Liputan Khas

KHAS adalah sajian beragam artikel dengan topik-topik menarik hasil liputan khusus/khas dari tim redaksi Suara.com.

Usung Potensi Kain Stagen, Intip Misi Mulia di Balik Sneakers Naray

Rima Sekarani Imamun Nissa | Yasinta Rahmawati
Usung Potensi Kain Stagen, Intip Misi Mulia di Balik Sneakers Naray
Adam Amrullah, owner Naray, produsen sepatu berbahan kain stagen. (DewiKu.com/Iqbal A.)

Menjodohkan kain stagen dan sneakers demi mendapatkan item fesyen pelestari budaya.

Suara.com - Banyak daerah mempunyai kain tradisional ikonik, tak terkecuali dengan Yogyakarta. Selain terkenal dengan tekstil kain batik dan lurik, Kota Gudeg ini juga memiliki kain stagen.

Zaman dulu, kain stagen sangat populer digunakan oleh masyarakat, khususnya para ibu. Kain stagen biasa digunakan untuk melilit pinggang sehingga mengencangkan kembali perut mereka yang kendur usai melahirkan.

Seperti kain tradisional lain, seiring perkembangan zaman, kepraktisan menjadi primadona sehingga kain stagen kehilangan popularitasnya. Namun di tangan pemuda asal Jogja ini, stagen dapat diolah menjadi inovasi yang digemari kalangan anak muda.

Adalah Adam Amrullah yang mempunyai ide untuk memanfaatkan potensi kain stagen menjadi sepatu atau sneakers lewat label Naray. Tidak seperti kain lurik atau batik yang cenderung lebih umum dibuat sebagai busana atasan, kain stagen lebih bertekstur kasar dan tebal. Tentunya jika dimanfaatkan sebagai baju, sangat kurang nyaman di kulit.

"Dia bahannya ini, sih, tebel dan agak kasar kayak kain kanvas gitu. Jadi kepikiran kayaknya bagus, nih, kalau dibuat sepatu," ujar Adam ketika ditemui DewiKu.com di gelaran Festival Kesenian Yogyakarta (FKY) 2019, Sabtu (20/07/2019) pekan lalu.

Sneakers dari kain stagen, Naray. (Dewiku.com/Yasinta Rahmawati)
Sneakers dari kain stagen, Naray. (Dewiku.com/Yasinta Rahmawati)

Misi Pemberdayaan

Berawal dari googling, Adam menemukan sebuah desa bernama Moyudan, terletak di sebelah barat daya Kabupaten Sleman, Yogyakarta. Desa itu rupanya terkenal memiliki tradisi menenun kain stagen.

"Nemu artikel di Moyudan ada ibu-ibu penenun stagen gitu. Nyoba main ke sana terus ngobrol. Katanya sekarang udah jarang orang pakai stagen karena ada korset yang lebih praktis," ungkap pria berusia 29 tahun ini.

Melihat potensi yang ada, Adam memutuskan bermitra dengan perajin di Moyudan. Seperti makna Naray yang berarti "harapan" dalam bahasa Sansekerta, dari setiap pasang sneakers yang dihasilkan, tersemat misi penuh harapan untuk memberdayakan pengrajin asli melalui bekerja sama untuk membuat sneakers yang stylish.

Komentar

Suara.Com

Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda

QUOTES OF THE DAY

INFOGRAFIS