5 Tanda Pekerjaan Menggrogoti Anda, Kesehatan Fisik dan Mental Taruhannya

Silfa Humairah Utami
5 Tanda Pekerjaan Menggrogoti Anda, Kesehatan Fisik dan Mental Taruhannya
Ilustrasi pekerjaan tidak seimbang dengan kehidupan pribadi. (Shutterstock)

Apa tanda pekerjaan menggrogoti Anda hingga ganggu kesehatan fisik dan mental.

Suara.com - 5 Tanda Pekerjaan Menggrogoti Anda, Kesehatan Fisik dan Mental Taruhannya.

Sebutan workholic disematkan pada mereka yang gila kerja. Namun benarkah workholic tidak memiliki keseimbangan dalam hidup?

Tidak semua orang sadar bahwa mereka cenderung lebih mementingkan pekerjaan daripada kehidupan pribadinya. Padahal kesehatan fisik dan mental taruhannya.

Maka dari itu, kenali tanda-tandanya dan segera buat perubahan dalam hidup Anda jika kehidupan kerja Anda mengganggu kehidupan pribadi hingga kesehatan mental dan fisik Anda dilansir dari Hello Sehat.

1. Tidak jaga kesehatan

Orang yang lebih mementingkan pekerjaan biasanya cenderung cuek atau masa bodoh dengan kondisi tubuhnya sendiri. Bahkan data menunjukkan lebih dari 40 persen pegawai mengabaikan aspek lain di hidupnya hanya karena pekerjaan. Bagaimana mau tetap sehat dan bugar jika hampir seluruh waktu Anda dihabiskan hanya untuk bekerja?

Coba ingat-ingat, kapan terakhir kali Anda tidur cukup atau berolahraga? Kapan pula terakhir kali Anda pergi ke bioskop atau salon untuk sekadar melepas penat? Atau mungkin selama ini Anda tak pernah lagi makan makanan rumahan dan hanya membeli junk food karena kepraktisannya?

Jika berbagai hal ini sudah mulai dialami, tandanya ada yang tidak beres dengan kehidupan Anda. Kesibukan pekerjaan membuat Anda hanya memikirkan deadline dan target tanpa ingat bahwa diri Anda juga perlu diperhatikan.

2. Cepat stres, mudah marah dan gelisah

Ketika hidup dan kerja sudah tidak lagi seimbang, bukan hanya kesehatan fisik yang tergerogoti tapi juga kesehatan mental Anda.

Mengurus pekerjaan tanpa kenal waktu istirahat membuat Anda rentan mengalami stres berkepanjangan. Akibatnya, Anda akan lebih mudah marah, gelisah, panik, bahkan hingga mengalami depresi. Lagi-lagi, hal ini muncul ketika otak Anda hanya memikirkan soal pekerjaan.

Dilansir dari laman Mental Health Foundation, 27% karyawan yang bekerja berlebihan merasa amat stres, 34 persennya merasa cemas, dan lebih dari setengahnya mudah marah.

3. Merasa tidak kompeten

Faktanya semakin lama bekerja, semakin besar pula kekhawatiran seseorang akan pekerjaannya. Akibatnya, Anda merasa bahwa apa yang sudah dilakukan tidak pernah cukup.

Anda selalu merasa kualitas kerja Anda menurun. Padahal nyatanya hal ini mungkin hanya kekhawatiran berlebih yang muncul karena Anda terlalu berlebihan dalam bekerja.

4. Merasa kesepian

Ketika hidup dan kerja mulai tidak seimbang, Anda akan mulai merasa kesepian. Ini karena Anda kehilangan banyak sekali waktu dengan keluarga dan orang-orang yang Anda cintai.

Kalaupun sempat datang ke acara keluarga atau kumpul dengan teman, mungkin Anda sudah kehabisan energi untuk berinteraksi. Akibatnya, Anda hanya berdiam diri mendengarkan tanpa banyak bicara.

Hal ini membuat Anda lama-lama merasa tersisih dan kesepian. Bahkan, hubungan dengan orang-orang terdekat Anda pun mulai merenggang.

5. Tak ada batasan jelas antara urusan pekerjaan dan rumah

Salah satu tanda yang mudah terlihat ketika urusan hidup dan kerja tak seimbang yaitu Anda membawa pekerjaan ke rumah. Maksudnya, Anda masih menerima panggilan dan membuka e-mail soal pekerjaan di rumah.

Anda merasa harus siap siaga sepanjang waktu. Akibatnya, Anda justru tidak bisa menikmati waktu istirahat sebagaimana mestinya.

Solusi saat kehidupan pribadi dan pekerjaan tidak seimbang

Sudah merasa anda mengalami tanda-tanda di atas? Kalau begitu sekarang saatnya Anda memperbaikinya sedikit demi sedikit agar mencapai work-life balance. Berikut cara mengatasinya:

Membuat manajemen waktu

Dalam hal ini Anda wajib mengatur waktu dalam sehari untuk bisa melakukan berbagai hak dan kewajiban yang perlu dijalani. Jadi, bukan hanya pekerjaan saja tetapi juga aspek penting lainnya dalam hidup seperti waktu makan, tidur, dan lainnya. Semua perlu porsi yang adil.

Dari 24 jam yang dimiliki dalam sehari, bagi waktu-waktu tersebut sesuai dengan daftar kewajiban yang perlu Anda jalani. Buatlah perencanaan setiap harinya dan jangan lupa untuk mencatat di kalendar harian.

Tujuannya agar Anda tahu kapan harus pulang kerja kapan dan harus berkumpul bersama teman. Ketika tidak memiliki rencana, waktu Anda akan mudah diambil oleh hal lainnya termasuk pekerjaan.

Belajar untuk mengatakan tidak

Tak jarang seseorang bekerja berlebihan karena tidak enak menolak permintaan atasan untuk mengerjakan pekerjaan lain di luar tugasnya. Jika Anda ingin memiliki hidup dan kerja yang lebih seimbang, belajarlah untuk mengatakan tidak.

Jangan selalu mengiyakan tugas lain yang Anda rasa akan mengacaukan waktu di luar kantor. Tidak ada salahnya mengatakan tidak karena Anda sangat berhak menikmati waktu luang.

Jangan membawa pekerjaan ke rumah

Pahami baik-baik, sebaiknya jangan membawa pekerjaan ke rumah. Tak perlu mengecek e-mail atau menerima telepon soal pekerjaan saat Anda di rumah. Gunakan waktu di rumah untuk beristirahat dan mengerjakan hal lain yang tidak ada hubungannya dengan pekerjaan.

Usahakan untuk menyelesaikan semua pekerjaan di kantor. Atur waktu kerja Anda di kantor agar tidak terbuang sia-sia. Agar lebih efisien, matikan ponsel untuk meminimalkan gangguan akibat sering mengeceknya.

Namun jika ada pekerjaan yang perlu dilanjutkan di rumah, Anda boleh mencuri waktu istirahat sesekali. Akan tetapi jangan sampai kebablasan hingga tak bisa membatasinya.

Karena penting menyeimbangkan pekerjaan dan kehidupan pribadi agar tidak mengganggu kesehatan fisik dan mental. 

Komentar

Suara.Com

Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda

QUOTES OF THE DAY

INFOGRAFIS