Menilik Sejarah Perjalanan Panjang ARTJOG, Kenduri Seni di Yogyakarta

Dany Garjito, Arendya Nariswari

Rabu, 14 Agustus 2019 | 15:55 WIB
Menilik Sejarah Perjalanan Panjang ARTJOG, Kenduri Seni di Yogyakarta
Artjog. (Suara.com/Iqbal)

Ekshibisi ini semakin berwarna dengan melibatkan 5 seniman lintas disiplin yang telah ditunjuk langsung untuk menampilkan karyanya di ARTJOG MMXIX ini.

Ialah Handi wirman Saputra, Riri Riza, Sunaryo, Teguh Ostentrik serta Piramida Gerilya yang merupakan proyek kolaborasi antara indieguerillas dengan Singgih S. Kartono.

Bicara soal tema Arts in Common, ARTJOG MMXIX kali ini ingin menunjukkan pentingnya ruang bersama.

Ya, ARTJOG diharapkan mampu menjadi ruang bersama untuk berinteraksi, berdiskusi serta menikmati sajian artistik dan narasi kritis.

Berkesempatan datang langsung ke JNM, Suara.com ingin menggali lebih jauh makna dari Arts in Common dalam perhelatan ARTJOG MMXIX kali ini.

Melalui karya yang dipamerkan, kami dapat memahami common space dalam berbagai konteks.

Salah satu karya Riri Riza di Artjog 2019. (Suara/Arendya)
Salah satu karya Riri Riza di Artjog 2019. (Suara/Arendya)

Seperti salah satunya yang jelas terpampang di dalam kehidupan kita sehari-hari ialah lingkungan dan alam semesta.

Dahulu alam semesta memang ditentukan oleh kekuatan dari alam itu sendiri (misalnya gunung meletus, meteor, badai dan yang lainnya).

Namun seiring berjalannya waktu, manusia menjadi sumber dari perubahan itu sendiri.

baca juga

Hal ini begitu jelas tercermin dari fenomena pemanasan global, penggundulan hutan, polusi dan yang lainnya.

Tak hanya bicara soal lingkungan, tema ini juga mencakup isu sosial terkait ruang bersama di dalamnya.

Oleh karenanya, karya-karya seniman dalam ARTJOG MMXIX ini berupaya untuk menyadarkan kita betapa pentingnya ruang bersama di mana kita hidup saat ini membutuhkan reposisi, pemikiran ulang, perenungan hingga kritik yag baru dan membangun.

Menariknya lagi, ARTJOG MMXIX ini juga kembali menghadirkan Young Artist Award untuk mengapresiasi karya peserta terbaik yang berusia di bawah 35 tahun.

ARTJOG MMXIX. (Suara/Arendya)
ARTJOG MMXIX. (Suara/Arendya)

Tiga karya peserta terbaik ini telah dipilih pada acara pembukaan ARTJOG MMXIX pada hari Kamis, (25/7/19).

Karya Young Artist Award sendiri telah dipilih melalui penilaian yang melibatkan Fumio Nanjo (Direktur Museum Seni Mori, Tokyo, Jepang), Aaron Seeto (Direktur Museum MACAN), Natasha Sidharta (Direktur IndoArtNow) serta tim kuratorial ARTJOG.

Yang pertama ada karya dari Andrita Yuniza Orbandi yakni instalasi berjudul Whirlwind of Time.

Instalasi Whirlwind of Time ini terbuat dari ratusan dahan serta batang ranting pohon yang terbuang.

Saat memasuki karya Andrita Yuniza Orbandi ini kami dibuat takjub dengan ratusan batang ranting pohon yang sekilas mirip dengan labirin berbentuk sarang burung.

ARTJOG MMXIX. (Suara/Arendya)
ARTJOG MMXIX. (Suara/Arendya)

Rupanya, Andrita Yuniza Orbandi terinspirasi oleh cerita dalam buku Haruki Murakami, Kafka on the Shore.

Bukan sarang burung, Andrita ternyata mengadopsi bentuk pusaran angin puyuh untuk karyanya.

Instalasi badai ini menggambarkan tekanan dalam kehidupan manusia yang disebabkan oleh tindakan dan pikiran mereka sendiri.

Bagian tengah instruksi disebut dengan mata, di mana pengunjung bisa merenung dengan tenang dan beristirahat sejenak.

Kedua, ada karya dari Natasha Tonte yang berjudul 'Hama Memberkati'.

Dalam karyanya ini, Natasha Tonte ingin menggambarkan serta memperlihatkan, bagaimana jadinya jika umat manusia punah dan kehidupan diteruskan oleh kecoa.

Di mana seperti yang telah kita ketahui, kecoa sudah ada sejak zaman purbakala hingga saat ini.

