Festival Raksha Loka, Buktikan Solusi Komunitas Sebagai Kunci Hadapi Krisis Iklim Global

Rendy Adrikni Sadikin

Selasa, 12 Mei 2026 | 11:21 WIB
Festival Raksha Loka, Buktikan Solusi Komunitas Sebagai Kunci Hadapi Krisis Iklim Global
Panen buah lontar di Kabupaten Sabu Raijua, Nusa Tenggara Timur.(Dokumentasi pribadi)
baca 10 detik
  • Festival Raksha Loka di Jakarta pada 22-23 Mei 2026 menjadi perayaan keberhasilan pemulihan ekosistem komunitas.
  • Program ini melibatkan 86 mitra lokal untuk mengatasi deforestasi dan krisis air di empat bentang alam strategis sejak Juli 2022.
  • Festival ini bertujuan mempromosikan solusi krisis iklim berbasis komunitas serta meluncurkan model pendanaan berkelanjutan untuk mendukung kebijakan lingkungan nasional.

Suara.com - Di tengah ancaman krisis iklim yang semakin nyata, mulai dari siklus El Nino yang ekstrem hingga ancaman ketahanan pangan, Program GEF SGP (Global Environment Facility-Small Grants Programme) Indonesia menyelenggarakan Festival Raksha Loka di M-Bloc Space, Jakarta Selatan, pada 22-23 Mei 2026.

Festival bertajuk “Menjaga Alam, Menjaga Kehidupan di Masa Depan” ini merupakan selebrasi sekaligus ruang amplifikasi atas keberhasilan inisiatif pemulihan ekosistem berbasis komunitas yang telah dijalankan selama empat tahun terakhir dalam fase Operational Phase 7 (OP7).

Sejak Juli 2022, GEF SGP Indonesia bersama 86 mitra lokal telah bekerja di empat bentang alam strategis, yakni: DAS Bodri (Jawa Tengah), DAS Balantieng (Sulawesi Selatan), Gorontalo (Wilayah Penyangga SM Nantu & Tahura BJ Habibie), serta Pulau Sabu Raijua (NTT). Upaya kolektif ini telah berhasil memulihkan ekosistem dari ancaman deforestasi, krisis air bersih, hingga degradasi pesisir.

Etalase berisi beragam inovasi dari komunitas lokal di Kabupaten Sabu Raijua, Nusa Tenggara Timur.(Dokumentasi pribadi)
Etalase berisi beragam inovasi dari komunitas lokal di Kabupaten Sabu Raijua, Nusa Tenggara Timur.(Dokumentasi pribadi)

“Festival Raksha Loka bukan sekadar seremoni penutupan program. Ini adalah pernyataan kolektif bahwa solusi nyata terhadap krisis iklim telah tersedia dan lahir dari rahim komunitas lokal Indonesia,” ujar Koordinator Nasional GEF SGP Indonesia, Sidi Rana Menggala. “Kami ingin membangun jembatan strategis yang menghubungkan aksi di tingkat tapak dengan kebijakan di tingkat nasional.”

Ada beberapa sorotan utama dalam Festival Raksha Loka. Salah satunya adalah Musyawarah Belajar Mitra (MBM). Ini merupakan sesi inti. Dalam sesi tersebut, perwakilan komunitas dari pelosok Nusantara berbagi pengetahuan tentang konservasi air, rumah ikan di NTT, inovasi energi terbarukan di Sulawesi, hingga pertanian alami di Gorontalo.

Selain itu, Rakhsa Loka juga menghadirkan peluncuran buku kearifan lokal, basis data pengetahuan lokal “Akal Lokal”, hingga peluncuran program BUMI (Bantuan Usaha Melalui Investasi) sebagai model pendanaan berkelanjutan pasca-hibah.

Ada pula dialog inklusif yang menghadirkan diskusi panel lintas isu, mulai dari keterkaitan krisis iklim dengan keadilan gender, ketahanan pangan berbasis pangan lokal, hingga peran masyarakat urban dalam menjaga biodiversitas.

Festival Raksa Loka. (Dokumentasi Pribadi)
Festival Raksa Loka. (Dokumentasi Pribadi)

Di Festivak Rakhsa Lokal, bakal ada pula Pameran dan Bazaar Hijau. Pameran ini akan menampilkan produk-produk UMKM mitra binaan, demo masak pangan lokal, pameran foto, dan instalasi teknologi tepat guna yang ramah lingkungan.

Festival ini memang dirancang dengan prinsip zero waste (minim sampah) dan mengundang spektrum audiens yang luas, mulai dari generasi muda, aktivis, akademisi, sektor swasta, hingga pengambil kebijakan.

baca juga

“Kami percaya bahwa masyarakat memiliki kapasitas besar untuk mengendalikan pemanfaatan sumber daya alam mereka sendiri secara bertanggung jawab. Ketika komunitas menjadi penggerak utama, keberlanjutan lingkungan dan peningkatan taraf hidup ekonomi akan berjalan beriringan,” tambah Sidi.

