Tetap Tenang, Lakukan 3 Langkah Ini saat Pacar Mengancam Bunuh Diri

Rima Sekarani Imamun Nissa
Tetap Tenang, Lakukan 3 Langkah Ini saat Pacar Mengancam Bunuh Diri
Ilustrasi bunuh diri dengan menggantung diri sendiri (Shutterstock)

Jangan langsung mengabaikan ancaman bunuh diri tersebut.

Suara.com - Sikap pacar mengancam bunuh diri mungkin bukan lagi hal baru. Namun, jika pasangan Anda melakukan itu, jangan dianggap remeh.

Mengabaikan ancaman bunuh diri tidak akan menyelesaikan masalah, bisa jadi malah membuat dia semakin berani dan nekat. Oleh karena itu, ada beberapa hal yang harus diperhatikan. Pertama, ketahui dan pahami alasan pacar mengancam bunuh diri.

Melansir Hellosehat, kasus ini paling sering terjadi saat seseorang memutuskan hubungan asmara tapi ada satu pihak yang tidak terima. Ancaman bunuh diri biasanya keluar dengan harapan tidak jadi ditinggalkan.

Banyak yang tentu tidak mau melihat pasangannya mati di hadapannya atau takut disalahkan. Oleh karenanya, ancaman tersebut sering kali berhasil tapi menciptakan hubungan tidak sehat karena hanya didasari perasaan kasian atau justru ketakutan.

Ada berjuta alasan mengapa orang berani untuk menghabisi nyawanya sendiri, termasuk soal kisah asmara. Walau begitu, sebenarnya ada beberapa faktor yang mendorong hal tersebut, mulai dari trauma masa lalu hingga gangguan kejiwaan.

Ilustrasi seseorang sedang berdiri di tepi sebuah bangunan tinggi. [Shutterstock]
Ilustrasi seseorang sedang berdiri di tepi sebuah bangunan tinggi. [Shutterstock]

Nah, masih mengutip Hellosehat, jika Anda dihadapkan pada situasi di mana pacar mengancam bunuh diri, mungkin beberapa hal ini bisa membantu.

1. Katakan bahwa Anda peduli

Selain mencoba untuk menghentikan pacar Anda yang terus mengancam bunuh diri, katakan juga padanya bahwa Anda tetap peduli kepadanya meskipun kalian sudah putus hubungan.

Namun, Anda pun mesti ingat untuk memberikan batasan. Misalnya, katakan bahwa Anda memang akan terus peduli, tapi sebatas teman saja.

Apabila sulit dilakukan, mungkin Anda dapat menenangkannya terlebih dahulu, baru kemudian mengatakan hal yang sejujurnya. 

Ilustrasi pasangan bertengkar (shutterstock)
Ilustrasi pasangan bertengkar (shutterstock)

2. Memberikan pilihan hidup dan mati di tangannya

Jika dia masih tetap ingin bunuh diri dan tidak berhasil ditenangkan, Anda bisa mengatakan bahwa keputusan itu sepenuhnya ada di tangannya. Kehidupannya bergantung pada dirinya sendiri, bukan Anda. 

Menurut National Domestic Violence, meski Anda adalah pasangannya, bukan berarti harus bertanggungjawab atas tindakan dia. Sampaikan kepadanya bahwa hubungan Anda dibangun dengan cinta dan saling menghormati. Anda pun tidak bisa menjalani hubungan yang didasarkan atas ancaman.

Tetap sampaikan kepedulian Anda terhadap dirinya tapi memang sudah tak bisa jika harus terus menjalani hubungan tak sehat. Kemukakan pula pertimbangan atas keputusan Anda memutuskannya.

Ilustrasi: perempuan sedih karena menderita penyakit langka. (Shutterstock)
Ilustrasi perempuan sedih. (Shutterstock)

3. Anda tidak perlu membuktikan apapun

Salah satu hal yang harus diingat ketika pacar mengancam bunuh diri adalah menjadikannya tanda bahwa hubungan Anda berdua tidak sehat. 

Jika dia memaksa menjalin hubungan lagi dengan Anda dan menjadikan nyawa sebagai taruhannya, mungkin sebaiknya Anda tidak perlu kembali.

Fondasi hubungan sehat sangat jauh dari ancaman. Namun, saat dia berniat mencelakakan dirinya sendiri dengan menjadikan Anda sebagai alasan, itu sebenarnya juga termasuk kekerasan dalan hubungan asmara.

Kendati begitu, menghadapi pacar yang mengancam ingin bunuh diri saat Anda memutuskan hubungan sangat mungkin tak bisa ditangani sendiri. Anda barangkali perlu mencari bantuan dari orang lain, misalnya keluarga, teman dekatnya, atau mungkin seorang ahli seperti dokter.

Komentar

Suara.Com

Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda

QUOTES OF THE DAY

INFOGRAFIS