ARTJOG MMXIX. (Suara/Arendya)
ARTJOG MMXIX. (Suara/Arendya)

Uniknya lagi, Natasha Tonte bahkan menyertakan karya berupa surat untuk kecoa. Tepat di depan layar yang menampilkan film pendek 'Hama Memberkati' terdapat kursi yang bisa digunakan oleh pengunjung agar lebih nyaman ketika melihat karya.

Ketiga, ialah karya berjudul Juxtaposed #1 - #3 dari Enka Komariah.

Karya Enka Komariah ini dipamerkan di lantai 3 ekshibisi ARTJOG MMXIX, dan begitu menarik perhatian kami.

Bertempat di sudut ruangan, karya berupa lukisan ini merupakan wujud penggambaran perubahan sosiokultural yang diamati oleh Enka Komariah.

Di mana perubahan ekologis yang signifikan ini terjadi saat pembangunan rumah ibadah khususnya masjid harus menghancurkan mata air bersejarah yang dinilai sesat.

ARTJOG MMXIX. (Suara/Arendya)
ARTJOG MMXIX. (Suara/Arendya)

Kemudian ada benteng Belanda yang memiliki nilai bersejarah tinggi, diruntuhkan dan diubah menjadi masjid.

Enka berusaha memperlihatkan perubahan ekologi dan transformasi ruang di Indonesia yang ditentukan oleh kuasa dominan.

Tak hanya bisa melihat langsung karya-karya menakjubkan, di ARTJOG MMXIX ini ada kegiatan yang sayang jika Anda lewatkan.

Ini dia ARTJOG Educational Program yang terdiri dari beberapa agenda seperti Meet the Artist, Curratorial Tour dan Leksikon.

ARTJOG Educational Program ini menjadi ruang pertemuan antara publik seni dan khalayak umum akan diperluas.

1. Meet The Artist

Program ini dibuat untuk memfasilitasi pertemuan publik dengan seniman yang terlibat dalam ARTJOG. Pertemuan ini diharapkan mampu menghasilkan dialog antara seniman dan publik seni serta pertukaran pengetahuan dua arah.

Meet The Artis ini akan dilaksanakan seminggu sekali yakni pada hari Rabu, pukul 3 sore.

2. LeksiKon

Program baru yang digagas oleh ARTJOG MMXIX kali ini akan menampilkan sajian edukasi publik yang dikemas dengan format kreatif.

Penonton di sini akan bisa menyaksikan seni pertunjukan dan tontonan audio visual berupa dokumentasi karya seni para seniman.

LeksiKon ini berlangsung pada tanggal 9-10 Agustus 2019.

3. Curratorial Tour

Pada program ini, pengunjung akan diajak oleh tim kurator ARTJOG untuk mengelilingi ruang pamer.

Beruntung, tim Suara.com mendapatkan kesempatan untuk ikut Curratorial Tour pada hari Selasa (6/8/19).

Siang itu sudah banyak peserta yang sangat antusias untuk mengikuti Curratorial Tour di pintu depan ruang pamer.

Tak lama kemudian datanglah Ignatia Nilu selaku tim kurator yang akan mendampingi kami berkeliling ruang pamer.

Dengan ramah ditemani rekan lainnya, Igantia Nilu menyambut hangat para peserta Curratorial Tour.

Curratorial Tour ini biasanya diikuti oleh 20 peserta yang mendaftar secara online lewat website dari ARTJOG MMXIX.

Selama dua jam, peserta Curratorial Tour ini akan diajak berkeliling ruang pamer dan mengeksplorasi lebih dalam karya-karya yang ada di ARTJOG MMXIX ini.

Meski tidak semua karya dijelaskan oleh tim kurator, namun Curratorial Tour ini semakin membuka imajinasi dan pemahaman kami tentang makna di balik seni yang diciptakan oleh para seniman.

Sore itu, setidaknya Ignatia Nilu mengajak kami untuk lebih mendalami proses pembuatan serta pesan yang dibawakan oleh 21 karya di ARTJOG MMXI ini.

Salah satu karya yang menarik perhatian kami ialah 'Daun Khatulistiwa' yang dibuat oleh Teguh Ostentrik.

ARTJOG MMXIX. (Suara/Arendya)
ARTJOG MMXIX. (Suara/Arendya)

Jika biasanya Teguh Ostentrik membawakan karya patung, kali ini seniman kontemporer ini berkolaborasi dengan Yayasan Terumbu Rupa.

Teguh Ostentrik mencoba untuk mengangkat isu tentang terumbu karang yang kini rusak parah akibat ulah manusia.

Lewat karyanya, Teguh Ostentrik menghadirkan narasi tentang pentingnya menjaga keindahan dan kekayaan alam laut lewat kubah yang disertai dengan unsur audio visual alam bawah laut.

Ketika berada di dalam kubah tersebut, kami merasakan takjub, sedih dan merinding ketika melihat dan mendengarkan narasi tersebut.

