Bak Borobudur, Menyibak Bingmayong, Situs Prajurit Terakota di China

Angga Roni Priambodo | Aditya Prasanda
Bak Borobudur, Menyibak Bingmayong, Situs Prajurit Terakota di China
(Wikimedia Commons Zossolino)

Situs bersejarah yang terkubur ribuan tahun lamanya.

Suara.com - Bingmayong, Situs Prajurit Terakota di Distrik Liong, di sebelah timur Ibu Kota Provinsi Shaanxi di Xi'an, China ini agaknya tak pernah sepi pengunjung.

Setiap tahun, sekitar 8,2 juta wisatawan memadati situs bersejarah, Bingmayong.

Aula berukuran raksasa ini menyimpan sekitar 8 ribu patung prajurit era Dinasti Qin, pemimpin yang pertama kali menyatukan dataran China pada periode 221-216 sebelum Masehi.

Sekitar 10 ribu patung seukuran manusia dewasa berbahan tanah liat berdiri memadati aula yang terbagi dalam beberapa pit.

Ribuan patung itu telah berusia berabad-abad. Dikerjakan sekitar tahun 210 hingga 209 sebelum Masehi dan terkubur di dalam tanah ribuan tahun lamanya.

(Wikimedia Commons J Arpon)
(Wikimedia Commons J Arpon)

Patung-patung bersejarah ini pertama kali ditemukan oleh beberapa petani yang secara tidak sengaja menggali lahan garapan mereka di Desa Xiyang, Distrik Lintong, pada tahun 1974.

Setelahnya, selama bertahun-tahun, para arkeolog secara perlahan mengumpulkan patung-patung prajurit dari berbagai resimen, mulai dari para pengawal hingga pasukan berkuda.

Sebelas tahun setelah penemuan pertama di tahun 1974, Bingmayong resmi dibuka untuk umum.

Keberadaannya mengingatkan kita pada Candi Borobudur di Kabupaten Magelang, Jawa Tengah, yang terkubur selama berabad-abad sebelum akhirnya ditemukan kembali pada tahun 1814.

Komentar

Suara.Com

Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda

QUOTES OF THE DAY

INFOGRAFIS