Melalui Festival Raksha Loka, GEF SGP Indonesia berharap praktik-praktik baik yang telah teruji ini dapat direplikasi di wilayah lain dan mendapatkan dukungan kebijakan serta pendanaan yang lebih luas dari berbagai pihak demi kelestarian bumi dan generasi mendatang.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Perempuan Sabu Raijua, Penjaga Tradisi dan Motor Ekonomi Gula Semut

Perempuan Sabu Raijua, Penjaga Tradisi dan Motor Ekonomi Gula Semut

Lifestyle | Rabu, 11 Februari 2026 | 13:12 WIB

Elegi Gula Semut, Asa Baru Ekonomi Hijau di Jantung Sabu Raijua

Elegi Gula Semut, Asa Baru Ekonomi Hijau di Jantung Sabu Raijua

Lifestyle | Minggu, 08 Februari 2026 | 19:26 WIB

Seruan Ruang Aman bagi Peran Perempuan di SM Nantu Boliohuto dan Tahura BJ Habibie

Seruan Ruang Aman bagi Peran Perempuan di SM Nantu Boliohuto dan Tahura BJ Habibie

Lifestyle | Jum'at, 28 November 2025 | 13:23 WIB

'Meditasi Mata Air', Perempuan Wonosobo Tanam 1.000 Kopi untuk Kelestarian DAS Bodri

'Meditasi Mata Air', Perempuan Wonosobo Tanam 1.000 Kopi untuk Kelestarian DAS Bodri

Lifestyle | Kamis, 20 November 2025 | 08:28 WIB

Festival Bodri 2025: Diskusi Lintas Sektor Hasilkan Solusi Nyata untuk Kelestarian DAS Bodri

Festival Bodri 2025: Diskusi Lintas Sektor Hasilkan Solusi Nyata untuk Kelestarian DAS Bodri

Your Say | Kamis, 18 September 2025 | 13:40 WIB

Terkini

7 Trik Bertahan dengan HP Memori 64 GB agar Tidak Gampang Penuh dan Lemot

7 Trik Bertahan dengan HP Memori 64 GB agar Tidak Gampang Penuh dan Lemot

Tekno | Rabu, 12 Agustus 2026 | 13:04 WIB

Cara Menentukan Shade Cushion Sesuai Undertone Kulit Indonesia

Cara Menentukan Shade Cushion Sesuai Undertone Kulit Indonesia

Lifestyle | Rabu, 12 Agustus 2026 | 13:03 WIB

Menteri LH Sentil World Bank buntut Tarik Dana Iklim 70 Juta USD dari Jambi

Menteri LH Sentil World Bank buntut Tarik Dana Iklim 70 Juta USD dari Jambi

Bisnis | Rabu, 12 Agustus 2026 | 13:03 WIB

Promo HUT RI ke-81: Tiket Kereta Diskon 17 Persen, Naik KRL dan LRT Cuma Rp 8

Promo HUT RI ke-81: Tiket Kereta Diskon 17 Persen, Naik KRL dan LRT Cuma Rp 8

News | Rabu, 12 Agustus 2026 | 13:02 WIB

Cara Memaksimalkan Layar Galaxy Z Fold8, Jadi Lebih Optimal

Cara Memaksimalkan Layar Galaxy Z Fold8, Jadi Lebih Optimal

Sumut | Rabu, 12 Agustus 2026 | 13:01 WIB

Desa Wlahar Mendadak Sibuk, TPU Radius 300 Meter Dijaga Aparat saat Ekshumasi Sutrimo

Desa Wlahar Mendadak Sibuk, TPU Radius 300 Meter Dijaga Aparat saat Ekshumasi Sutrimo

News | Rabu, 12 Agustus 2026 | 13:00 WIB

Ulasan Film Tarung Sarung: Legenda Pertarungan Pusaka Para Ksatria Makassar

Ulasan Film Tarung Sarung: Legenda Pertarungan Pusaka Para Ksatria Makassar

Your Say | Rabu, 12 Agustus 2026 | 13:00 WIB

Febrie Adriansyah Bantah Sutrimo Berstatus Karumga, Tugasnya Lebih Sering Menjaga Rumah Kosong

Febrie Adriansyah Bantah Sutrimo Berstatus Karumga, Tugasnya Lebih Sering Menjaga Rumah Kosong

News | Rabu, 12 Agustus 2026 | 12:56 WIB

30 Kata-Kata Ucapan Selamat Hari Kemerdekaan Indonesia yang Benar untuk HUT Ke-81 RI

30 Kata-Kata Ucapan Selamat Hari Kemerdekaan Indonesia yang Benar untuk HUT Ke-81 RI

Lifestyle | Rabu, 12 Agustus 2026 | 12:55 WIB

MBG Diharapkan Bisa Tingkatkan Harga Telur dan Ayam di Tingkat Peternak

MBG Diharapkan Bisa Tingkatkan Harga Telur dan Ayam di Tingkat Peternak

Bisnis | Rabu, 12 Agustus 2026 | 12:53 WIB

×