Seakan terumbu karang berbicara dan meminta pertolongan kepada umat manusia untuk menjaga keberlangsungan alam bawah laut.

ARTJOG MMXIX. (Suara/Arendya)
ARTJOG MMXIX. (Suara/Arendya)

Rencananya, ukiran Daun Khatulistiwa ini akan dijadikan Teguh Ostentrik sebagai rumah terumbu karang.

Daun Khatulistiwa ini akan diletakkan di dalam laut Wakatobi sebagai rumah baru bagi terumbu karang, usai dipamerkan lewat ARTJOG MMXIX.

Di akhir sesi Curratorial Tour, kami juga beruntung bisa mendapatkan sedikit waktu untuk berbincang bincang bersama Ignatia Nilu terkait ARTJOG MMXIX ini.

Ignatia Nilu mengatakan bahwa educational program ini merupakan platform yang akan dilakukan terus menerus untuk ARTJOG di masa mendatang.

Educational program ini sendiri sudah berlangsung sejak ARTJOG di tahun 2014 lalu.

"Prosesnya sudah panjang, ini merupakan platform yang memungkinkan di mana pengelola dan audience bisa saling berinteraksi atau berhubungan langsung secara dua arah," ungkap Ignatia Nilu ketika diwawancarai Suara.com.

ARTJOG MMXIX. (Suara/Arendya)
ARTJOG MMXIX. (Suara/Arendya)

"Curratorial Tour ini mengusung platform yang lebih kasual jadi nggak se-kaku Curratorial Talks di mana hubungannya cuma satu arah, kuratorial bicara tentang temanya, publik mendengarkan. Program ini kami buat juga supaya audience nggak malu-malu dalam bertanya," tambahnya.

Harapan Ignatia Nilu dengan diadakannya Curratorial Tour ini publik bisa mendapatkan informasi lebih tentang karya-karya yang ada di ARTJOG MMXI ini.

Salah seorang peserta Curratorial Tour bernama Rayyan Ihad, di ARTJOG MMXI ini juga sempat kami wawancarai.

Mahasiswa jurusan Arsitektur, Universitas Islam Indonesia ini rela datang jauh-jauh dari wilayah Jombor untuk ikut Curratorial Tour.

"Iya dari Jombor, kebetulan tertarik sekali dengan ARTJOG dan ajak teman-teman untuk ikut Curratorial Tour ini, menarik banget," ungkap Rayyan.

Karya Handiwirman di Artjog MMXIX. (Suara/Arendya)
Karya Handiwirman di Artjog MMXIX. (Suara/Arendya)

"Jadi di Curratorial Tour ini kita yang tadinya kurang paham atau penafsirannya masih gamblang soal karya seni yang dipamerkan bisa semakin paham lebih dalam dan jelas," imbuhnya.

Bagi Anda yang juga tertarik, Curratorial Tour ini dilaksanakan setiap hari Selasa dan Jumat pukul 3 sore di JNM selama ARTJOG MMXIX berlangsung.

Usai mengikuti Curratorial Tour, kami memacu langkah menuju pintu keluar dengan melewati instalasi Bubu Waktu karya Sunaryo ditemani suara gemericik air dan burung berkicau yang begitu menyegarkan.

Di bagian Merch Project, Anda juga bisa membawa oleh-oleh berbagai merchandise menarik dari ARTJOG MMXIX dan partisipan lainnya.

Tiket masuk ARTJOG MMXIX ini dibanderol seharga Rp 50.000 per orangnya.

Jadi tunggu apa lagi, selagi masih ada waktu jangan lupa untuk datang ke ARTJOG MMXIX ini ya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Mengintip Inovasi Teknologi Audio yang Bikin Pengalaman Nonton Konser Naik Kelas

Mengintip Inovasi Teknologi Audio yang Bikin Pengalaman Nonton Konser Naik Kelas

Lifestyle | Sabtu, 25 Juli 2026 | 05:35 WIB

Bukan di Area 51, Festival UFO Justru Digelar di Kulon Progo

Bukan di Area 51, Festival UFO Justru Digelar di Kulon Progo

Foto | Rabu, 22 Juli 2026 | 11:00 WIB

Megawati Singgung Wajah Baru TIM: Dulu Milik Rakyat, Kini Terasa Borjuis

Megawati Singgung Wajah Baru TIM: Dulu Milik Rakyat, Kini Terasa Borjuis

News | Selasa, 21 Juli 2026 | 20:21 WIB

30 Tahun Kudatuli, Megawati Saksikan Kembali Jejak Kelam Demokrasi Lewat Pameran Arsip

30 Tahun Kudatuli, Megawati Saksikan Kembali Jejak Kelam Demokrasi Lewat Pameran Arsip

News | Selasa, 21 Juli 2026 | 20:03 WIB

Makin Mudah Punya Kendaraan Listrik, Pameran Ini Tawarkan Beragam Kemudahan

Makin Mudah Punya Kendaraan Listrik, Pameran Ini Tawarkan Beragam Kemudahan

Bisnis | Selasa, 14 Juli 2026 | 22:35 WIB

Mandy CJ Gelar Pameran Tunggal The Way Back, Jadikan Seni sebagai Jembatan Toleransi

Mandy CJ Gelar Pameran Tunggal The Way Back, Jadikan Seni sebagai Jembatan Toleransi

Lifestyle | Selasa, 14 Juli 2026 | 22:19 WIB

Pameran Hewan Kini Punya Wajah Baru, Edukasi dan Komunitas Jadi Daya Tarik Utama

Pameran Hewan Kini Punya Wajah Baru, Edukasi dan Komunitas Jadi Daya Tarik Utama

Lifestyle | Senin, 13 Juli 2026 | 20:04 WIB

Dinamika Penjualan Kendaraan Batam Menggeliat Lewat Pameran Otomotif

Dinamika Penjualan Kendaraan Batam Menggeliat Lewat Pameran Otomotif

Otomotif | Sabtu, 11 Juli 2026 | 15:41 WIB

Bisnis Konstruksi Menggeliat, Produk Terbaik Hadir dalam IndoBuildTech 2026

Bisnis Konstruksi Menggeliat, Produk Terbaik Hadir dalam IndoBuildTech 2026

Bisnis | Kamis, 09 Juli 2026 | 13:10 WIB

Indonesia Dorong Pangan Halal, Target Tembus Pasar 1,3 Miliar Penduduk Dunia

Indonesia Dorong Pangan Halal, Target Tembus Pasar 1,3 Miliar Penduduk Dunia

News | Rabu, 08 Juli 2026 | 17:00 WIB

Terkini

Terdeteksi 198 Titik Panas di Riau, Terbanyak Kedua se-Sumatera

Terdeteksi 198 Titik Panas di Riau, Terbanyak Kedua se-Sumatera

Riau | Minggu, 09 Agustus 2026 | 17:17 WIB

Sudahi Kebiasaan Doomscrolling! Tak Semua Hal di Internet Perlu Diikuti

Sudahi Kebiasaan Doomscrolling! Tak Semua Hal di Internet Perlu Diikuti

Your Say | Minggu, 09 Agustus 2026 | 17:15 WIB

Ikan Sungai Batanghari Makin Hilang, dari 300 Spesies Kini Tinggal 135

Ikan Sungai Batanghari Makin Hilang, dari 300 Spesies Kini Tinggal 135

Sumsel | Minggu, 09 Agustus 2026 | 17:14 WIB

Kapolri Jadi Anggota Tapak Suci, Dinilai Sebagai Langkah Perkuat Pemerintahan Prabowo-Gibran

Kapolri Jadi Anggota Tapak Suci, Dinilai Sebagai Langkah Perkuat Pemerintahan Prabowo-Gibran

News | Minggu, 09 Agustus 2026 | 17:08 WIB

6 Tahun Penantian Jakmania Berakhir! Persija Bakal Jamu Persib di GBK, Catat Tanggalnya

6 Tahun Penantian Jakmania Berakhir! Persija Bakal Jamu Persib di GBK, Catat Tanggalnya

Bola | Minggu, 09 Agustus 2026 | 17:05 WIB

Karhutla Meluas 10 Hektare di Kobar, Asap Mulai Dekati Bandara Pangkalan Bun

Karhutla Meluas 10 Hektare di Kobar, Asap Mulai Dekati Bandara Pangkalan Bun

News | Minggu, 09 Agustus 2026 | 17:04 WIB

Cara Dapat Cashback Tiket Whoosh Pakai BRImo

Cara Dapat Cashback Tiket Whoosh Pakai BRImo

Bri | Minggu, 09 Agustus 2026 | 17:04 WIB

Polisi Dalami Sosok Febrio Adiono di Kasus Kematian Sutrimo

Polisi Dalami Sosok Febrio Adiono di Kasus Kematian Sutrimo

News | Minggu, 09 Agustus 2026 | 17:00 WIB

Karhutla Sumsel Tembus 909 Kejadian, Indikasi Luas Terdampak 664,87 Hektare

Karhutla Sumsel Tembus 909 Kejadian, Indikasi Luas Terdampak 664,87 Hektare

Sumsel | Minggu, 09 Agustus 2026 | 16:50 WIB

Lokasi Koperasi Desa Merah Putih Dinilai Aneh, Wamenkop Farida Farichah Ungkap Alasannya

Lokasi Koperasi Desa Merah Putih Dinilai Aneh, Wamenkop Farida Farichah Ungkap Alasannya

Video | Minggu, 09 Agustus 2026 | 16:50 WIB

×