Gempa Bumi di Bali, Ini Tips Menyelamatkan Diri yang Aman

Vania Rossa

Kamis, 18 Juli 2019 | 13:39 WIB
Gempa Bumi di Bali, Ini Tips Menyelamatkan Diri yang Aman
Ilustrasi gempa bumi. (Antara).

Suara.com - Gempa bumi yang baru-baru ini terjadi di Bali, menunjukkan bahwa bencana ini dapat terjadi di mana saja dan mengenai semua orang yang ada di area tersebut tanpa pandang bulu.

Di daerah-daerah tertentu, gempa bumi juga dapat memicu tsunami. Dan salah satu sebab kenapa tsunami selalu memakan korban banyak, karena waktu untuk memprediksi bencana ini setelah terjadinya gempa bumi, sangat sempit.

Nah, buat kamu yang merasa tinggal di kawasan rawan gempa ataupun tsunami, ini dia tips menyelamatkan diri saat gempa bumi yang perlu kamu tahu.

Tetap tenang
Saat gempa terjadi, berusahalah untuk tidak panik dan tetap tenang. Tarik napas dalam-dalamnya, lalu lihatlah keadaan sekitar dan pilihlah spot yang aman untuk berlindung.

Cari tempat aman di dalam rumah
Jika pada saat gempa bumi kamu sedang berada di dalam ruangan dan tidak memungkinkan untuk segera keluar, berusahalah mencari tempat yang aman untuk berlindung. Meja adalah tempat terbaik untuk berlindung dari benda-benda yang berjatuhan akibat gempa bumi. Jangan lupa, lindungi juga kepala dengan benda empuk, misalnya bantal, helm, atau yang paling praktis anda dapat menggunakan kedua tangan dengan posisi tertelungkup.

Cari tempat terbuka jika berada di luar ruangan
Jika pada saat gempa bumi terjadi kamu sedang berada di luar ruangan, tindakan pertama yang harus dilakukan adalah bergerak menjauhi gedung dan tiang, dan carilah area yang terbuka. Tetap tenang dengan tarik napas dalam-dalam, dan jangan lakukan apapun. Sebab, biasanya setelah gempa pertama akan terjadi gempa susulan.

Perhatikan petunjuk keselamatan saat di kerumunan
Gempa bumi bisa terjadi kapan saja. JIka saat gempa bumi kmu sedang berada di kerumunan, biasanya akan terjadi kepanikan. Jangan ikutan panik. Yang harus kamu lakukan adalah memerhatikan petunjuk keselamatan atau arahan petugas penyelamat di sekitar, misal tentang titik kumpul saat kejadian darurat.

Jika berada di gunung atau dataran tinggi
Jika gempa terjadi saat kamu sedang berada di gunung, bergeraklah menuju area yang lapang untuk berlindung. Hindari daerah dekat lereng karena dipastikan akan menimbulkan longsor dan mengancam keselamatan jiwa. (Rosalin Febriyanti)

baca juga
Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Gempa 5,0 SR Guncang Timur Laut Larantuka

Gempa 5,0 SR Guncang Timur Laut Larantuka

News | Kamis, 18 Juli 2019 | 09:36 WIB

Pantai Cilacap sampai Jawa Timur Terancam Kena Tsunami 20 Meter

Pantai Cilacap sampai Jawa Timur Terancam Kena Tsunami 20 Meter

News | Rabu, 17 Juli 2019 | 16:44 WIB

Ancaman Gempa 8,8 SR di Jawa, 4 Km Daerah Pantai Akan Tersapu Tsunami

Ancaman Gempa 8,8 SR di Jawa, 4 Km Daerah Pantai Akan Tersapu Tsunami

News | Rabu, 17 Juli 2019 | 16:14 WIB

Terkini

Rombongan Jurnalis Hilang di Perairan Anak Krakatau, PFI Siaga Penuh Bantu Pencarian

Rombongan Jurnalis Hilang di Perairan Anak Krakatau, PFI Siaga Penuh Bantu Pencarian

Jabar | Selasa, 08 September 2026 | 23:51 WIB

Terima Suap 148 Juta Mantan Gubernur di China Divonis Mati Plus Dimiskinkan

Terima Suap 148 Juta Mantan Gubernur di China Divonis Mati Plus Dimiskinkan

News | Selasa, 08 September 2026 | 23:30 WIB

Bawa 5 Jurnalis ke Gunung Anak Krakatau, Tour Guide Hilang Usai Sempat Kabari Sang Istri

Bawa 5 Jurnalis ke Gunung Anak Krakatau, Tour Guide Hilang Usai Sempat Kabari Sang Istri

Banten | Selasa, 08 September 2026 | 23:23 WIB

Langkah Pemkab Badung Ajukan Kasasi Atas Gugatan BTS Dinilai Tepat

Langkah Pemkab Badung Ajukan Kasasi Atas Gugatan BTS Dinilai Tepat

Bali | Selasa, 08 September 2026 | 23:12 WIB

Bank Jateng Sukoharjo Beri Tips untuk Anak Muda : Jangan Mudah Tergoda Judol dan Pinjol demi Fomo

Bank Jateng Sukoharjo Beri Tips untuk Anak Muda : Jangan Mudah Tergoda Judol dan Pinjol demi Fomo

Surakarta | Selasa, 08 September 2026 | 23:07 WIB

Heboh Air Keran Berbusa di Surabaya, Gempar Jatim Tantang PDAM: Tak Cukup Hanya Minta Maaf!

Heboh Air Keran Berbusa di Surabaya, Gempar Jatim Tantang PDAM: Tak Cukup Hanya Minta Maaf!

Jatim | Selasa, 08 September 2026 | 22:54 WIB

Purbaya Ikut Bingung Data Desil BPS, Pilih Pakai Versi Lama Jika Tetap Ngaco

Purbaya Ikut Bingung Data Desil BPS, Pilih Pakai Versi Lama Jika Tetap Ngaco

Bisnis | Selasa, 08 September 2026 | 22:26 WIB

Kampus Ini Dorong Mahasiswa Siap Kerja Sejak Hari Pertama Kuliah

Kampus Ini Dorong Mahasiswa Siap Kerja Sejak Hari Pertama Kuliah

Lifestyle | Selasa, 08 September 2026 | 22:24 WIB

Jumlah Pengguna Capcut Tembus 660 Juta, Tersebar di 170 Negara

Jumlah Pengguna Capcut Tembus 660 Juta, Tersebar di 170 Negara

Tekno | Selasa, 08 September 2026 | 22:20 WIB

43 Ribu Anak Jadi Korban, Amnesty Internasional Desak Polisi Usut Pidana Keracunan MBG

43 Ribu Anak Jadi Korban, Amnesty Internasional Desak Polisi Usut Pidana Keracunan MBG

News | Selasa, 08 September 2026 | 22:15 WIB

×