Studi : Sering Selfie Pakai Filter Kamera Memicu Hasrat Ingin Botox

Jum'at, 28 Juni 2019 | 15:37 WIB
Studi : Sering Selfie Pakai Filter Kamera Memicu Hasrat Ingin Botox
Ilustrasi suntik botox. (Shutterstock)

Suara.com - Studi : Sering Selfie Pakai Filter Kamera Memicu Hasrat Ingin Botox

Tak bisa dipungkiri filter kamera membuat wajah jadi lebih cantik dan ganteng dari aslinya. Maka tak heran banyak orang menggunakan filter untuk foto selfie. Namun efeknya membuat orang lebih menyukai dirinya di filter ketimbang asli.

Oleh sebab itu, baru-baru ini muncul penelitian yang menemukan bahwa anak muda memiliki hastrat tinggi untuk malakukan botox. Hal itu dipucu akibat penggunaan filter kamera, khususnya bagi mereka pengguna Snapchat, Tinder, dan Instagram. Lebih parah lagi mereka juga memiliki hasrat tinggi untuk operasi plastik.

Seperti dilansir Dailymail, Jumat (28/6/2019), ada peningkatan tajam bagi orang Amerika yang menggunakan botox dan melakukan upaya lain untuk menghilangkan lipatan atau kerutan di wajah mereka dalam beberapa tahun terakhir.

Pada 2018, orang-orang Amerika telah mengeluarkan uang sebesar $ 2,95 miliar atau sekitar Rp 40 triliun untuk botox. Angka tersebut naik dari dari $ 1 miliar atau sekitar Rp 14 triliun pada 2012.

Diketahui dana tersebut banyak keluar dari kaum muda. Menurut sebuah laporan baru-baru ini, terjadi peningkatan 28 persen untuk orang usia 20-an yang melakukan botox antara tahun 2010 dan 2017, dan peningkatan 32 persen pada kelompok usia yang sama pada 2018.

Para peneliti di Fakultas Kedokteran Universitas Johns Hopkins menunjukkan, ada alasan khawatir yang dirasakan pengguna filter ketika mereka tidak mampu memiliki wajah asli seperti yang dihasilkan filter kamera di ponsel.

Para ahli di Bedah Plastik Wajah JAMA mengaku salut terhadap apa yang ditemukan peneliti. Sebab, telah berhasil menemukan sesuatu yang tampaknya tidak berbahaya tetapi bisa membuat banyak orang mereasa tidak aman dengan diri sendiri, yaitu benih rasa takut yang mengakar.

"Dari sudut pandang penonton, melihat foto yang diidealisasikan hampir selalu menghasilkan perbandingan ke atas, yang mengarah pada peningkatan keseluruhan kecemasan dan depresi di antara pengguna media sosial," ungkap ahli bedah Universitas Georgetown Michael J. Reilly, Keon M. Parsa, dan Matthew Biel dalam tajuk rencana bersama untuk JAMA.

Baca Juga: Skin Botox, Solusi Instan untuk Wajah Glass Skin Seperti Artis Korea

Mereka menambahkan, ahli bedah plastik wajah diposisikan secara unik untuk secara langsung membantu pasien meningkatkan harga diri dan merujuk untuk perawatan kesehatan mental ketika ada kekhawatiran yang melampaui pisau dan jarum.

Ini bukan studi pertama yang menemukan hubungan antara menggunakan filter dan tertarik pada operasi kosmetik.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Member CORTIS yang Akan Kasih Kamu Cokelat Valentine?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 12 SMA Lengkap dengan Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pilih Satu Warna, Ternyata Ini Kepribadianmu Menurut Psikologi
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 16 Soal Bahasa Indonesia untuk Kelas 9 SMP Beserta Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Chemistry, Kalian Tipe Pasangan Apa dan Cocoknya Kencan di Mana Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Jodoh Motor, Kuda Besi Mana yang Paling Pas Buat Gaya Hidup Lo?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Jika Kamu adalah Mobil, Kepribadianmu seperti Merek Apa?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Love Language Apa yang Paling Menggambarkan Dirimu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Tahu Kalian Tentang Game of Thrones? Ada Karakter Kejutan dari Prekuelnya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kalau Masalah Hidupmu Diangkat Jadi Film Indonesia, Judul Apa Paling Cocok?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Satu Frekuensi Selera Musikmu dengan Pasangan?
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI