Jadi Warisan, Tari Thengul dari Bojonegoro Punya Ciri Khas

Silfa Humairah Utami, Dinda Rachmawati

Sabtu, 24 Agustus 2019 | 06:00 WIB
Jadi Warisan, Tari Thengul dari Bojonegoro Punya Ciri Khas
Warisan Budaya Tak Benda (WBTB) Indonesia. (Dok Thengul International Folklore Festival)

Suara.com - Jadi Warisan, Tari Thengul dari Bojonegoro Punya Ciri Khas.

Direktorat Jenderal Kebudayaan, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia, menetapkan tari Thengul dan Kesenian Sandur sebagai Warisan Budaya Tak Benda (WBTB) Indonesia.

Tari Thengul sendiri, merupakan tarian tradisional yang terinspirasi dari Wayang Thengul asal Bojonegoro, Jawa Timur, salah satu kota yang wilayahnya dilalui sungai Bengawan Solo.

Biasanya, tarian ini dipentaskan oleh penari secara berkelompok dengan gerakan, ekspresi, dan kostum yang menyerupai Wayang Thengul.

 Tari Thengul jadi Warisan Budaya Tak Benda (WBTB) Indonesia. (Dok Thengul International Folklore Festival)
Tari Thengul jadi Warisan Budaya Tak Benda (WBTB) Indonesia. (Dok Thengul International Folklore Festival)

Tak hanya itu, berdasarkan siaran pers yang Suara.com terima pada Jumat (23/8/2019), tarian ini juga merupakan tarian kreasi yang diciptakan para seniman, juga sebagai wujud apresiasi dan upaya mengangkat kembali kesenian yang hampir tenggelam seiring dengan perkembangan jaman.

"Menghidupkan kembali kesenian yang hampir tertimbun ini tidaklah mudah, apalagi untuk dijadikan sebagai icon atau identitas sebuah daerah. Dibutuhkan komitmen bersama untuk menjaga dan melestarikan budaya dan kearifan lokal," terang Bupati Bojonegoro, Anna Muawanah.

Hal ini, lanjut dia, membuat pemerintah bersama masyarakat Bojonegoro makin semangat untuk mempromosikan tari Thengul sebagai kesenian khas Bojonegoro.

Di antaranya ialah dengan menggelar pagelaran tari Thengul dengan peserta terbanyak sejumlah 2.019 penari, yang terdiri dari pelajar sepenjuru Bojonegoro. Pagelaran ini yang menyabet rekor dunia Museum Rekor Indonesia (MURI).

Tak tanggung-tanggung, tari Thengul juga menyapa dunia melalui event Thengul International Folklore Festival (TIFF) 2019 bulan Juli lalu, dengan mendatangkan delegasi kesenian asing dari 4 negara, yaitu Polandia, Bulgaria, Mexico, dan Thailand.

Di Hari Kemerdekaan Republik Indonesia yang ke-74, tarian ini juga berangkat ke ibu kota untuk tampil dalam upacara kenegaraan di Istana Negara. Sebanyak 250 penari gabungan dari pelajar SLTP, SLTA dan Mahasiswa yang ada di Bojonegoro menyapa hangat seluruh tamu undangan yang hadir di istana Negara baik dari dalam Negeri maupun Luar Negeri.

baca juga

"Semangat Bojonegoro yang produktif harus selaras dan sinergi dengan tujuan bersama NKRI, yaitu SDM Unggul Indonesia Maju. Semangat ini akan terus kami gencarkan untuk mempromosikan Bojonegoro ke penjuru dunia melalui kampanye Pinarak Bojonegoro,” tutup dia.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Seram, 5 Fakta Situs Warisan Dunia UNESCO yang Penuh Tulang Manusia

Seram, 5 Fakta Situs Warisan Dunia UNESCO yang Penuh Tulang Manusia

Lifestyle | Rabu, 21 Agustus 2019 | 12:16 WIB

Turis Kecewa, Kuil di Myanmar Ini Tak Lagi Boleh Dipanjat

Turis Kecewa, Kuil di Myanmar Ini Tak Lagi Boleh Dipanjat

Lifestyle | Jum'at, 26 Juli 2019 | 18:00 WIB

Penetapan Ombilin Jadi Warisan Dunia Disambut Positif Tokoh Adat dan Agama

Penetapan Ombilin Jadi Warisan Dunia Disambut Positif Tokoh Adat dan Agama

News | Sabtu, 13 Juli 2019 | 09:11 WIB

Terkini

Terinspirasi Perjalanan Hidup Bahlil, Golkar Gelar Lomba Film Pendek Berhadiah Rp200 Juta

Terinspirasi Perjalanan Hidup Bahlil, Golkar Gelar Lomba Film Pendek Berhadiah Rp200 Juta

News | Senin, 26 Oktober 2026 | 21:31 WIB

Pink October, Ribuan Perempuan Indonesia Rasakan Manfaat Layanan Mamografi Gratis Pertamina

Pink October, Ribuan Perempuan Indonesia Rasakan Manfaat Layanan Mamografi Gratis Pertamina

Bisnis | Senin, 26 Oktober 2026 | 21:21 WIB

Taktik Jitu STY, Masuk dari Bangku Cadangan Rizky Ridho Buat Persija Menang Comeback Atas Persik

Taktik Jitu STY, Masuk dari Bangku Cadangan Rizky Ridho Buat Persija Menang Comeback Atas Persik

Bola | Senin, 26 Oktober 2026 | 21:21 WIB

Nasionalisme atau Manuver Oligarki? Fakta di Balik Saham Bayan Diborong Haji Isam

Nasionalisme atau Manuver Oligarki? Fakta di Balik Saham Bayan Diborong Haji Isam

News | Senin, 26 Oktober 2026 | 21:20 WIB

Pertamina Siap Jalankan Penugasan Pemerintah untuk Perkuat Ketahanan Energi Nasional

Pertamina Siap Jalankan Penugasan Pemerintah untuk Perkuat Ketahanan Energi Nasional

Bisnis | Senin, 26 Oktober 2026 | 21:13 WIB

Bangun 100 Sekolah Rakyat di 32 Provinsi, Kementerian PU Serap 97 Ribu Tenaga Kerja

Bangun 100 Sekolah Rakyat di 32 Provinsi, Kementerian PU Serap 97 Ribu Tenaga Kerja

Sumbar | Senin, 26 Oktober 2026 | 21:02 WIB

Mendikdasmen Ungkap 3 Pelaku Dominan Perundungan di Sekolah, Guru Salah Satunya

Mendikdasmen Ungkap 3 Pelaku Dominan Perundungan di Sekolah, Guru Salah Satunya

News | Senin, 26 Oktober 2026 | 21:01 WIB

Tren Warna Rambut 2027: Terinspirasi Warna Alam, dari Ungu hingga Oranye

Tren Warna Rambut 2027: Terinspirasi Warna Alam, dari Ungu hingga Oranye

Lifestyle | Senin, 26 Oktober 2026 | 20:49 WIB

5 Cara Membiasakan Anak Menjaga Kebersihan Tangan di Sekolah

5 Cara Membiasakan Anak Menjaga Kebersihan Tangan di Sekolah

Health | Senin, 26 Oktober 2026 | 20:40 WIB

Kaya Buah, tapi Tak Selalu Terjangkau: Menggugat Sistem Pangan Indonesia

Kaya Buah, tapi Tak Selalu Terjangkau: Menggugat Sistem Pangan Indonesia

Your Say | Senin, 26 Oktober 2026 | 20:35 WIB

×