat sekitar 800 varietas tulip di atas lahan seluas 32 hektar, dari warna kuning, merah, biru, pink, oranye, putih hingga ungu, menawarkan kelindan warna nan melegakan hati.

(Wikimedia Targeman)
(Wikimedia Targeman)

Meski demikian taman indah ini hanya dibuka sekali dalam setahun, tatkala bunga tulip mencapai musim mekar terbaiknya pada medio Maret hingga April.

Al-Andalus Garden di Mesir

Di balik tembok tinggi, sebuah taman botani di Pulau Gezira, Zamalek, Mesir ini tampak begitu istimewa di antara deretan taman-taman lain di Kairo.

Mulanya, sang arsitek merancang lanskap ini sebagai bagian istana kerajaan Khedive Ismail. 

Atas titah sang raja, Zulfugar Pasha, taman yang diperuntukkan untuk istrinya tersebut dibangun tahun 1935 dengan gaya arsitektur tradisional Andalusia.

Hari ini masyarakat mengenalnya sebagai Al-Andalus Garden, taman indah yang dipenuhi tanaman hijau subur dengan kelindan furnitur mosaik berwarna warni yang meliputi bangku-bangku dan deretan tangga yang mengitari air mancur nan menawan.

(Instagram Egypt 47)
(Instagram Egypt 47)

Di sekeliling taman, kita akan melihat patung-patung dengan ukiran cantik macam patung Firaun, dan penyair Mesir Ahmed Shawky.

Di seberang, pemandangan sungai Nil nan gigantis membuat lanskap di sekitar taman kian megah dan sempurna.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Iran Klaim Dua Kapal Tanker Terbakar Dihantam Ranjau di Selat Hormuz, Pasokan Minyak Dunia Terancam

Iran Klaim Dua Kapal Tanker Terbakar Dihantam Ranjau di Selat Hormuz, Pasokan Minyak Dunia Terancam

Bisnis | Sabtu, 07 November 2026 | 07:20 WIB

Belajar Menelaah Kejamnya Realita Dunia Kerja melalui Perpisahan CR7 dengan Timnas Portugal

Belajar Menelaah Kejamnya Realita Dunia Kerja melalui Perpisahan CR7 dengan Timnas Portugal

Your Say | Jum'at, 06 November 2026 | 14:15 WIB

Menjaga Habitat Macan Tutul Jawa, Mengapa Restorasi Hutan Tak Cukup dengan Menanam Pohon?

Menjaga Habitat Macan Tutul Jawa, Mengapa Restorasi Hutan Tak Cukup dengan Menanam Pohon?

Lifestyle | Rabu, 04 November 2026 | 12:04 WIB

Ulasan Novel Bumi: Petualangan Tiga Sahabat Menjelajahi Dunia Paralel

Ulasan Novel Bumi: Petualangan Tiga Sahabat Menjelajahi Dunia Paralel

Your Say | Rabu, 04 November 2026 | 16:30 WIB

Harga BBM Bisa Turun, Minyak Dunia Telah Melemah Hingga 1 Persen

Harga BBM Bisa Turun, Minyak Dunia Telah Melemah Hingga 1 Persen

Bisnis | Rabu, 04 November 2026 | 08:50 WIB

Dari Cabut Izin hingga Kompensasi Korban, Ini 5 Tuntutan Koalisi soal Karhutla

Dari Cabut Izin hingga Kompensasi Korban, Ini 5 Tuntutan Koalisi soal Karhutla

News | Selasa, 03 November 2026 | 18:34 WIB

Sisi Gelap 'Magang': Kerja Profesional, Kenapa Dihargai Upah Sukarela?

Sisi Gelap 'Magang': Kerja Profesional, Kenapa Dihargai Upah Sukarela?

Your Say | Selasa, 03 November 2026 | 19:10 WIB

Menguliti Sisi Gelap Dunia Kerja di Novel Kami (Bukan) Jongos Berdasi

Menguliti Sisi Gelap Dunia Kerja di Novel Kami (Bukan) Jongos Berdasi

Your Say | Selasa, 03 November 2026 | 19:35 WIB

Perang Terus Berkobar, Harga Minyak Dunia Bertahan di level USD100/Barel

Perang Terus Berkobar, Harga Minyak Dunia Bertahan di level USD100/Barel

Bisnis | Selasa, 03 November 2026 | 09:56 WIB

The Boy and the Heron: Dunia Tak Harus Sempurna untuk Tetap Layak Ditinggali

The Boy and the Heron: Dunia Tak Harus Sempurna untuk Tetap Layak Ditinggali

Your Say | Senin, 02 November 2026 | 16:30 WIB

Terkini

Produksi Sumur Baru PHM Lampaui Target, Hasilkan Gas 3,3 MMscfd dan Minyak 250 BOPD

Produksi Sumur Baru PHM Lampaui Target, Hasilkan Gas 3,3 MMscfd dan Minyak 250 BOPD

Bisnis | Sabtu, 07 November 2026 | 20:19 WIB

Ketika Media Sosial Mengubah Cara Konsumen Belanja

Ketika Media Sosial Mengubah Cara Konsumen Belanja

Lifestyle | Sabtu, 07 November 2026 | 20:19 WIB

Pemprov Banten Siapkan 600 Siswa Masuk Barak TNI, Pengamat Pendidikan Kritik Program

Pemprov Banten Siapkan 600 Siswa Masuk Barak TNI, Pengamat Pendidikan Kritik Program

Banten | Sabtu, 07 November 2026 | 20:17 WIB

Jutaan Orang Indonesia Tak Sadar Jadi Pembawa Sifat Talasemia, Kenali Risikonya Sejak Dini

Jutaan Orang Indonesia Tak Sadar Jadi Pembawa Sifat Talasemia, Kenali Risikonya Sejak Dini

Health | Sabtu, 07 November 2026 | 20:05 WIB

Pemkab Bogor Ambil Alih Pengelolaan Masjid At-Ta'awun di Puncak

Pemkab Bogor Ambil Alih Pengelolaan Masjid At-Ta'awun di Puncak

Jabar | Sabtu, 07 November 2026 | 20:04 WIB

Kolaborasi Lintas Sektor: Pemkot Tangsel Gandeng Kampus dan Swasta Sukseskan Porprov Banten 2026

Kolaborasi Lintas Sektor: Pemkot Tangsel Gandeng Kampus dan Swasta Sukseskan Porprov Banten 2026

Banten | Sabtu, 07 November 2026 | 20:02 WIB

Career Cushioning: Solusi Cerdas Hadapi Layoff atau Pemicu Burnout Baru?

Career Cushioning: Solusi Cerdas Hadapi Layoff atau Pemicu Burnout Baru?

Your Say | Sabtu, 07 November 2026 | 19:55 WIB

KPK Dalami Dugaan Penerimaan Uang Suap di Kantah Kabupaten Bogor I

KPK Dalami Dugaan Penerimaan Uang Suap di Kantah Kabupaten Bogor I

Bogor | Sabtu, 07 November 2026 | 19:52 WIB

Tak Selalu Mulus, Ini 5 Drakor yang Terseret Kontroversi Sepanjang 2026

Tak Selalu Mulus, Ini 5 Drakor yang Terseret Kontroversi Sepanjang 2026

Your Say | Sabtu, 07 November 2026 | 19:45 WIB

Bukan Rem atau Gas Total: Menentukan Kecepatan AI Berbasis Risiko

Bukan Rem atau Gas Total: Menentukan Kecepatan AI Berbasis Risiko

Your Say | Sabtu, 07 November 2026 | 19:25 WIB

×